Peningkatan Kualitas Tidur dengan Menerapkan Posisi Semi Fowler 45 Derajat Terhadap Pasien dengan Gagal Jantung
Sari
ABSTRACT
Currently in Asia there are changes in lifestyle, such as the number of active smokers, decreased physical activity and increased consumption of fat, calories and salt. This triggers heart disease, one of which is congestive heart failure. In Indonesia, heart disease has increased by 1.5% in 2018. At the Bekasi Regency Hospital, patients with heart disease increased by 440 in 2023. Heart patients are identical to rapid and shallow breathing so that patients have difficulty sleeping soundly. The semi-fowler position is one way to improve the quality and oxygen saturation in heart failure patients. To determine the effect of implementing the 45° semi-fowler position on improving sleep quality in heart failure patients at the Bekasi Regency Hospital in 2024. This study uses a quantitative quasi-experimental study (Quasy Experiment) without a control group (without control group). There is an effect of increasing sleep quality on congestive heart failure patients after applying the 45° semi-fowler position. For hospitals, it is expected to be used as a reference for creating standard operating procedures (SOP) on providing a 45◦ semi-fowler sleeping position for congestive heart failure patients. For nursing education, it is expected to be information and discussion for nursing students and for further researchers, it is expected to be able to conduct similar research with larger respondents and add variables and factors that can affect the sleep quality of congestive heart failure patients.
Keyword: Semi Fowler Position, Congestive Heart Failure, Sleep Quality.
ABSTRAK
Saat in di Asia terjadi perubahan gaya hidup, seperti banyaknya perokok aktif, penurunan aktivitas fisik dan meningkatnya konsumsi lemak, kalori dan juga garam. Hal ini memicu terjadinya penyakit jantung, salah satunya adalah gagal jantung kongestive. Di Indonesia oenyakit jantung mengalami peningkatan sebesar 1,5% di tahun 2018. Di RSUD Kabupaten Bekasi pasien dengan penyakit jantung meningkat pada tahun 2023 sebanyak 440. Penderita jantung identic dengan pernapasan yang cepat dan dangkal sehingga pasien kesulitan untuk tidur dengan nyenyak. Posisi semifowler merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas sekaligus saturasi oksigen pada pasien gagal jantung. Untuk mengetahui pengaruh penerapan posisi semifowler 45° terhadap peningkatan kualitas tidur pada pasien gagal jantung di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2024. penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif eksperimen semu (Quasy Experiment) tanpa control grup (without control group). Terdapat pengaruh peningkatan kualiatas tidur terhadap pasien gagal jantung kongestive setelah menerapkan posisi semi fowler 45°. Bagi RS diharapkan dapat dijadikan acuan untuk membuat standar oprasional prosedur (SOP) tentang pemberian posisi tidur semi fowler 45◦ bagi psien gagal jantung kongestive. Bagi pendidikan keperawatan diharapkan dapat menjadi informasi dan diskusi bagi mahasiswa keperawatan dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat melakukan penelitian sejenis dengan responden yang lebih besar dan menambahkan variable serta factor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur pasien gagal jantung kongestive.
Kata Kunci: Gagal Jantung Kongestive, Posisi Semifowler 45°, Kualitas Tidur.
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Alifariki, L. ode, Jundapari, K., Ramdhani, dwi yunita, & Ardenny. (2023). Bunga Rampai Keperawatan Gawat Darurat (A. Kusnan & heriviyatno julika Siagian (eds.); 1st ed.). PT MEDIA PUSTAKA
Ahmad Muzaki, Y. A. (2020). Penerapan posisi semi fowler terhadap ketidakefektifan pola nafas pada pasien congestive heart failure (CHF). Nursing Science Journal (NSJ), 1(1), 19-24.
Ambarwati, R. 2017, “Tidur, irama sirkadian dan metabolisme tubuh,” Jurnal Keperawatan, vol. X
American Heart Association (AHA). (2008). Risk factor and coronary heart disease
American Heart Association (AHA). (2017). Coronary heart disease – coronary artery disease
Ananda, Anisa Dwi (2019) Pengaruh Posisi Semi Fowler 45° Terhadap Kualitas Tidur Pada Pasien Congestive Heart Failure di Ruangan Intensive Coronary Care Unit (ICCU) Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie.Jurnal Keperawatan Poltekkes Kaltim, 1(1). 1-11..
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Asmara, Winda., Sari, Senja Atika & Fitri, Nury L.(2021). Penerapan Pemberian Posisi Semi Fowler Terhadap Kualitas Tidur Pasien Congestive Gagal Jantung.Jurnal Cendikia Muda. Vol.1 No.2
Brunner & Suddarth, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, alih bahasa: Waluyo Agung., Yasmin Asih., Juli., Kuncara., I.made karyasa, EGC, Jakarta.
Brunner & Suddarth,.2018.Buku ajaran keperawatan medikal bedah edisi 12.Jakarta:EGC
Davey, Patrick. (2006). At a Glance Medicine (Mencakup Manifestasi Klinik dan Penyakit Medis). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Effendi, J., & Mose, J. (2015). Obstetri Intervensi. Jakarta: Sagung Seto.
Febby et al. (2023). dukungan keluarga berhubungan dengan kualitas hidup orangtua siswa-siswi gagal jantung. jurnal penelitian perawat professional.
Handayani, dkk. (2018). Kualitas Tidur Pasien Gagal Jantung. Jurnal Keperawatan
Hidayat, A. A. 2020. Menyusun Instrumen Penelitian Uji Validitas dan Reliabilitas. Surabaya: Health Books Publishing.
Hidayat. (2011). Metode penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.
Inggriane, D. (2017). Kualitas tidur pasien gagal jantung dan penanganannya. Jurnal Keperawatan Komprehensif, vol 3 no.1
Kementerian Kesehatan RI. 2018. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI
Mustayah, et., A. (2022). Bahan Ajar Psikologi Untuk Keperawatan (Pemberian Dosen). Penerbit NEM.
Nursalam. 2010. Konsep dan penerapan metodelogi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba medika.
Nursalam. 2013. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pendekatan Praktis.Edisi 4. Jakarta : Salemba Medika
Nurani, R. D., & Arianti, M. (2022). Penerapan Posisi Semi Fowler Terhadap Ketidakefektifan Pola Nafas Pada Pasien Congestive Heart Faillure. Jurnal Keperawatan Bunda Delima, 4(2), 1-7.
PERKI. (2015). Pedoman Tatalaksana Sindroma Koroner Akut.
Perry & Potter. 2005. Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik. Jakarta: EGC
Ping et al. (2023) Buku Ajar Keperawatan Dasar. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
PPNI. (2018b). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (1st ed.). DPP PPNI.
Ratih, D. 2017. Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Semester VIII Program Studi Keperawatan Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun. Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.
Smeltzer, C. S., & Brenda G, B. (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & suddart (8 vol 2). EGC.
Sugiyono, (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.
Wijaya dan Putri (2013). Keperawatan Medikal Bedah. Vol. 2. Yogyakarta : Nuha Medika.
Yudhanti, M. D., Balgis, & Widardo. (2014). Kualitas Tidur yang Buruk Meningkatkan Kejadian Dismenore Primer pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran. Nexus Kedokteran Komunitas, 3(2), 219–230.
Yuniadi, Y. (2017). Mengatasi Aritmia, Mencegah Kematian Mendadak. E-Journal Kedokteran Indonesia, 5(3)
DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i2.20380
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Publisher: Universitas Malahayati Lampung

Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License


Panduan Penulisan





