Penemuan Kasus Kusta pada Narakontak Serumah Pasien Kusta dengan Deteksi Kadar Antibodi IgM Anti PGL-1

Mutia Fadhila Sy, Ramona Dumasari Lubis

Sari


ABSTRACT

 

Leprosy is a chronic infectious disease that remains a significant public health concern, particularly in endemic regions. Transmission frequently occurs among household contacts of leprosy patients, especially in the presence of risk factors such as household crowding and compromised immunity. Early detection among household contacts is crucial to prevent ongoing transmission, with anti-PGL-1 IgM antibody serological testing serving as an important diagnostic adjunct. Case Report: We report a case of a 9-year-old boy presenting with non-pruritic hypopigmented patches on both cheeks for six months. The patient had a history of close household contact with his grandmother, who was undergoing multidrug therapy for multibacillary leprosy. Dermatological examination revealed hypopigmented macules with sensory loss, without thickening of peripheral nerves. Slit skin smear and KOH tests were negative. Serological testing showed elevated anti-PGL-1 IgM antibody levels (1593 u/ml; cutoff: 605 u/ml), supporting the diagnosis of paucibacillary leprosy. The patient was started on pediatric MDT-PB and the family was provided with education regarding the disease and its transmission. Neuropathy assessment using the Semmes-Weinstein Monofilament test and the Toronto Clinical Scoring System was within normal limits. Conclusion: Serological testing for anti-PGL-1 IgM antibodies is a valuable adjunct for diagnosing leprosy, particularly in new cases with ambiguous clinical features and among household contacts, enabling early diagnosis and timely management.

 

Keywords: Leprosy, Household Contact, Anti-PGL-1 Igm Antibody, Paucibacillary Leprosy, Early Diagnosis, Child.

 

 

ABSTRAK

 

Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di daerah endemis. Penularan sering terjadi pada narakontak serumah dengan pasien kusta, terutama bila terdapat faktor risiko seperti kepadatan hunian dan status imunitas yang rendah. Deteksi dini pada narakontak serumah sangat penting untuk mencegah penularan berlanjut, salah satunya melalui pemeriksaan serologis antibodi IgM anti PGL-1. Laporan Kasus: Dilaporkan seorang anak laki-laki usia 9 tahun dengan keluhan bercak putih pada kedua pipi tanpa rasa gatal selama enam bulan. Pasien merupakan narakontak serumah dari nenek yang sedang menjalani pengobatan kusta tipe multibasiler. Pemeriksaan dermatologis menunjukkan makula hipopigmentasi dengan anestesi, tanpa penebalan saraf tepi. Pemeriksaan slit skin smear dan KOH negatif. Pemeriksaan serologis didapatkan kadar antibodi IgM anti PGL-1 yang tinggi (1593 u/ml; cutoff: 605 u/ml), mendukung diagnosis kusta tipe pausibasiler. Pasien mendapat terapi MDT-PB dosis anak dan edukasi kepada keluarga. Hasil pemeriksaan neuropati dengan tes Semmes-Weinstein Monofilament dan Toronto Clinical Scoring System berada dalam batas normal. Kesimpulan: Pemeriksaan serologis antibodi IgM anti PGL-1 sangat bermanfaat sebagai penunjang diagnosis pada kasus kusta dengan manifestasi klinis tidak khas, terutama pada narakontak serumah, sehingga memungkinkan diagnosis dini dan tata laksana yang tepat waktu. 

 

Kata Kunci: Kusta, Narakontak Serumah, Antibodi Igm Anti-PGL-1, Kusta Pausibasiler, Diagnosis Dini, Anak.


Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Andreas, C., Horidah, H., Sulistiana, R., Venosia, D., & Chamidah, N. (2022). Pemodelan Prevalensi Penyakit Kusta Di Jawa Timur Dengan Pendekatan Geographically Weighted Regression. Jurnal Aplikasi Statistika & Komputasi Statistik, 14(1), 33-48.

Bestari, R. A. D., Maulana, J., Fitriyani, N. L. L., & Akbar, H. (2023). Faktor Risiko Kejadian Kusta Di Indonesia: Literature Review. Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 57-65.

Cooreman, E., Gillini, L., Pemmaraju, V., Shridar, M., Tisocki, K., Ahmed, J., ... & Majeed, A. Conceição, M., Lima, V., Ribeiro Barbosa, F., Moura, Dc, Santos, D., Delmondes Do Nascimento, R., Steremberg, S., & D’azevedo, P.(2018). Online Revista Gaúcha De Enfermagem Practices For Self-Care In Hansen’s Disease: Face, Hands And Feet. Rev Gaúcha Enferm, 39, 20180045. Rev Gaúcha Enferm, 39, 20180045.

Daili, E. S., Menaldi, S. L., & Wisnu, I. M. (2005). Penyakit Kulit Yang Umum Di Indonesia. Jakarta Pusat: Pt Medikal Multimedia Indonesia.

Fitriawati, D. (2025). Gambaran Karakteristik Pasien Kusta Yang Menjalani Pengobatan Berbasis Mdt Di Rawat Jalan Rsfatmawati Periode Januari-Desember 2023. Jurnal Farmasi Klinik Best Practice, 4(1), 51-62.

Ilmy, A. (2023). Analisis Determinan Kadar Antibodi Sars-Cov-2 Pada Masyarakat Di Kabupaten Gowa= Analysis Determinants Of Sars-Cov-2 Antibody Levels Of Communities In Gowa District (Doctoral Dissertation, Universitas Hasanuddin).

Janwar Olang, J. (2022). Prediksi Perubahan Status Neurologi Pasien Cerebrovaskucular Disease Hemorrhagic-Non Hemorrhagic Menggunakan Sirraj Stroke Score (Doctoral Dissertation, Universitas Karya Husada).

Pratiwi, S. I., Nur Mukarromah, S. K. M., & Yuanita Wulandari, S. K. (2017). Pengaruh Health Education Dengan Media Kalender Terhadap Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pasien Morbus Hansen (Kusta) Di Surabaya Utara (Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Surabaya).

Priyadarshini, I. A. U., Suryawati, N., & Rusyati, L. M. M. (2022). Kadar Il-10 Plasma Berkorelasi Positif Dengan Kadar Igm Anti Pgl-1 Pada Narakontak Serumah Pasien Kusta Tipe Multibasiler. Intisari Sains Medis, 13(1), 243-250.

Siswanti, S., & Wijayanti, Y. (2018). Faktor Risiko Lingkungan Kejadian Kusta. Higeia (Journal Of Public Health Research And Development), 2(3), 352-362.

Sujagat, A., Astuti, F. D., Saputri, E. M., Sani, A., & Prasetya, A. D. (2015). Penemuan Kasus Infeksi Kusta Subklinis Pada Anak Melalui Deteksi Kadar Antibodi (Igm) Anti Pgl-1. Kesmas, 10(2), 74-79.

Triani, E., Rusjdi, S. R., Sanggul, A. R., Yana, R. T., Wardiyah, H., Djati, R. A. P., ... & Susana, Y. (2025). Epidemiologi Penyakit Tropis Terabaikan. Repositori Kakinaan.

Tuturop, K. L., Adimuntja, N. P., & Borlyin, D. E. (2022). Faktor Risiko Kejadian Penyakit Kusta Di Puskesmas Kotaraja. Jambura Journal Of Epidemiology, 1(1), 1-10.

Widasmara, D. (2018). Penyakit Kusta: Sebuah Perspektif Klinis. Universitas Brawijaya Press.

Wijaya, L., Fernando, R., & Lembar, S. (Eds.). (2019). Pemeriksaan Penunjang Dan Laboratorium Pada Penyakit Kulit Dan Kelamin. Penerbit Unika Atma Jaya Jakarta.

Wulandari R, P. (2020). Gambaran Stigma Masyarakat Pada Pasien Kusta Kusta (Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Surabaya).

Wulandari, D. (2023). Pemeriksaan Imunologi Transplantasi: Hla-Typing, Donor-Specific Antibody, Dan Crossmatching. In Pandidikan Berkesinambungan Patologi Klinik 2023: Comprehensive Laboratory And Clinical Approach To Replacement Therapy And Transplantation.




DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i3.20874

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Publisher: Universitas Malahayati Lampung


Creative Commons License
Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License