Analisis kandungan mineral dalam air sumur air minum botol kemasan dan air isi ulang di kecamatan kemiling bandar lampung

Festy Ladyani Mustofa -  Universitas Malahayati, Indonesia
Ismalia Husna -  Universitas Malahayati, Indonesia
Devi Nilam Laila Safitri* -  Universitas Malahayati, Indonesia

ABSTRACT

 

Drinking water can be obtained through well water, bottled drinking water, and refill water which allows chemicals that are harmful to the body. therefore it is necessary to do research to determine the mineral content. Given the function of minerals cannot be replaced if a deficiency of one of these substances will cause abnormalities. To determine the mineral content of well water, bottled drinking water, and refill water in the District of Kemiling, Bandar Lampung. Descriptive research design. One sample of each type of water was taken and then given to the Sucofindo Bandar Lampung laboratory for mineral content analysis. For well water samples, it was necessary to boil them first before submitting them to the laboratory. In well water samples, bottled drinking water, and refillable water, the physical, chemical, and inorganic chemical parameters were below the quality standard set by the Minister of Health of the Republic of Indonesia through Permenkes No. 492 of 2010 concerning drinking water requirements. Analysis of mineral content in well water, bottled drinking water, and refillable water in the District of Kemiling Bandar Lampung fulfills the requirements for physical parameters, inorganic chemical parameters, and chemical parameters in the Minister of Health Regulation No.492 of  2010 concerning water requirements so that drink water could be safe for consumption.

 

Keywords: Mineral, Drinking Water, Physical, Chemical, Inorganic

 

ABSTRAK

 

Air minum bisa didapatkan melalui air sumur, air minum botol kemasan dan air isi ulang yang memungkinkan terdapat bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh. oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan mineral. Mengingat mineral tidak dapat digantikan fungsinya jika kekurangan salah satu zat tersebut akan menimbulkan kelainan. Tujuan untuk mengetahui kandungan mineral pada air sumur, air minum botol kemasan dan air isi ulang di Kecamatan Kemiling Bandar Lampung. Desain penelitian deskriptif. Masing-masing jenis air diambil satu sampel lalu  diberikan kepada laboratorium Sucofindo Bandar Lampung untuk dianalisis kandungan mineral. Untuk sampel air sumur perlu dilakukan perebusan terlebih dahulu sebelum diserahkan kepada pihak laboratorium. Pada sampel air sumur, air minum botol kemasan dan air isi ulang jenis parameter fisik, kimia dan kimia anorganik berada di bawah baku mutu yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia melalui Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan air minum. Analisis kandungan mineral dalam air sumur, air minum botol kemasan dan air isi ulang di Kecamatan Kemiling Bandar Lampung memenuhi syarat parameter fisik, parameter kimia anorganik, dan parameter kimia pada peraturan Menteri Kesehatan No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan air minum sehingga air minum dapat layak untuk dikonsumsi.

 

Kata kunci : Mineral, Air Minum, Fisik, Kimia, Anorganik

  1. Astuti, D.W. Fatimah, S. dan Anie, S. (2016). Analisis Kadar Kesadahan Total pada Air Sumur di Padukuhan Bandung Playen Gunung Kidul Yogyakarta. Analit: Analytical and Environmental Chemistry, l(01): 69-73.
  2. Aryasa, I.W.T. Risky, D.P. dan Artaningsih, N.P.L.J. (2019). Uji Pendahuluan Kualitas Air Pada Sumber Mata Air di Banjar Tanggahan Tengah, Desa Susut Kecamatan Susut Kabupaten Bangli. Jurnal Kesehatan Terpadu, 3(2): 76 – 81.
  3. Daud, A. (2011). Analisis Kualitas Lingkungan. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
  4. Sampulawa, I. dan Tumanan, D. (2016). Analisis Kualitas Air Minum Isi Ulang yang dijual di Kecamatan Teluk Ambon. ARIKA, 10 (1).
  5. Susanti, W. (2010). Analisis Kadar Ion Besi, Kadmium dan Kalsium dalam Air Minum Kemasan Galon dan Air Minum Kemasan Galon Isi Ulang dengan Metode Spektrofotometer Serapan Atom. Skripsi. Universitas Sumatra Utara. Medan.
  6. Soetedjo, N.N.M. dkk. (2014). ‘metabolisme nutrisi dalam: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Ed 6: 410-419, Jakarta: Interna publishing.
  7. Gafur, A. Kartini, A.D. dan Rahman. (2017). Studi Kualitas Fisik Kimia dan Biologis pada Air Minum Dalam Kemasan Berbagai Merek yang Beredar di Kota Makassar Tahun 2106. Higiene, 3(1).
  8. Gunarsih, C. Mejaya, M.J. dan Indrasari, S.D. (2011). Kandungan Mineral Beberapa Galur Harapan Padi Sawah. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 30 (2).
  9. Ismayanti, N.A. Kesumaningrum, F. dan Muhaimin. (2019). Analisis Kadar Logam Fe, Cr, Cd dan Pb dalam Air Minum Isi Ulang di Lingkungan Sekitar Kampus Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Indonesian Journal of Chemical Analysis. 2(01): 41-46.
  10. Kozisek, F. (2005). Health Risk From Drinking Demineralized Water. Nutrients in Drinking water. Water, Sanitation and Health Protection and The Human Environment. World Health Organization, Geneva, pp. 148-163.
  11. Khaira, K. (2014). Analisis Kadar Tembaga (Cu) dan Seng (Zn) dalam Air Minum Isi Ulang Kemasan Galon di Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Sainstek, 6(2) :116-123.
  12. Mandasari, R. (2009). Analisis Kadar Besi (Fe) Dalam Air Minum Kemasan dengan Metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
  13. Mairizki, F. (2017). Analisis Kualitas Air Minum Isi Ulang di Sekitar Kampus Universitas Islam Riau. Jurnal Katalisator, 2(1).
  14. Musli, V. dan Fretes, R. D. (2016). Analisis Kesesuaian Parameter Kualitas Air Minum Dalam Kemasan yang Dijual di Kota Ambon dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). ARIKA, 10(1).
  15. Nurasia. (2018). Analisis Kualitas Kimia dan Fisika Air Minum Dalam Kemasan yang Diproduksi di Kota Palopo. Jurnal Dinamika, 09(2): 35-41.
  16. Nisak, K. (2018). Analisis Kesadahan pada Rebusan Air Sumur Gali di Dusun Padek Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Karya Tulis Ilmiah. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika. Jombang.
  17. Ngibad, K. dan Herawati, D. (2019). Analisis Kadar Klorida dalam Air Sumur dan PDAM di Desa Ngelom Sidoarjo. Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia, 4(1): 1-6.
  18. Permenkes RI. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/Per/Iv/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  19. Permenkes RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
  20. Rahman, S. M. Kippler, M. Tofail, F. Bolte, S. Hamadani, J.D. dan Vahter, M. (2017). Manganese in Drinking Water and Congnitive Abilites and Behavior at 10 Years af Age: A Prospective Cohort Study 2017 May 26, 125(5). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5726374/. 1 Oktober 2020.
  21. Winarno, F.G. (2008). Kimia Pangan dan Gizi, Bogor: Mbrio Press.
  22. WHO. (2017). Guidelines For Drinking Water Quality Fourth Edition Incorporating The First Addend. https://www.who.int/publications/i/item/9789241549950