Tradisi Bapukung Suku Banjar Dalam Asuhan Keperawatan Anak: Kajian Etnografi Interpretatif dan Analisis Efektivitas Siklus Tidur Rapid Eye Movement (Rem) Pada Bayi

Erliana Puteri, Abdus Salam, Uswatun Hasanah, Khalidah Khalidah, Herman Ariadi, M. Irfan Naufal, Dian Yuliazahra

Sari


ABSTRACT

 

Sleep is a basic need for infants and plays a crucial role in the development of the nervous, cognitive, and emotional systems, particularly during the Rapid Eye Movement (REM) phase. Among the Banjar people in South Kalimantan, the Bapukung tradition is still practiced as a method of lulling infants to sleep, passed down through generations and believed to provide a sense of security and calm. This study aims to examine the Bapukung tradition in the context of childcare through an interpretive ethnographic approach and its effectiveness on infant sleep quality, particularly during the REM phase. The study employed a qualitative design using in-depth interviews and participant observation with ten informants: mothers who practice Bapukung, health workers, traditional leaders, and village officials in Kuin Village, Banjarmasin. Data analysis was conducted thematically using NVivo 12 software. The results indicate that the Bapukung tradition still exists and is interpreted as a form of affection, protection, and spiritual practice in infant care. Physiologically, Bapukung positively contributes to infant sleep quality by helping infants fall asleep faster, maintaining a stable sleep duration, and increasing the proportion of REM sleep, which plays a crucial role in brain development and emotional regulation. This study concludes that the Bapukung tradition has the potential to be developed as a safe, effective, and contextual non-pharmacological intervention based on local wisdom to support infant health and development.

 

Keywords: Bapukung, Banjar Tribe, Infant Sleep, Rapid Eye Movement (REM) Sleep, Pediatric Nursing, Local Wisdom.

 

 

ABSTRAK

 

Tidur merupakan kebutuhan dasar bayi yang berperan penting dalam perkembangan sistem saraf, kognitif, dan emosional, terutama pada fase Rapid Eye Movement (REM). Pada masyarakat Suku Banjar di Kalimantan Selatan, tradisi Bapukung masih dipraktekkan sebagai metode menidurkan bayi yang diwariskan secara turun-temurun dan diyakini memberikan rasa aman serta ketenangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Bapukung dalam konteks asuhan keperawatan anak melalui pendekatan etnografi interpretatif serta menganalisis efektivitasnya terhadap kualitas tidur bayi, khususnya fase REM. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap sepuluh informan yang terdiri dari ibu pelaku Bapukung, tenaga kesehatan, tokoh adat, dan aparat desa di Desa Kuin, Banjarmasin. Analisis data dilakukan secara tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bapukung masih eksis dan dimaknai sebagai bentuk kasih sayang, perlindungan, serta praktik spiritual dalam pengasuhan bayi. Secara fisiologis, Bapukung berkontribusi positif terhadap kualitas tidur bayi dengan membantu bayi lebih cepat tertidur, mempertahankan durasi tidur yang stabil, serta meningkatkan proporsi fase REM yang berperan penting dalam perkembangan otak dan regulasi emosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi Bapukung berpotensi dikembangkan sebagai intervensi keperawatan non farmakologis berbasis kearifan lokal yang aman, efektif, dan kontekstual dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang bayi.

 

Kata Kunci: Bapukung, Suku Banjar, Tidur Bayi, Rapid Eye Movement (Rem), Keperawatan Anak, Kearifan Lokal.


Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Agustina, D., Alayda, N. F., Annisa, F. S., Aulia, C. M., Ramadani, R. A., & Sintia, D. (2023). Analisis Manfaat Tradisi Bapukung Terhadap Kesehatan Anak Di Kecamatan Teluk Balengkong, Riau. Community Development Journal, 4(5), 10212–10221. Https://Journal.Universitaspahlawan.Ac.Id/Index.Php/Cdj/Article/View

Andrian, R. (2024). Bapukung Sebagai Identitas Budaya Lokal Suku Banjar Di Tembilahan. Tashwir: Jurnal Penelitian Agama Dan Sosial Budaya, 12(2), 61–68.

Anthony, F. Z., Ali, S., Ali, M., Zahra, F. D., & Masitah, I. (2024). Computer Vision–Based Infant Bed Design To Support Sleep Training. Applied Engineering, Innovation, And Technology, 1(1), 14–22.

Bakar, S. A. (2022). The Miracle Of Sleep. Pts Publishing House.

Bass, J. J., Wilkinson, D. J., Rankin, D., Phillips, B. E., Szewczyk, N. J., Smith, K., & Atherton, P. J. (2022). Technical Considerations In Physiological Research Methods. Scandinavian Journal Of Medicine & Science In Sports, 27(1), 4–25. Https://Doi.Org/10.1111/Sms.13018

Creswell, J. W. (2015). Qualitative Inquiry And Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd Ed.). Sage Publications.

Fatimah, S., Safitri, N. A., Andani, S. M., & Assilviyani, A. R. (2024). Pandangan Masyarakat Banjar Terhadap Tradisi Bapukung. Religion: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 3(2), 739-748.

Junita, M. (2025). Bapukung: Tinjauan Ustadz, Bidan Dan Masyarakat Terhadap Tradisi Menidurkan Bayi Khas Banjar. Indonesian Journal Of Islamic Jurisprudence, Economic And Legal Theory, 3(1), 163-169.

Luong, V., Bearman, M., & Macleod, A. (2023). Understanding Meta-Ethnography In Health Professions Education Research. Journal Of Graduate Medical Education, 15(1), 40–45. Https://Doi.Org/10.4300/Jgme-D-22-00456.1

Mahadevan, J., & Moore, F. (2023). Reflexive Engagement With Ethnography In Social And Health Research. Journal Of World Business, 7(3), 14–24. Https://Doi.Org/10.1016/J.Jwb.2023.101402

Maulya, N., & Juniati, S. (2026). Makna Simbolik Pada Tradisi Baayun Bapukung Bayi Suku Banjar. Jurnal Sosial Humaniora, 2(1), 44-50.

Najwa, N., Hidayah, N., Andini, N. F., Prastricia, M. A., Hasanah, N., & Putri, A. O. (2024). Tradisi Bapukung Dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Anak Di Desa Ujung Purui. Trilogi: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, Dan Humaniora, 5(4), 523–530.

Nursifa, S. K., & Keb, M. (2026). Tradisi Ayun Bapukung Dalam Perawatan Bayi: Integrasi Nilai Kesehatan Dan Budaya. Penerbit Kbm Indonesia.

Patel, A. K., Reddy, V., Shumway, K. R., & Araujo, J. F. (2024). Physiology, Sleep Stages. Statpearls Publishing.

Rahmawati, S., Prihartanti, N., & Purwandari, E. (2022). Parenting In The Bapukung Tradition. Jurnal Ilmiah Psikologi, 7(2), 189–203.

Salamiyah, S., & Janah, R. (2021). Budaya Baayun Bapukung Banjar: Kajian Budaya, Islam, Dan Sains. Al-Kawnu: Science And Local Wisdom Journal, 1(1), 1–6.

Salamiyah, S., & Janah, R. (2021). Budaya Baayun Bapukung Banjar: Sisi Kajian Budaya, Islam, Dan Sains. Al Kawnu: Science And Local Wisdom Journal, 1(1).

Sari, W. S., Pudjibudojo, J. K., Tondok, M. S., & Hasanuddin, A. S. (2025). Eksplorasi Tradisi Ayun Bapukung Dalam Pengasuhan Anak Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Flourishing Journal, 5(11), 638-647.

Sugiyono. (2024). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Dan R&D. Alfabeta.

Yuliawati, R., & Dirjo, M. M. (2016). Pemanfaatan Tradisi Unik Posisi Tidur “Dipukung” Untuk Pemenuhan Kebutuhan Tidur Bayi Pada Masyarakat Suku Banjar Di Samarinda Kalimantan Timur.




DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i6.24928

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Publisher: Universitas Malahayati Lampung


Creative Commons License
Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License