Hubungan Pengetahuan dan Tindakan dengan Kejadian Malaria di Wiayah Kerja Puskesmas Pulau Tello Kecamatan Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan
Sari
ABSTRACT
Malaria still poses a global and national health problem, with 511,548 cases in Indonesia in 2024; a significant spike occurred in South Nias Regency, which recorded 1,267 cases and 13 deaths, where the Puskesmas Pulau Tello reported 408 cases and 5 deaths after previously reporting no cases since 2020. A preliminary survey in Sifitu Ewali Village showed that 15 out of 20 residents still associate the cause of malaria with mystical factors, reflecting a low level of knowledge and possibly contributing to the high incidence rates. X The purpose of this research is to analyze the relationship between community knowledge and actions with the incidence of malaria in the working area of the Pulau Tello Health Center, Batu Islands District, South Nias Regency. This study is an observational analytical quantitative study with a case control design conducted from April to June 2025 in the working area of the Puskesmas Pulau Tello, South Nias District. The sample consisted of 55 cases (malaria patients) and 55 controls (non-malaria sufferers), selected through simple random sampling and matched based on age and village domicile. Data were collected through a questionnaire to measure knowledge and action levels, as well as secondary data from the Puskesmas concerning malaria status. Analysis was performed bivariately using chi-square tests with a p-value < 0.05 and odds ratio (OR) calculations to assess the strength of the relationship between variables. There is a significant relationship between knowledge and actions with the incidence of malaria (p-value = 0.0001 for both). Individuals with good knowledge have a much lower risk of contracting malaria (OR = 0.065; 95% CI: 0.023–0.178), while individuals with poor preventive actions have almost 6 times higher risk of contracting malaria (OR = 5.961; 95% CI: 2.614–13.590). This research shows that community knowledge and actions are significantly related to the occurrence of malaria; good knowledge can reduce the risk, while poor preventive actions significantly increase the risk of contracting malaria. Therefore, it is recommended to improve education and outreach to the community about malaria and encourage the implementation of good preventive measures, such as the use of mosquito nets, maintaining environmental cleanliness, and access to healthcare services, in order to reduce the incidence of malaria.
Keywords: Malaria, Knowledge, Action, Islands.
ABSTRAK
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, dengan 511.548 kasus di Indonesia pada tahun 2024; lonjakan signifikan terjadi di Kabupaten Nias Selatan yang mencatat 1.267 kasus dan 13 kematian, dimana Puskesmas Pulau Tello melaporkan 408 kasus dan 5 kematian setelah sebelumnya nihil kasus sejak 2020. Survei pendahuluan di Desa Sifitu Ewali menunjukkan bahwa 15 dari 20 warga masih mengaitkan penyebab malaria dengan faktor mistik, yang mencerminkan rendahnya tingkat pengetahuan dan kemungkinan berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian. Tujuan penelitian ini adalah penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan tindakan masyarakat dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Pulau Tello, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasional analitik dengan desain case control yang dilakukan pada April hingga Juni 2025 di wilayah kerja Puskesmas Pulau Tello, Kabupaten Nias Selatan. Sampel terdiri dari 55 kasus (penderita malaria) dan 55 kontrol (tidak menderita malaria), yang dipilih secara simple random sampling dan dimatching berdasarkan usia serta domisili desa. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan tindakan, serta data sekunder dari Puskesmas untuk status malaria. Analisis dilakukan secara bivariat menggunakan uji chi-square dengan p-value < 0,05 dan perhitungan odds ratio (OR) untuk menilai kekuatan hubungan antara variabel. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tindakan dengan kejadian malaria (p-value= 0,001 untuk keduanya). Individu dengan pengetahuan yang baik memiliki risiko jauh lebih rendah terkena malaria (OR = 0,065; 95% CI: 0,023–0,178), sementara individu dengan tindakan pencegahan yang kurang baik memiliki risiko hampir 6 kali lebih tinggi terkena malaria (OR = 5,961; 95% CI: 2,614–13,590). Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan tindakan masyarakat berhubungan signifikan dengan kejadian malaria; pengetahuan yang baik dapat menurunkan risiko, sedangkan tindakan pencegahan yang kurang baik meningkatkan risiko terkena malaria secara signifikan. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang malaria serta mendorong penerapan tindakan pencegahan yang baik, seperti penggunaan kelambu, menjaga kebersihan lingkungan, dan akses terhadap layanan kesehatan, guna menekan angka kejadian malaria.
Kata Kunci: Malaria, Pengetahuan, Tindakan, Pulau
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Aragie, T. B. (2020). Knowledge of malaria prevention and control methods and associated factors among rural households in west Belessa district, north west Ethiopia, 2019. BMC Public Health, 20(1), 1275. https://doi.org/10.1186/s12889-020-09332-x
Arisjulyanto, D., & Suweni, K. (2024). Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Malaria Di Kabupaten Kepulauan Yapen. Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.63265/jkti.v2i1.51
Buck, E., & Finnigan, N. A. (2025). Malaria. Dalam StatPearls. StatPearls Publishing. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551711/
Ernawati, K., Hilya, F., Rachmat, D. W. S., Sholeha, A. A., Trisiswati, M., Sari, S. M., & Batubara, L. (2024). The Relationship between Preventive Behavior and Environment with Malaria in Indonesia: Meta-Analysis Study. Journal of Evidence-based Nursing and Public Health, 1(2). https://doi.org/10.61511/jevnah.v1i2.2024.1122
Hawkes, F. M., & Hopkins, R. J. (2022). The mosquito: An introduction. Dalam M. Hall & D. Tamïr (Ed.), Mosquitopia: The Place of Pests in a Healthy World. Routledge. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK585164/
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Petunjuk Teknis Pengendalian Faktor Risiko Malaria 2022. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2025). Kasus Malaria di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. https://malaria.kemkes.go.id/case
Mora-Ruiz, M., Penilla, R. P., Ordóñez, J. G., López, A. D., Solis, F., Torres-Estrada, J. L., & Rodríguez, A. D. (2014). Socioeconomic factors, attitudes and practices associated with malaria prevention in the coastal plain of Chiapas, Mexico. Malaria Journal, 13(1), 157. https://doi.org/10.1186/1475-2875-13-157
Nurhayati, N. R. (2023). Pengaruh Status Sosal Ekonomi Keluarga terhadap Kesehatan Mental pada Mahasiswa Rantau UIN Jakarta [Skripsi]. Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Okiro, E. A., Alegana, V. A., Noor, A. M., & Snow, R. W. (2010). Changing malaria intervention coverage, transmission and hospitalization in Kenya. Malaria Journal, 9(1), 285. https://doi.org/10.1186/1475-2875-9-285
Onyinyechi, O. M., Mohd Nazan, A. I. N., & Ismail, S. (2023). Effectiveness of health education interventions to improve malaria knowledge and insecticide-treated nets usage among populations of sub-Saharan Africa: Systematic review and meta-analysis. Frontiers in Public Health, 11, 1217052. https://doi.org/10.3389/fpubh.2023.1217052
Rohmani, Hutagaol, S. D. S., & Swastika, I. K. (2023). The Importance of Family’s Role in the Children Development. Konferensi Nasional dan Call Paper STIKES Telogorejo Semarang, Semarang.
Tairou, F., Nawaz, S., Tahita, M. C., Herrera, S., Faye, B., & Tine, R. C. K. (2022). Malaria prevention knowledge, attitudes, and practices (KAP) among adolescents living in an area of persistent transmission in Senegal: Results from a cross-sectional study. PloS One, 17(12), e0274656. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0274656
Utami, T. P., Hasyim, H., Kaltsum, U., Dwifitri, U., Meriwati, Y., Yuniwarti, Y., Paridah, Y., & Zulaiha, Z. (2022). Faktor Risiko Penyebab Terjadinya Malaria di Indonesia: Literature Review. Jurnal Surya Medika, 7(2), 96–107. https://doi.org/10.33084/jsm.v7i2.3211
Vilay, P., Nonaka, D., Senamonty, P., Lao, M., Iwagami, M., Kobayashi, J., Hernandez, P. M., Phrasisombath, K., Kounnavong, S., Hongvanthong, B., Brey, P. T., & Kano, S. (2019). Malaria prevalence, knowledge, perception, preventive and treatment behavior among military in Champasak and Attapeu provinces, Lao PDR: A mixed methods study. Tropical Medicine and Health, 47(1), 11. https://doi.org/10.1186/s41182-019-0138-9
Wahidanur, Maulida, D., & Nadia Sari. (2025). Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Terhadap Pencegahan Penyakit Malaria Pada Masyarakat di Gampong Padang Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie Tahun 2024. Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 3(1), 509–515. https://doi.org/10.61579/future.v3i1.442
WHO. (2024). Global report on neglected tropical diseases 2024. WHO.
Zekar, L., & Sharman, T. (2025). Plasmodium falciparum Malaria. Dalam StatPearls. StatPearls Publishing. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555962/
DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i4.21923
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Publisher: Universitas Malahayati Lampung

Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License


Panduan Penulisan





