Formulasi Pengembangan Modifikasi Nugget Tempe dan Ikan Gabus sebagai Alternatifmakanan Tambahan untuk Mencegah Gizi Kurang Pada Anak Usia 3-4 Tahun di Desa Telogorejo Kecamatanrawa Jitu Utara Kabupaten Mesuji 2025
Sari
ABSTRACT
Meeting the nutritional needs of preschool children is a crucial aspect that can be achieved through the provision of appropriate and high-quality supplementary foods. These supplementary foods are formulated to complement the nutritional intake that may not be fulfilled by daily meals, thereby supporting children’s cognitive and motor development. This study aimed to formulate and develop a modified nugget product made from tempeh and snakehead fish as an alternative supplementary food to prevent malnutrition among children aged 3–4 years in Telogorejo Village, Rawa Jitu Utara District, Mesuji Regency. This research employed a quantitative pre-experimental design involving 20 children aged 3–4 years with malnutrition. The intervention consisted of providing two pieces of tempeh–snakehead fish nuggets daily for 14 consecutive days. Data were collected through observation of changes in nutritional status and an organoleptic test involving 30 panelists, and analyzed using SPSS. The results showed p-values of 0.092 for color, 0.000 for aroma, and 0.062 for taste. This indicates no significant difference in color and taste (p > 0.05), but a significant difference in aroma (p < 0.05). Formula F1 (tempeh with 10% snakehead fish meat) achieved the highest scores for color (3.85), aroma (3.80), and taste (3.50), making it the best formulation. In conclusion, the tempeh–snakehead fish nugget formula F1 has the potential to serve as a high-protein supplementary food to prevent malnutrition in children aged 3–4 years, particularly in regions with high malnutrition prevalence such as Lampung Province.
Keywords: Tempeh Nugget, Snakehead Fish, Malnutrition, Preschool Children.
ABSTRAK
Pemenuhan kebutuhan gizi balita merupakan aspek krusial yang dapat dicapai melalui pemberian makanan tambahan yang tepat dan berkualitas. Makanan tambahan diformulasikan untuk melengkapi kecukupan gizi yang belum terpenuhi dari konsumsi harian, sehingga mendukung perkembangan kognitif dan motorik anak. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan mengembangkan modifikasi nugget berbahan dasar tempe dan ikan gabus sebagai alternatif makanan tambahan guna mencegah gizi kurang pada anak usia 3–4 tahun di Desa Telogorejo, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji.Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimen dengan subjek 20 anak usia 3–4 tahun yang mengalami gizi kurang. Intervensi dilakukan dengan pemberian 2 potong nugget tempe–ikan gabus per hari selama 14 hari. Data dikumpulkan melalui observasi perubahan status gizi dan uji organoleptik oleh 30 panelis, kemudian dianalisis menggunakan SPSS.Hasil menunjukkan nilai p-value sebesar 0,092 untuk warna, 0,000 untuk aroma, dan 0,062 untuk rasa. Artinya, tidak terdapat perbedaan signifikan pada warna dan rasa (p > 0,05), namun terdapat perbedaan signifikan pada aroma (p < 0,05). Formula F1 (tempe kedelai dengan 10% daging ikan gabus) memperoleh skor tertinggi pada parameter warna (3,85), aroma (3,80), dan rasa (3,50), sehingga dinyatakan sebagai formulasi terbaik. Kesimpulannya, nugget tempe–ikan gabus formula F1 berpotensi menjadi alternatif makanan tambahan bergizi tinggi untuk pencegahan gizi kurang pada anak usia 3–4 tahun, khususnya di wilayah dengan prevalensi gizi kurang tinggi seperti Provinsi Lampung.
Kata Kunci: Nugget Tempe, Ikan Gabus, Gizi Kurang, Anak Usia 3–4 Tahun.
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Adriani, Et Al. (2020). Fakt Or Yang Mempengaruhi Kejadian Gizi Kura Ng Pada Ana K Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Panambu Ngan Kota Makassar. Jurnal Promotif Preventif, 1(2), 30–42.
Ahmad. (2022). Kandu Ngan Gizi Da N Manfaat Ikan Gabus. Jurnal Perikanan Indonesia, 14(2), 45–53.
Almatsier, S. (2020). Prin Si P Das Ar Ilm U Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Arianto, Et Al. (2022). Pengaruh Int Erven Si Pemberian M Akanan Ika N Gabus Terhadap Status Gizi Pada Anak Prase Kolah Di Desa Banj Arsari. Jurnal Gizi Dan Pangan, 17(1), 55–62.
Arisman, M. B. (2021). Giz I Da Lam Da Ur Kehid Upan. Jakarta: Buku Kedokteran Egc.
Astuti. (2020). Gam Baran Pola Maka N Ana K Usia 3–5 Tahun Deng An Gizi Kurang Di P Ondok Bersalin T Ri Sakti Balong Tani Keca Matan Jabon–Sidoarjo. Jurnal Kebidanan Midwiferia, 1(1), 16–29.
Atasasih, H., Paramita, I. S., & Rahayu, D. (2023). Kandungan Gizi Serta Sensori Nugget Ikan Patin Dengan Penambahan Tempe Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Balita Dalam Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health), 9(3), 477-484.
Ayustaningwarno. (2020). Tujuan Dan Ma Nfaat Serta Pengolahan Nugget Dalam Kehidupan Sehari-Hari. Yogyakarta: Nuha Medika.
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Lampung. Lampung: Dinkes Prov Insi Lampung.
Dinas Kesehatan Kabupaten M Esuji. (2023). Profil Kesehat An Kabupat En Mesuji. Mesuji: Dinkes Kabup Aten Mesuji.
Diniyyah, Et Al. (2021). Fakt Or Risiko K Ejad Ian Gizi Kurang Pada Anak Balita Di Puskes Mas Palla Kabupaten Sumba Barat Daya. M Edia Kesehatan Masy Arakat, 2(2), 33–41.
Ginting, H. D. B. (2025). Uji Mutu Fisik Dan Kimia Otak-Otak Dengan Formulasi Tepung Formula Tempe Dan Tepung Ikan Lele Sebagai Makanan Selingan Untuk Anak Stunting (Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes Medan).
Kem Enterian Keseha Tan Republik In Donesia. (2021). Profil Keseh Atan Ind Onesia 2021. Jakarta: Kemenkes Ri.
Keme Nterian Kese Hatan Republ Ik Indonesia. (2023). Kandungan Pokok Bahan Pangan Nugget. Bandung: Forum Pangan Nasional.
Muchtadi. (2020). Teknologi Pengolahan Pangan Berbasis Kedelai. Bandung: Alfabeta.
Permatasari, O. (2024). Nugget Susbtitusi Ikan Kembung Dan Tepung Tempe Sebagai Pmt Tinggi Protein Balita Usia 12–59 Bulan: Nugget Substitution Mackerel Fish And Tempeh Flour As High Protein Pmt For Toodler 12–59 Months. Media Gizi Pangan, 31(1), 22-30.
Susyani, S., Shalsabilah, L., Rianti, N. A., & Veronica, W. (2022). Cookies Tepung Ikan Gabus (Channa Stiarata) Dan Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Dengan Penambahan Selai Tempe Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Untuk Balita Stunting. Publikasi Penelitian Terapan Dan Kebijakan, 5(1), 27-32.
Sutraningsih, Et Al. (2021). Edukasi Gizi Dan Pengaruhnya Terhadap Pola Makan Anak Balita. Jurnal Gizi Kesehatan, 5(1), 25–33.
Unicef. (2023). Child Nutrition Report. New York: Unicef.
DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i4.22024
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Publisher: Universitas Malahayati Lampung

Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License


Panduan Penulisan





