Gambaran Pengetahuan Wanita Usia Subur Terhadap Kejadian Keputihan
Backround: Vaginal discharge (fluor albus) is one of the most common reproductive complaints experienced by women of childbearing age. This condition can be physiological or pathological and is often influenced by hygiene and individual knowledge. Lack of understanding can cause women to be unable to distinguish between normal and abnormal conditions, putting them at risk of infections that affect their reproductive health.
Purpose: This study aims to determine the knowledge of women of childbearing age regarding vaginal discharge at the Kebon Jahe Community Health Center in Bandar Lampung in 2025.
Methods: The study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The sample
consisted of 30 female respondents of childbearing age who were selected using total sampling technique. The research instrument was a closed questionnaire containing 20 questions. The data were analyzed univariately for frequency distribution and univariate analysis.
Result: The results showed that the majority of respondents had a high school education (90%). A total of 29 respondents (97%) had good knowledge, while 1 respondent (3%) had poor knowledge.
Conclusion: For health workers to maintain educational programs for adolescent girls on maintaining genital hygiene to prevent vaginal discharge. Furthermore, this study can be used as data for future researchers, who are expected to take larger samples that are representative of the existing population using a qualitative approach in order to gain a deeper understanding of adolescent girls' behavior in maintaining genital hygiene to prevent vaginal discharge.
Keywords : Knowledge, Women of Childbearing Age, Vaginal Discharge
ABSTRAK
Latar belakang: Keputihan (fluor albus) merupakan salah satu keluhan reproduksi yang paling sering dialami wanita usia subur. Kondisi ini dapat bersifat fisiologis maupun patologis dan sering dipengaruhi oleh faktor kebersihan serta pengetahuan individu. Kurangnya pemahaman dapat menyebabkan wanita tidak mampu membedakan kondisi normal dan abnormal, sehingga berisiko mengalami infeksi yang berdampak pada kesehatan reproduksi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia subur mengenai kejadian keputihan di Puskesmas Kebon Jahe Bandar Lampung tahun 2025
Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 responden wanita usia subur yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup berisi 20 pertanyaan. Data dianalisis secara univariat untuk distribusi frekuensi dan univariat. Hasil: penelitian menunjukkan mayoritas responden berpendidikan SMA (90%). Sebanyak 29 responden (97%) memiliki pengetahuan baik, sementara 1 responden (3%) berpengetahuan kurang.
Bagi tenaga kesehatan untuk mempertahankan program penyuluhan kepada remaja putri tentang perilaku
menjaga kebersihan organ genitalia dalam mencegah keputihan. Dan bagi peneliti selanjutnya dapat dijadikan sebagai data untuk peneliti selanjutnya, di-harapkan dapat mengambil sampel yang lebih besar dan mewakili populasi yang ada dengan menggunakan pendekatan kualitatif agar dapat lebih mendalam mengetahui per-ilaku remaja putri tentang menjaga kebersihan organ genitalia dalam mencegah keputihan.
Kata Kunci : Pengetahuan, Wanita Usia Subur, Keputihan
- Adnyani. (2021). Pengetahuan dan Faktor yang Mempengaruhinya. Andayani. (2022). Pengetahuan tentang Keputihan dan Pengaruhnya.
- Chici Riansih. (2021). Hubungan Pendidikan dengan Pengetahuan SADARI pada Wanita Usia Subur di Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta.
- Green, I. (2005). Health Behavior Models. [Sumber tidak lengkap].
- Hairuddin, K., & Hasnawati, S. (2023). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Pencegahan Keputihan Pada Remaja Di SMA Sidrap. InHealth: Indonesian Health Journal, 2(1), 76– 83. https://doi.org/10.56314/inhealth.v2i1.111 
- Hastono, S. P. (2020). Analisis Data Kesehatan. [Sumber tidak lengkap].
- Hidayat, A. A. (2020). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. [Sumber tidak lengkap]. Juniar, A. D., Simamora, A. Y., Manalu, C. N. P., Cathryne, J., & Ningsih, M. T. A. S. (2023). The relationship between level of knowledge and vaginal discharge prevention behavior for nursing student. Revista Brasileira de Enfermagem, 76(suppl 2). https://doi.org/10.1590/0034-7167-2022-0602
- Kurnia, R., & Az, M. (2018). Personal Hygiene dalam Pencegahan Keputihan. [Sumber tidak lengkap]. Masturoh, & Anggita. (2018). Penyusunan Kerangka Konsep Penelitian. [Sumber tidak lengkap].
- Mawaddah, S. (2019). Efektifitas Jus Nanas terhadap Keputihan (Fluor Albus) pada Wanita Usia Subur (WUS). Jurnal Kesehatan, 10(3), 367–373. https://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK/article/view/1518
- Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
- Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Novitasari, K., Nurlinda, A., & Ahri, R. (2018). Consumption of Transfer Factor Belle Vie on the WUS With Menstrual Disorders in the City of Makassar. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 1(4), 318–327.
- Rokhmah, D., Nurwidyansyah, S. D., & Rif’ah, E. N. (2020). Perempuan dan IMS: Perilaku Menjaga Personal Hygiene Organ Reproduksi pada Pekerja Seks Langsung di Indonesia. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(1), 36–41. https://doi.org/10.14710/jpki.15.1.36-41 
- Sari, N., Misrawati, & Woferst, R. (2011). Efek Rebusan Daun Sirih untuk Mengurangi Keputihan pada Wanita. Jurnal Ners Indonesia, 2(1), 79–89.
- Sukmadinata, N. S. (2017). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Widyaningsih. (2021). Instrumen Penilaian Pengetahuan Keputihan pada Wanita Usia Subur. [Sumber tidak lengkap].
- Wulaningtyas, R., & Widyawati, N. (2018). Perbandingan Kejadian Keputihan pada Iklim Tropis dan Non-Tropis. [Sumber tidak lengkap].
- Wulandari, T. E. W. P. (2021). Penerapan Rebusan Daun Sirih Dalam Mengatasi Keputihan Pada Remaja Di Perum Manunggal Kelurahan Kauman Kota Salatiga. Jurnal Kesehatan, 2(2), 26–32.

