Analisis Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Paru pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Multiwahana Palembang

Chairil Zaman -  Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang, Indonesia
Akhmad Dwi Priyatno -  Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang
Nova Reza Zetira* -  Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang

ABSTRACT

 

Tuberculosis is an infectious disease that infects the lungs and is a disease activated by the bacterium mycobacterium tuberculosis. The number of cases of pulmonary TB sufferers is still high in Indonesia, there is a risk that if a pulmonary tuberculosis patient does not comply with taking pulmonary anti-tuberculosis medication (OAT), there will be a risk of pulmonary hemorrhage which can result in death in a pulmonary tuberculosis patient. The purpose of this study was to find out the description of adherence to taking anti-tuberculosis drugs in tuberculosis patients at the Multiwahana Health Center in Palembang City in 2023. The research method used is a quantitative method using a cross sectional design using a questionnaire, the sample size is 31 respondents. The results of this study showed that the variable that had a relationship with adherence to taking anti-tuberculosis medication (OAT) was education with (pValue = 0.030, OR = 2,000) , work with (pValue = 0.002, OR = 0.549) and PMO with (pValue = 0.004, OR = 2.250). The conclusion from this study is that the most dominant variable is the PMO (drug swallowing supervisor) so it is necessary to increase the PMO so that adherence to taking anti-tuberculosis drugs (OAT) is getting better.

 

Keywords:  Tuberculosis, Medication Adherence, Variable, Research Education, Job

 

ABSTRAK

 

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang menginfeksi paru-paru dan merupakan penyakit yang di aktifkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Jumlah kasus penderita TBC Paru masih tinggi di Indonesia, risiko kalau pasien Tuberkulosis paru tidak patuh minum obat anti tuberkulosis (OAT) paru maka akan terjadi risiko pendarahan paru yang bisa mengakibatkan kematian pada pasien  Tuberkulosis paru. Tujuan penelitian ini  mengetahui gambaran kepatuhan minum obat anti tuberkulosis paru pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Multiwahana Kota Palembang tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan kuesioner, besarnya sampel sebanyak 31 responden..Hasil penelitian ini didapatkan variabel yang ada hubungan dengan kepatuhan minum obat anti tuberculosis (OAT)  adalah pendidikan dengan (pValue = 0,030, OR = 2.000) , pekerjaan dengan (pValue = 0,002, OR = 0.549) dan PMO dengan (pValue=0,004, OR = 2.250).  Kesimpulan dari penelitian ini bahwa variabel yang paling dominan adalah PMO (pengawas menelan obat) sehingga perlu di tingkatkan lagi PMO agar kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) menjadi semakin baik.

 

Kata Kunci: Tuberkulosis, Kepatuhan Minum Obat, Variabel, Penelitian, Pendidikan, Pekerjaan

  1. Amalia, D 2020, Tingkat Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TB Paru Dewasa Rawat Jalan di Puskesmas Dinayo, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang, (http://etheses.uin-malang.ac.id/20283/1/15670027.pdf)
  2. Amanatilla, N 2019, Hubungan Karakteristik, Pengetahuan, perilaku dan social budaya dengan penyakit yang berkaitan personal hygiene pada lanjut usia di desa rawa kecamatan pidie kabupaten pide tahun 2019, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh,BandaAceh,(http://repository.unmuha.ac.id/xmlui/handle/123456789/981)
  3. Akhmad Hudan, 2013, Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum Obat Anti Tuberkulosis pada pasien Tuberkulosis paru di Puskesmas Pamulang Kota Tangerang selatan Provinsi Banten.https://id.scribd.com/dokument/372268604/Akhmad-Hudan-Eka-Prayogo-fkik-1
  4. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan 2019, Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Palembang.
  5. Ferawati Ginting, 2019, Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Penderita TB Paru BTA (+) Dalam Menelan Obat Di Kecamatan Kabupaten Toba Samosir Tahun 2019
  6. Hisnawi, 2019, Hubungan Karakteristik dan Kepatuhan Minum Obat Penderita TB Paru di Puskesmas Makrayu Kota Palembang Tahun 2019
  7. Kementrian Kesehatan RI 2019, Sejarah TBC di Indonesia, 2021.(http://tbindonesia.or.id//s:TB+Paru).
  8. Dinas Kesehatan Kota Palembang, (2021). Pencapaian penanggulangan TB 2020 di Kota Palembang. Anonim Diaksesdari(https://dinkes.palembang.go.id/
  9. Krasniqi, Shaip, dkk 2017, “Tuberculosis Treatment Adherence of Patiens Kososvo”,Hindawi Tuberculosis Research and treatment, vol.2017, hh.1-8
  10. Kurniawan Jamaluddin,2019, Gambaran Tingkat Kepatuhan Berobat Pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Samata Kecamatan Somba OPU KabupatenGowahttps://repositori.uin-alauddin.ac.id/14808/
  11. Notoatmodjo,S.(2012).Promosikesehatan dan ilmu perilaku (Edisi revisi).Jakarta: Rineka Cipta.
  12. Notoatmodjo,S.(2014).Promosikesehatan dan ilmu perilaku (Edisi revisi).Jakarta: Rineka Cipta
  13. Nurhayati, Eva Latifah, Et Al. Pengaruh Pengawas Menelan Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat Penderita TB Paru Di Puskesmas Glugur Darat Kota Medan Tahun 2015.
  14. Menteri Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. 2014.2014:1-24.
  15. Mastura, Sugiono, Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan TingkatKepatuhanMengkonsumsi Obat Pada penderita Tuberkulosis Paru. Wawasan Kesehatan: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 2017,3.1
  16. Maria Ulfah, 2011, Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis (TBC) Di Wilayah Kerja Puskesmas Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2011
  17. Maisaroh,2022,DeterminanKepatuhan minum Obat Pada Pasien TuberkulosisParudiKabupatenBanyuasin.https://jurnal.stikesbhaktihusada.ac.id/index.php/MR/article/view/86-93
  18. Rezi Septa Rani, 2022, Analiss Kepatuhan Minum Obat TB Paru Di Masa Pandemi Covid 19 Di Sukarami Kota Palembang Tahun 2022
  19. Rismawati, 2018, Model Regresi Multivariat Terhadap Tingkat Kesejahteraan di Kabupaten Kota di Sulawesi Selatan.
  20. Rukmini & Chatarina, U.W, 2011, Faktor-faktoryangberpengaruh terhadap kejadian TB Paru Dewasahttps://jurnal.stikes-Aisyiyahpalembang.ac.id/index.php/JAM/article/view/782
  21. WHO Global Tueberculosis Report 2020.https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/336069/9789240013131eng.pdf?ua=1 (2021). 2.Kementerian kesehatanRepublikIndonesia.DatadanInformasiprofilKesehatanIndonesia2018.(2019).
  22. WorldHealthOrganization.(2019).Tuberculosis country profiles 2019.Geneva.Switzerland.Diakseshttp://extranet.who.int/sree/Reports?op=Replet&name=%2FWHO_HQ.Reports%2FG2%2FPROD%2FEXT%2FTBCountryProfile&ISO2=ID&LAN=EN&outtype+pdf.
  23. Swarjana, K. (2022). Konsep pengetahuan, sikap, perilaku, persepsi, stress, kecemasan, nyeri, dukungan social, kepatuhan,motivasi, pandemic covid19,akses,layanankesehatan Lengkap dengan konsep teori, cara mengukur variable, dan contoh kuesioner, Yogyakarta:CV Andi offset.
  24. Yuda, Alif Arditia, 2018, Hubungan Karakteriskti, Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Penderita Tuberkulosis Paru Dengan Kepatuhan Minum Obat di PuskesmasTanahKalikedinding,FakultasKeperawatan,UniversitasAirlanggaSurabaya,(http://repository.unair.ac.id/85196/4full%20text.pdf)
  25. Sugiyono,2017, Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif, dan R&D Alfabet Bandung.