Hubungan Derajat Aktivitas Penyakit Dengan Fibromialgia Pada Pasien Systemic Lupus Erythematosus (SLE) di Komunitas Odapus Lampung

Saniyyah Army Gariana -  Universitas Malahayati, Indonesia
Festy Ladyani -  Universitas Malahayati, Indonesia
Firhat Esfandiari -  Universitas Malahayati, Indonesia
Rina Kriswiastiny* -  Universitas Malahayati, Indonesia

ABSTRACT

 

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) is a participatory systemic autoimmune condition involving many organ systems in the body and high production of autoantibodies. Objective to see the relationship between the degree of disease activity and fibromyalgia in systemic lupus eriythematosus patients in the ODAPUS Lampung community in 2020. Cross-sectional analytic. Sampling was done using total sampling. Respondents of this study were all Lupus patients in the ODAPUS Community in Lampung, as many as 40 people. Showed that from 40 patient respondents, 5 respondents (12.5%) had the degree of mild disease activity, 35 respondents (87.5%) had no diagnosis. fibromyalgia 14 Respondents (35.0%), diagnosed with fibromyalgia 26 respondents (65.0%) Chi Square analysis results obtained p-value = 0.000 (p ≤ 0.05), which is a relationship between the degree of disease activity and fibromyalgia in systemic lupus patients eriythematosus in the ODAPUS community in Lampung. The existence of a relationship between the degree of disease activity and fibromyalgia in systemic lupus eriythematosus (SLE) patients in the Lampung ODAPUS community in 2020 with (p <0.05)

 

Key words: Disease Degree, Fibromyalgia, SLE

 

ABSTRAK

 

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan kondisi autoimun sistemik ditandai dengan melibatkan banyak sistem organ didalam tubuh serta didapatkan produksi kadar yang tinggi pada autoantibodi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara derajat aktivitas penyakit dengan fibromialgia pada pasien systemic lupus eriythematosus di komunitas ODAPUS lampung. Bersifat analitik secara cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Total sampling. Responden penelitian ini adalah seluruh pasien Lupus di Komunitas ODAPUS Lampung sebanyak 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan dari 40 responden didapatkan pasien derajat aktivitas penyakit ringan 5 responden (12,5%), derajat aktivitas penyakit berat 35 responden (87,5%), tidak terdiagnosa fibromialgia 14 Responden (35,0%), terdiagnosis fibromialgia 26 responden (65,0%) Hasil analisis uji Chi Square didapatkan p-value = 0,000 (p ≤ 0,05) yaitu Terdapat hubungan antara derajat aktivitas penyakit dengan fibromialgia pada pasien systemic lupus eriythematosus di komunitas ODAPUS lampung. Terdapat hubungan antara derajat aktivitas penyakit dengan fibromialgia pada pasien systemic lupus eriythematosus (SLE) di komunitas ODAPUS lampung tahun 2020 dengan (p< 0,05)

 

Kata kunci : Derajat penyakit, Fibromialgia, SLE

  1. Akib, A.A.P., Munasir, Z., Kurniati, N. (2010). Buku Ajar Alergi Imunologi Anak Edisi Kedua. Jakarta:Badan Penerbit IDAI
  2. Battista M, et al. (2018). one year in review 2018 Systemic Lupus Erythematosus. Clinical and. Experimental Rheumatology, 36:763-777
  3. Costa, D.D., et al. (2000). Determinants of health status in fibromyalgia: a comparative study with systemic lupus erythematosus.J Rheumatol.
  4. Fanouriakis A, et al. (2019). 2019 update of the EULAR recommendations for the management of systemic lupus erythematosus. Annals of the rheumatic diseases, 78:736-734
  5. Farkhati M.Y, dkk. (2012). Antibodi anti DS-DNA sebagai faktor prognosis mortalitas pada lupus eritematosus sistemik. Sari Pediatri,14(2):90-96
  6. Kasjmir.Y.I, dkk. (2011).Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik. Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Tersedia dalam http://reumatologi.or.id/reurek/download/5 Diunduh:11 Maret 2020
  7. Kemenkes RI. (2017). Situasi Lupus di Indonesia.Pusat Data dan Informasi.Jakarta:Kemenkes Kesehatan RI.
  8. Kumar, V., Cotran, R.Z., Robbins, S.L.(Eds.). (2012). Buku Ajar Patologi Robbins Edisi 7 Volume 1.Jakarta:EGC.
  9. Levy R.A, et al. (2013). Autoimmunity : Systemic Autoimmune Diseases and Pregnancy . https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459447/ diunduh 23 Maret 2020
  10. Nadhiroh, F. (2007). Lupus Penyakit Seribu Wajah Dominan Menyerang Wanita. http://surabaya.detik.com 20 Januari 2021
  11. Pusat data dan informasi kementrian kesehatan RI (Pusdatin). (2017). Situasi Lupus di Indonesia. Jakarta:Pusdatin Kemenkes RI.
  12. Roselen, R. E. (2019). Hubungan Faktor Usia dengan Kelelahan pada Pasien Systemic Lupus Erythematosus (SLE) di Komunitas ODAPUS Lampung Tahun 2019.Jurnal Medika Malahayati, 4(4):249-256.
  13. Sari P.W. (2016). Faktor pencetus gejala dan perilaku pencegahan Systemic Lupus Erythematosus. Jurnal Ners,11(2):213-219
  14. Setiati S, dkk. (2014). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid III . Edisi VI. Jakarta:InternaPublishing
  15. Setiawati, M.C.N., Nyoman, K., Ikawati, Z., Melani, F., Meika, W.N. (2014). Evaluasi Penggunaan Obat, Pengukuran Aktivitas Penyakit dan Pemberian Konseling Pasien Systemic Lupus Erythematosus (SLE).Media Farmasi Indonesia, 9(2):710-722.
  16. Stojan G and Michelle P. (2018). Epidemiology of Systemic Lupus Erythematosus.Current opinion in rheumatology,30(2):144-150
  17. Sugiyono. (2016). Metode penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet
  18. Sujarweni. V. W. (2020). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustakabarupress
  19. Vaillant A.A et al. (2020). Lupus Erythematosus. StartPearls Publishing . https:/www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535405/ diunduh 25 Maret 2020
  20. Wiradharma D. (2014). SLE Penyakit Autoimun yang perlu diketahui Dokter Praktik Umum. Jakarta: CV Sagung Seto
  21. Wolfe F, et al. (2016). 2016 Revisions to the 2010/2011 fibromyalgia diagnostic criteria. Seminars in Arthritis and Rheumatism , 46:319-329.