Hubungan Rumah Sehat dengan Kejadian Kusta Multi Basiler di Kota Medan

Annisa Nasution, Irnawati Marsaulina, Taufik Ashar

Sari


ABSTRACT

 

Leprosy is an infectious disease caused by Mycobacterium leprae and is still a health problem in Indonesia, including in the city of Medan. The discovery of leprosy incidents in Medan City has increased. Based on data obtained from the Medan City Health Office, in 2021 there were 23 cases and in 2022 26 new cases were found, in 2023 there were 23 new cases and in 2024 4 new cases were found. The purpose of this study was to analyze the relationship between home environmental sanitation (house components, sanitation facilities and occupant behavior) and the incidence of multi-bacillary leprosy in Medan City. This type of research is Case control. The population in this study were all patients with Multi bacillary leprosy cases in Medan City from 2022 to August 2024, with 53 samples used for total sampling. The number of samples was 39 people and met the inclusion criteria, namely having a Medan City KTP, never moving domicile and willing to be studied. The results showed that there were no healthy houses in the case group, while in the control group there were 47.4% healthy houses. Statistical tests showed that there was a significant relationship between healthy homes and the incidence of Multi Basiler leprosy (p-value < 0.001) with an odds ratio of ∞, which means that unhealthy home conditions are the main risk factor in the incidence of Multi Basiler leprosy. Factors such as poor ventilation, poor lighting, high occupancy density, and inadequate sanitation play a role in the increased risk of leprosy. Rumah sehat memiliki peran penting dalam pencegahan kusta Multi Basiler. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan kondisi perumahan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sebagai strategi dalam mengurangi angka kejadian kusta di Kota Medan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor sosial-ekonomi, intervensi perbaikan lingkungan, serta efektivitas program kesehatan dalam menekan penyebaran kusta.

 

Keywords: Leprosy, Environmental Sanitation, Home.

 

 

ABSTRAK

 

Kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Kota Medan. Penemuan kejadian kusta di Kota Medan mengalami kenaikan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Medan, Tahun 2021 terdapat 23 kasus dan tahun 2022 ditemukan 26 kasus baru, Tahun 2023 terdapat 23 kasus baru dan Tahun 2024 ditemukan 4 kasus baru. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis hubungan rumah sehat dengan kejadian kusta Multi basiler di Kota Medan. Jenis penelitian ini adalah Case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita kasus kusta Multi basiler di Kota Medan dari tahun 2022 hingga Agustus 2024, dengan 53 sampel yang digunakan untuk pengambilan sampel total. Jumlah sampel adalah 39 orang dan memenuhi kriteria inklusi yaitu memiliki KTP Kota Medan, tidak pernah berpindah domisili dan bersedia untuk diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada rumah sehat pada kelompok kasus, sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 47,4% rumah sehat. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara rumah sehat dengan kejadian kusta Multi Basiler (p-value < 0,001) dengan nilai odds ratio sebesar ∞, yang berarti kondisi rumah tidak sehat merupakan faktor risiko utama dalam kejadian kusta Multi Basiler. Faktor-faktor seperti ventilasi yang buruk, pencahayaan kurang, kepadatan hunian tinggi, dan sanitasi yang tidak memadai berperan dalam peningkatan risiko kusta. Rumah sehat memiliki peran penting dalam pencegahan kusta Multi Basiler. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan kondisi perumahan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sebagai strategi dalam mengurangi angka kejadian kusta di Kota Medan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor sosial-ekonomi, intervensi perbaikan lingkungan, serta efektivitas program kesehatan dalam menekan penyebaran kusta.

 

Kata Kunci: Kusta, Sanitasi Lingkungan, Rumah.


Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Bhandari, J., Awais, M., Robbins, B. A., & Gupta, V. (2025). Leprosy. Dalam Statpearls. Statpearls Publishing. Http://Www.Ncbi.Nlm.Nih.Gov/Books/Nbk559307/

Edi, G. F. A., & Azizah, R. (2023). Analysis Of Environmental Risk Factors For Leprosy In Indonesian Society: Meta-Analysis. Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 17(1), 105–113. Https://Doi.Org/10.33860/Jik.V17i1.2119

Fadilah, R. P. N., Nawawi, A. P., Supriatna, A., Sarwendah, S., & Widyasari, R. (2017). The Relationship Between Dental Caries And Carbohydrates Intake Among Preschool-Aged Children In Rural And Urban Areas. Padjadjaran Journal Of Dentistry, 29(3). Https://Doi.Org/10.24198/Pjd.Vol29no3.14319

Fajariyah, N. L. R., Thohari, I., Marlik, Sulistio, I., & Wardhani, P. (2024). Home Sanitation And Personal Hygiene As Risk Factors For Leprosy Incidents In Guluk-Guluk District, Madura. Public Health Research Development, 1(1), 9–17. Https://Doi.Org/10.36568/Phrd.V1i1.4

Gustam, T. Y. P., Agusni, I., & Nuswantoro, D. (2023). Hubungan Antara Tingkat Penghasilan Dengan Kejadian Kusta Multibasiler. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Gizi, 1(1), 71-78.

Hajar, S. (2017). Morbus Hansen Biokimia Dan Imunopatogenesis. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 17(3), 190–194. Https://Doi.Org/10.24815/Jks.V17i3.9157

Hidayati, I., Andiarna, F., & Suprayogi, D. (2020). Hubungan Kelembapan Dan Pencahayaan Dengan Kejadian Kusta. Jurnal Teknologi Kesehatan (Journal Of Health Technology), 16(1), 01-07.

Kementerian Kesehatan Ri. (2022). Laporan Validasi Data Kusta Tahun 2021. Kementerian Kesehatan Ri.

Kerr-Pontes, L. R., Barreto, M. L., Evangelista, C. M., Rodrigues, L. C., Heukelbach, J., & Feldmeier, H. (2006). Socioeconomic, Environmental, And Behavioural Risk Factors For Leprosy In North-East Brazil: Results Of A Case–Control Study. International Journal Of Epidemiology, 35(4), 994–1000. Https://Doi.Org/10.1093/Ije/Dyl072

Oliveira, M. B. B. D., & Diniz, L. M. (2016). Leprosy Among Children Under 15 Years Of Age: Literature Review. Anais Brasileiros De Dermatologia, 91(2), 196–203. Https://Doi.Org/10.1590/Abd1806-4841.20163661

Osibona, O., Solomon, B. D., & Fecht, D. (2021). Lighting In The Home And Health: A Systematic Review. International Journal Of Environmental Research And Public Health, 18(2), 609. Https://Doi.Org/10.3390/Ijerph18020609

Pertiwi, A. N. A. M., & Syahrul, F. (2024). Risk Factors For Leprosy: A Systematic Review. The Indonesian Journal Of Public Health, 19(3), 575–589. Https://Doi.Org/10.20473/Ijph.V19i3.2024.575-589

Prakoeswa, F. R. S., Ilhami, A. Z., Luthfia, R., Putri, A. S., Soebono, H., Husada, D., Notobroto, H. B., Listiawan, M. Y., Endaryanto, A., Prakoeswa, C. R. S., & Burkhart, C. G. (2020). Correlation Analysis Between Household Hygiene And Sanitation And Nutritional Status And Female Leprosy In Gresik Regency. Dermatology Research And Practice, 2020, 1–7. Https://Doi.Org/10.1155/2020/4379825

Rahmawati, D., & Bimanto, H. (2021). Analysis Of Factors Affecting Leprosy Cases In East Java Province With Spatial Autoregressive Model (Sar). Jurnal Berkala Kesehatan, 7(1), 59. Https://Doi.Org/10.20527/Jbk.V7i1.10285

Ratnawati, R. (2016). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Risiko Kejadian Penyakit Kusta (Morbus Hansen).

Rini, W. N. E., & Lesmana, O. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kusta Di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 11.

Sapriandi S, Wanci, R., & Syahridha. (2019). Hubungan Kebersihan Lingkungan Dan Kelembapan Udara Dengan Kejadian Kusta Di Kabupaten Jeneponto. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah.

Sarkar, R., & Pradhan, S. (2016). Leprosy And Women. International Journal Of Women’s Dermatology, 2(4), 117–121. Https://Doi.Org/10.1016/J.Ijwd.2016.09.001

World Health Organization. (2018). Who Housing And Health Guidelines. World Health Organization. Https://Iris.Who.Int/Handle/10665/276001




DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i2.20281

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Publisher: Universitas Malahayati Lampung


Creative Commons License
Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License