Analisis Determinan Inisiasi Menyusui Dini Pada Ibu Nifas di Kecamatan Tualang

Ruth Cindy Sitorus, Noviardi Noviardi, Nastiti Hemas Mayangsari

Sari


ABSTRACT

 

Early Initiation of Breastfeeding (EIBF) is a critical intervention recommended by WHO to reduce neonatal mortality and improve exclusive breastfeeding outcomes. Despite its proven benefits, EIBF coverage in Indonesia remains below the global target. Multiple social, economic, psychosocial, and health system factors influence EIBF success, yet comprehensive evidence remains limited in industrial regions such as Tualang District.To analyze the distal and intermediate determinants associated with successful EIBF among postpartum mothers in Tualang District, Siak Regency, in 2025.A cross-sectional analytical study was conducted using consecutive sampling. Data were collected through structured questionnaires and verified with delivery records. Statistical analysis included chi-square tests for bivariable associations and multivariable logistic regression to identify dominant determinants.EIBF success was significantly associated with parity, maternal knowledge, husband and family support, and health worker support. Logistic regression identified health worker support as the strongest determinant, followed by maternal knowledge and parity. Education, employment, and household income were significant in bivariable analysis but lost significance after controlling for intermediate determinants. Health worker support, maternal knowledge, and parity are the key determinants influencing EIBF success. Strengthening lactation education, improving health worker capacity, and involving husbands and families during antenatal and delivery care are essential strategies to enhance EIBF coverage.

 

Keywords: Early Initiation of Breastfeeding, Social Determinants, Parity, Health Worker Support, Maternal Knowledge.

 

 

ABSTRAK

 

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan intervensi penting yang direkomendasikan WHO untuk menurunkan mortalitas neonatal dan meningkatkan keberhasilan menyusui eksklusif. Namun, cakupan IMD di Indonesia masih di bawah target global. Faktor sosial, ekonomi, psikososial, dan kualitas layanan kesehatan berperan dalam keberhasilan IMD, namun belum banyak diteliti secara komprehensif di wilayah dengan karakteristik industri seperti Kecamatan Tualang. Menganalisis determinan jauh dan determinan antara yang memengaruhi keberhasilan IMD pada ibu nifas di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, tahun 2025. Penelitian analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada ibu nifas menggunakan consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan diverifikasi melalui catatan persalinan. Analisis data meliputi uji chi-square untuk menilai hubungan bivariat dan regresi logistik multivariat untuk menentukan faktor dominan. Keberhasilan IMD dipengaruhi oleh beberapa determinan, terutama paritas, pengetahuan ibu, dukungan suami, serta dukungan tenaga kesehatan. Regresi logistik menunjukkan bahwa dukungan tenaga kesehatan merupakan faktor paling dominan, diikuti oleh pengetahuan ibu dan paritas. Variabel pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan signifikan pada analisis awal namun tidak berpengaruh setelah dikontrol oleh variabel antara. Faktor yang paling memengaruhi keberhasilan IMD adalah dukungan tenaga kesehatan, pengetahuan ibu, dan paritas. Intervensi untuk meningkatkan cakupan IMD perlu difokuskan pada penguatan edukasi laktasi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta pelibatan suami dan keluarga dalam perawatan antenatal dan persalinan

 

Kata Kunci: Inisiasi Menyusui Dini, Determinan Social, Paritas, Dukungan Tenaga Kesehatan, Pengetahuan Ibu.


Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Adam, A., Alim, A., & Sari, N. P. (2016). Pemberian inisiasi menyusu dini pada bayi baru lahir. Jurnal Kesehatan Manarang, 2(2).

Ahmaniyah, A., & Andrian, W. M. (2021). Hubungan inisiasi menyusui dini terhadap involusi uterus pada ibu postpartum. Jurnal Kebidanan, 11(2), 56-62.

American College of Obstetricians and Gynecologists. (2018). Breastfeeding. ACOG Committee Opinion No. 756.

Ginting, D. Y., Nirwana, S., Sara, A. M., & Tarigan, L. (2020). Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Involusi Uterus Pada Ibu Postpartum. JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK), 2(2), 194-198.

Hadisuyatmana, S., Has, E. M. M., & Setyowati, S. (2021). Determinants of early initiation of breastfeeding (IMD) and exclusive breastfeeding in Indonesia: A systematic review. BMC Public Health, 21(1), 1–12. https://doi.org/10.1186/s12889-021-11349-6

Indramukti, F. (2013). Faktor yang berhubungan dengan praktik inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu pasca bersalin normal di wilayah kerja Puskesmas Blado I. Unnes Journal of Public Health, 2(2).

Kalarikkal, J., & Pfleghaar, J. (2023). Breastfeeding Initiation. StatPearls Publishing.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Pedoman Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2024.

Mirawati, Y., Syah, N. A., & Ernawati, S. (2020). Cultural influences on breastfeeding practices among postpartum mothers in Riau. Indonesian Journal of Midwifery, 13(2), 75–84.

Pratiwi, D., Lestari, P., & Wahyuni, D. (2023). Husband’s support and breastfeeding initiation among postpartum mothers: A cross-sectional study. Malaysian Journal of Nutrition, 29(1), 45–55.

Saleem, R., et al. (2018). Structure and function of prolactin: A comprehensive review. Journal of Endocrinology and Metabolism, 8(3), 67–76.

Sirajuddin, S., Abdullah, T., & Lumula, S. N. (2013). Determinan pelaksanaan inisiasi menyusu dini. Kesmas, 8(3), 99-103.

Smith, E. R., Hurt, L., Chowdhury, R., Sinha, B., Fawzi, W., Edmond, K. M., & Neilson, J. (2017). Delayed breastfeeding initiation and infant survival: A systematic review and meta-analysis. EClinicalMedicine, 6, 57–67.

Souza, J. P., Victora, C. G., & Barros, A. J. D. (2024). Social determinants of breastfeeding outcomes in low- and middle-income countries. The Lancet Global Health, 12(2), e205–e220.

Sukarti, N. N., Windiani, I. G. A. T., & Kurniati, D. Y. (2020). Hambatan keberhasilan pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu bersalin di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 8(1), 40-53.

Sulistianingsih, A. (2020). Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini Pada Ibu Bersalin. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(1), 33-40.

Suriati, I., & Auliah, D. (2019). Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Inisiasi Menyusui Dini Pada Ibu Nifas Bersalin Normal. Voice of Midwifery, 9(1), 833-839.

Tesfaye, H. (2015). Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Terhadap Involusi Uterus Pada Ibu Bersalin Di BPS Kota Padang Tahun 2013. Jurnal Ipteks Terapan.

World Health Organization. (2010). A conceptual framework for action on the social determinants of health. WHO Press.

World Health Organization. (2023). Early initiation of breastfeeding: Clinical guideline. WHO.




DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i7.23817

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Publisher: Universitas Malahayati Lampung


Creative Commons License
Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License