Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia dan Tablet Tambah Darah Melalui Metode Pembelajaran Aktif

Vanesa Aprilia Lembata, Hanna Tabita Hasianna Silitonga, Jemima Lewi Santoso, Imelda Ritunga, Antonius Yansen Suryadarma

Sari


ABSTRACT

 

Anemia remains a widespread health problem among adolescent girls worldwide, especially in developing countries such as Indonesia. Girls are more susceptible to anemia because they consume less iron, have unbalanced diets, and lose blood through menstruation. Anemia not only affects physical performance, but also concentration during learning, school performance, and long-term productivity. Riskesdas (2018) shows that 32% of 15- to 24-year-olds in Indonesia suffer from anemia, with the figure even higher in East Java at 42%. One of the reasons for these high figures is the lack of knowledge about anemia and the lack of awareness of the need to take iron supplements regularly. It is expected that educational measures through active learning in schools can improve young people's knowledge of anemia and its prevention. To evaluate changes in girls' understanding of anemia and iron supplements in the experimental group and control group before and after the lesson, and to compare the effectiveness of the active learning method with the poster method in improving girls' knowledge of anemia at SMA Negeri 1 Sidoarjo.This study uses a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. The respondents consist of 68 female adolescents, 30 of whom are in the experimental group and 38 in the control group. The experimental group received an active learning intervention in the form of true-or-false games, group discussions with case studies, and crossword puzzles. The control group received passive learning in the form of posters. The data were analyzed using the Wilcoxon rank sum test and the Mann-Whitney U test. The results of the Wilcoxon test showed a significant improvement in the knowledge of the female adolescents in the experimental group with p=0.001 (p<0.05). The Mann-Whitney test showed a significant difference between the experimental group and the control group with p=0.024 (p<0.05). This shows that active learning methods effectively improve young girls' knowledge of anemia. Active learning methods have been shown to be effective in improving young girls' knowledge of anemia at SMA Negeri 1 Sidoarjo.

 

Keywords: Anemia, Adolescent Girls, Knowledge, Active Learning, Iron Supplement Tablets.

 

ABSTRAK

 

Secara global, anemia tetap berperan sebagai salah satu gangguan kesehatan yang umum terjadi pada remaja perempuan, khususnya di kawasan negara berkembang seperti Indonesia. Remaja putri lebih mudah mengalami anemia  karena diakibatkan oleh rendahnya pemenuhan kebutuhan zat besi dari pola makan yang kurang bergizi, serta kehilangan darah akibat menstruasi. Dampak anemia tidak hanya menurunkan kemampuan fisik, tetapi juga memengaruhi konsentrasi belajar, prestasi akademik, dan produktivitas jangka panjang. Riskesdas (2018)menunjukkan bahwa pada kelompok remaja berusia 15–24 tahun di Indonesia, kasus anemia tercatat sebesar 32%, dan angka tersebut bahkan lebih tinggi di Jawa Timur yaitu mencapai 42%. Salah satu penyebab tingginya angka tersebut adalah rendahnya pengetahuan tentang anemia dan kurangnya kesadaran dalam mengonsumsi TTD secara teratur. Upaya edukasi melalui media pembelajaran aktif ini diharapkan mampu menjadi salah satu metode pembelajaran yang baik untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang anemia dan tablet tambah darah. Menilai perubahan pemahaman remaja putri tentang anemia dan tablet tambah darah di kelompok eksperimen serta kelompok kontrol sebelum dan sesudah mendapatkan pembelajaran, serta untuk membandingkan keefektifan metode pembelajaran aktif dengan metode poster dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMA Negeri 1 Sidoarjo.Penelitian ini menerapkan desain quasi experimental dengan pendekatan nonequivalent control group design. Responden terdiri dari 68 remaja putri, yaitu 30 orang di kelompok eksperimen dan 38 orang di kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan intervensi pembelajaran aktif melalui permainan true or false, diskusi kelompok dengan soal kasus, dan teka-teki silang. Kelompok kontrol menerima pembelajaran pasif melalui media poster. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan adanya peningkatan bermakna dalam pengetahuan remaja putri di kelompok eksperimen dengan p=0,001 (p<0,05). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan p=0,024 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran aktif efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia. Metode pembelajaran aktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia di SMA Negeri 1 Sidoarjo.

 

Kata Kunci: Anemia, Remaja Putri, Pengetahuan, Pembelajaran Aktif, Tablet Tambah Darah.


Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Adinia, R., Suratno, & Iqbal, M. (2022). Efektivitas Pembelajaran Aktif Berbantuan LKPD Problem Solving terhadap Keterampilan Pemecahan Masalah dan Penguasaan Konsep Biologi Siswa di Sekolah Kawasan Perkebunankopi. Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi, 3(2), 64–75.

Adiputra, I. M. S., Trisnadewi, N. W., Oktaviani, N. P. W., Munthe, S. A., Hulu, V. T., Budiastutik, I., Faridi, A., Ramdany, R., Fitriani, R. J., Tania, P. O. A., Rahmiati, B. F., Lusiana, S. A., Sulsilawaty, A., Sianturi, E., & Suryana. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan (R. Watrianthos & J. Simarmata, Ed.). Yayasan Kita Menulis.

Astuti, D., & Kulsum, U. (2020). Pola Menstruasi dengan Terjadinya Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 11(2), 314–327.

Aziz, M. A., & Sanwil, T. (2022). Teori Belajar Konstruktivisme dan Aplikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Arab. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 1(1), 76–83. http://pedirresearchinstitute.or.id/index.php/Jurpen

Chaparro, C. M., & Suchdev, P. S. (2019). Anemia epidemiology, pathophysiology, and etiology in low‐ and middle‐income countries. Annals of the New York Academy of Sciences, 1450(1), 15–31. https://doi.org/10.1111/nyas.14092

Dinkes kota Bandung. (2023). Tantangan Kesehatan pada Remaja Putri. Dalam Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Fauziyah, G. A., Pascawati, R., & Widayani, W. (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Di Sman 5 Cimahi. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna, 3(3), 301–306.

Gobel, V. S. U., Takahepis, N. F., & Rimporok, M. H. (2024). Pengaruh Edukasi Media Poster Terhadap Pengetahuan Personal Hygiene Siswi Saat Menstruasi Di Pondok Pesantren Assalam Kota Manado. Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum, 2(1), 81–89. https://doi.org/10.61132/vitamin.v2i1.62

Herwandar, F. R., & Soviyati, E. (2020). Perbandingan Kadar Hemoglobin pada Remaja Premenarche dan Postmenarche di Desa Ragawacana Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan tahun 2018. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 11(1), 71–82. https://doi.org/10.34305/jikbh.v11i1.154

Iyai, Y., & Helsa, Y. (2025). Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Pendekatan Pembelajaran Aktif. Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika, 3(3), 288–296. https://doi.org/10.61132/arjuna.v3i3.1950

Julaecha. (2020). Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 2(2), 109–112. https://doi.org/10.36565/jak.v2i2.105

Kementrian Kesehatan. (2023). Buku Saku Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil dan Remaja Putri.

Laili, R. D., Ethasari, R. K., Mundiastuti, L., Hayudanti, D., Dwi Alristina, A., Estuningsih, Y., Sahetapy, T. A., & Aryani, K. A. D. S. (2023). Edukasi Gizi Seimbang di SMA Muhammadiyah 3 Surabaya sebagai Upaya Pencegahan Anemia dan Obesitas pada Remaja. Journal of Community Engagement in Health and Nursing, 1(1), 80–85. https://journal.stikeshangtuah-sby.ac.id/index.php/JCEHN/

Laksmita, S., & Yenie, H. (2018). Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia dengan Kejadian Anemia di Kabupaten. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 14(1), 104. https://doi.org/10.26630/jkep.v14i1.1016

Meilisa, A.-A. (2024). Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia dan Tablet Tambah Darah di SMK Negeri 2 Palangka Raya. Politeknik Kesehatan Palangkaraya.

Muhayati, A., & Ratnawati, D. (2019). Hubungan Antara Status Gizi dan Pola Makan dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 9(1), 563–570.

Permata, R., & Untari. (2022). Peningkatan Persepsi Gizi pada Remaja dalam Upaya Pencegahan Kejadian Anemia. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 41–45. https://doi.org/10.36312/njpm.v2i1.70

Pitriani, K., Karja, W., & Mawan, I. G. (2024). Efektivitas Strategi Pembelajaran Aktif (Active Learning ) terhadap Perilaku Belajar Siswa di SDN 1 Anturan. WIDYACARYA : Jurnal Pendidikan, Agama Dan Budaya, 8(2), 208–216. http://jurnal.stahnmpukuturan.ac.id/index.php/widyacarya/index

Renata, T. V. G., Sulistiyani, & Astuti, N. F. W. (2024). Evaluasi Efektifitas Edukasi Anemia pada Remaja Putri Melalui Permainan Flashcard: Studi di SMPN 2 Jabon Kabupaten Sidoarjo. Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan, 5(3B), 931. https://doi.org/10.30867/gikes.v5i3B.1805

Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Sahito, Z. H., Khoso, F. J., & Phulpoto, J. (2025). The Effectiveness of Active Learning Strategies in Enhancing Student Engagement and Academic Performance. Journal of Social Sciences Review, 5(1), 110–127. https://doi.org/10.62843/jssr.v5i1.471

Silberman, M. L., Allyn, T., & Boston, B. (2007). Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif (B. Munthe, A. Muttaqin, & Hamruni, Ed.). Pustaka Insan Mandani.

Silitonga, H. T. H., Salim, L. A., Nurmala, I., & Wartiningsih, M. (2023). Compliance of Iron Supplementation and Determinants among Adolescent Girls: A Systematic Review. Iran J Public Health, 52(1), 37–48. https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/

Siregar, N. S. A., Mardiah, Mukodri, D. M. L., Ridayani, R., & Setyohari, W. E. (2022). Game Edukasi Monopoli Anemia (GEMA) sebagai Media Inovasi Health Education yang dapat Mempengaruhi Pengetahuan Remaja tentang Anemia. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 2(2). https://journal.amikveteran.ac.id/index.php/

Styaningrum, S. D., & Metty, M. (2021). Games Kartu Milenial Sehat sebagai Media Edukasi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Sekolah berbasis Asrama. Ilmu Gizi Indonesia, 4(2), 171–178.

WHO. (2018). Prevalence of Anemia in Women of Reproductive age . Dalam World Health Organization.

WHO. (2024). Transforming adolescent health: WHO’s comprehensive report on global progress and gaps. Dalam World Health Organization. https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/01-11-2024-transforming-adolescent-health--who-s-comprehensive-report-on-global-progress-and-gaps

World Health Organization. (2019). Anemia in Women and Children. Dalam World Health Organization.

Yuniarti, & Zakiah. (2021). Anemia pada Remaja Putri di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(7), 2253–2262.




DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i7.23737

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Publisher: Universitas Malahayati Lampung


Creative Commons License
Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License