Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMPN 3 Simpang Raya
Sari
ABSTRACT
Dysmenorrhea is a prevalent reproductive health condition among adolescent girls and may disrupt daily functioning, including school-related academic activities. physical activity is considered one of the factors associated with the occurrence of dysmenorrhe. Insufficient physical activity may affect blood circulation and hormonal balance, thereby increasing the risk of menstrual pain. The objective of this study was to assess the relationship between physical activity and dysmenorrhea among female adolescents at SMP Negeri 3 Simpang Raya.The investigation applied quantitative techniques via a cross-sectional study design. All adolescent girls at SMP Negeri 3 Simpang Raya constituted the study population, and the entire population of 107 respondents was included using total sampling. Data collection was conducted using a physical activity questionnaire and a menstrual pain scale. The data analysis involved univariate analysis to depict respondent characteristics and bivariate analysis to examine the association between physical activity and dysmenorrhea. Participant demographics showed that respondents clustered around early adolescence, with a mean age of 13.64 ± 0.97 years, while the mean age at menarche was 11.63 ± 1.06 years. Most respondents experienced dysmenorrhea with mild to moderate pain intensity. The majority of respondents had low levels of physical activity. Bivariate analysis indicated a significant relationship between physical activity and the incidence of dysmenorrhea among adolescent girls. In conclusion, there is a significant relationship between physical activity and dysmenorrhea among adolescent girls at SMP Negeri 3 Simpang Raya. Regular physical activity can help reduce menstrual pain intensity by improving blood circulation and stimulating endorphin release. Therefore, it is recommended that adolescent girls engage in regular physical activity as a non-pharmacological strategy to prevent and reduce dysmenorrhea.
Keywords: Physical Activity, Adolescent Girls, Dysmenorrhea.
ABSTRAK
Dismenore adalah suatu permasalahan masalah kesehatan reproduksi yang kerap dialami remaja putri dan mengganggu rutinitas harian, termasuk aktivitas belajar di sekolah. Faktor yang diduga memiliki keterkaitan dengan kejadian dismenore salah satunya yaitu aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang kurang dapat memengaruhi sirkulasi darah dan keseimbangan hormonal sehingga meningkatkan risiko nyeri menstruasi. Penelitian ini dimaksudkan guna mengkaji hubungan antara aktivitas fisik dan kejadian dismenore pada remaja putri di SMP Negeri 3 Simpang Raya. Pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dipergunakan dalam penelitian ini, di mana seluruh remaja putri di SMP Negeri 3 Simpang Raya menjadi populasi penelitian, dengan total sampel 107 responden mempergunakan teknik total sampling. Data diambil mempergunakan kuesioner aktivitas fisik dan skala nyeri menstruasi. Data dianalisis secara univariat guna menggambarkan karakteristik responden, serta secara bivariat agar diketahui keberadaan hubungan antara aktivitas fisik dan dismenore. Diperlihatkan dengan temuan ini bahwasanya responden rata-rata berusia 13,64 ± 0,97 tahun dan usia menarche rata-rata adalah 11,63 ± 1,06 tahun. Banyaknya responden mengalami dismenore ringan hingga sedang. Mayoritas responden memperlihatkan rendahnya tingkat aktivitas fisik. Analisis bivariat mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Kesimpulan yang didapatkan adalah terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMP Negeri 3 Simpang Raya. Rutinitas dalam beraktivitas fisik dapat membantu menurunkan keluhan nyeri haid karena mampu melancarkan sirkulasi darah serta merangsang pelepasan hormon endorfin. Oleh sebab itu, remaja putri dianjurkan untuk membiasakan diri melakukan aktivitas fisik secara teratur sebagai cara nonfarmakologis dalam upaya pencegahan dan pengurangan keluhan dismenore.
Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Remaja Putri, Dismenore.
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Aqila, S. P., Wulandari, F. W., Alvianty, C. W., & Nurcandra, R. A. (2025). Systematic Review: The Role of Physical Activity on The Incidence of Dysmenorrhea in Adolescents Aged 12-18 Years. Jurnal Kesehatan, 18(2), 194–207.
Aryadini, dea ayu. (2020). Pengaruh Penggunaan Media Taminore Hunt Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Dismenore Title. 2, 1–9.
Aulia Rahma Dini. (2025). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Disminorea Pada Remaja Putri Di Sman 5 Kota Padangsidimpuan Tahun 2024.
Chrismatika. (2021). analisis korelasi antara usia menarche dan dismenore primer pada siswi smp lab school palu. 32(3), 167–186.
Committee on Adolescent Health Care. (2018). Committee on Adolescent Health Care Dysmenorrhea and Endometriosis in the Adolescent. The American College of Obstetricians and Gynecologists, 132(6), e249–e258.
Dara, A. (2023). hubungan aktivitas fisik dan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian dismenore pada remaja putri. 5(1), 246–259.
Dewi, S., Suryani, R., Iriani, O. S., Risyanti, B., & Rahmawati, N. (2025). hubungan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri di smp negri 2 padaherang kabupaten pangandaran tahun 2025.
Fatimah, A. D. B., & Rohmah, F. N. (2020). The Relation Between Physical Activities and the Occurrence of Dysmenorrhea. Disease Prevention and Public Health Journal, 14(2), 76.
Itani, R., Soubra, L., Karout, S., Rahme, D., Karout, L., & Khojah, H. M. J. (2022). Primary Dysmenorrhea: Pathophysiology, Diagnosis, and Treatment Updates.
Khasanah, N. (2021). Aktifitas Fisik, Peran Orang Tua, Sumber Informasi terhadap Personal Hygiene saat Menstruasi pada Remaja Putri. SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia, 1(1), 23–34.
Liu. (2025). Academic stress and irregular menstruation influence the dysmenorrhea, school absenteeism and healthcare seeking among adolescent girls in junior high school in Shanghai: a cross-sectional study. Frontiers in Reproductive Health, 7(July), 1–12.
Nawawi, H. (2020). Populasi Dan Sampel Dalam Penelitian. https://raharja.ac.id/2020/11/04/apa-itu-populasi-dan-sampel-dalam-penelitian/
Putri, R. O. M., & Riyadi, H. (2023). Hubungan Kebiasaan Makan, Aktivitas Fisik, dan Kebiasaan Olahraga dengan Kejadian Dismenorea pada Remaja Putri di Kota Pariaman. Jurnal Ilmu Gizi Dan Dietetik, 2(4), 237–244.
Rahayu. (2024). Manfaat Aktivitas Fisik Teratur Untuk Kesehatan Fisik dan Kesehatan Mental Indriyani Rahayu. Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan Mental Peserta Didik, 232–237.
Riyadi, S., Munip, A., Junaidi, A., Buaja, T., Shaddiq, S., Nining, & Andriani6. (2025). hubungan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri. 6(1), 167–186.
Romadhoni, W. N., Nasuka, N., Candra, A. R. D., & Priambodo, E. N. (2022). Aktivitas Fisik Mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga selama Pandemi COVID-19. Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga (JPJO), 5(2), 200–207.
Sulistiani, E. D., Fitriani, R. K., Kholifatullah, A. I., Imania, M. F. N., & Salim, L. A. (2023). Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Di Kabupaten Ponorogo, Indonesia: Studi Cross-Sectional. Journal of Community Mental Health and Public Policy, 5(2), 83–90.
Umah, I. R. (2024). Hubungan aktivitas fisik dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi prodi pendidikan dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
WHO. (2016). WHO Guidelines on physical activity and sedentary behaviour. In Routledge Handbook of Youth Sport (pp. 1–582).
Widiawati, F., Ismarwati, I., & Mahmudah, N. (2025). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri Kelas X di MAN 1 Sleman. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 4030–4039.
DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i9.24691
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Publisher: Universitas Malahayati Lampung

Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License


Panduan Penulisan





