Pernikahan Dini Dan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil

Novinta Indana Rohmah* -  Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang, Indonesia
Tut Rayani Akhsohini Wijayanti -  Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang, Indonesia

Background:  Pregnancy is the process of embryonic development within a woman's womb, lasting approximately nine months. Early pregnancy due to early marriage can lead to inadequate maternal nutritional needs, leading to the risk of anemia, chronic energy deficiency (CED), hemorrhage, and low birth weight (LBW). Purpose: This study aims to determine the relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women. Methods: The research method used was an analytical survey with a cross-sectional approach. The sampling technique used was total sampling. The sample in this study was all 92 pregnant women registered in the KIA register. Results: The results showed that of the 63 respondents who experienced early marriage, the majority (58 respondents (92.1%)) experienced anemia, while 5 respondents (7.9%) did not experience anemia. Meanwhile, of the 29 respondents who did not experience early marriage, the majority (25 respondents (86.2%)) did not experience anemia, and 4 respondents (13.8%) did experience anemia. The results of the Chi-Square statistical test yielded a p-value of 0.000 (< 0.05), thus concluding that there is a significant relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women. Conclusion: The results of the chi-square statistical test yielded a p-value of 0.001 (<0.05), thus concluding that there is a significant relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women. Mothers who marry early have a higher risk of developing anemia than mothers who do not marry early. Suggestions; Education about the impact of early marriage and monitoring the health of pregnant women need to be improved to prevent anemia in pregnancy. Keywords: Anemia, Pregnant Women, Early Marriage

 

Keywords: Anemia, Early Marriage, Pregnant Women

 

ABSTRAK

 

Latar Belakang: Kehamilan merupakan proses perkembangan embrio hingga janin di dalam rahim seorang perempuan yang berlangsung kurang lebih selama sembilan bulan. Kehamilan pada usia muda akibat pernikahan dini dapat menyebabkan kebutuhan nutrisi ibu tidak terpenuhi secara optimal, sehingga berisiko menimbulkan anemia, Kekurangan Energi Kronis (KEK), perdarahan, serta melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metode:  Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan Adalah total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang terdaftar dalam buku register KIA dengan jumlah sebanyak 92 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 63 responden yang mengalami pernikahan dini, sebagian besar mengalami anemia yaitu 58 responden (92,1%), sedangkan 5 responden (7,9%) tidak mengalami anemia. Sementara itu, dari 29 responden yang tidak mengalami pernikahan dini, sebagian besar tidak mengalami anemia yaitu 25 responden (86,2%), dan 4 responden (13,8%) mengalami anemia. Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan: Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,001 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Ibu yang menikah dini memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan ibu yang tidak menikah dini. Saran: Edukasi tentang dampak pernikahan dini dan pemantauan kesehatan ibu hamil perlu ditingkatkan guna mencegah kejadian anemia pada kehamilan.

 

Kata Kunci: Anemia, Ibu Hamil, Pernikahan Dini 

 

 



  1. Aprilia, I. N. (2020). Pengaruh Kehamilan Usia Remaja Terhadap Kejadian Anemia dan KEK pada Ibu Hamil. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 554–559. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.347
  2. Astriana, W. (2017). Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Ditinjau dari Paritas dan Usia. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 123–130. http://ejournal.stikesaisyah.ac.id/index.php/jika/
  3. Badan Pusat Statistik Malang. (2024). Statistik Daerah Kabupaten Malang (Badan Pusat Statistik Malang (ed.); 14th ed.). BPS kabupaten Malang. https://doi.org/1101002.3507
  4. Ernawati, A. (2018). Hubungan Usia Dan Status Pekerjaan Ibu Dengan Kejadian Kurang Energi Kronis Pada Ibu Hamil. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan Dan IPTEK, 14(1), 27–37. https://doi.org/10.33658/jl.v14i1.106
  5. Friza Novita Sari Situmorang, Evo Malini Silalahi, Damayanti Damayanti, Sonia Novita Sari, & Rismalia Tarigan. (2025). Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di PMB Linda Elisabet Kecamatan Beji Kota Depok Provinsi Jawa Barat Tahun 2024. Jurnal Anestesi, 3(1), 135–141. https://doi.org/10.59680/anestesi.v3i1.1611
  6. Hajrah, F., Parwati, D., Rismaida, M., Fadhilah, I., & Armiyati Nur. (2025). Hubungan Pernikahan Dini dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Tamalarea. Mando Care Jurnal, 5(2), 2222–2227. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1501
  7. Hamida. (2024). Hubungan pernikahan usia dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Polindes Glagahwero. Skripsi Poltekkes Kemenkes Malang.
  8. Hatima, H., & Ibriani, J. (2025). ubungan Pernikahan Dini dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Tamalarea. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(2), 2222–2227.
  9. Isnaini, Y. S., Yuliaprida, R., & Pihahey, P. J. (2021). Hubungan Usia, Paritas Dan Pekerjaan Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil. Nursing Arts, 15(2), 65–74. https://doi.org/10.36741/jna.v15i2.153
  10. Jannah, D. R., Mahayani, I. A. M., Herlinawati, H., & Lestari, N. A. (2025). Hubungan Antara Tingkat Pendidikan, Usia Kehamilan, dan Paritas dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di PUSKESMAS Gunung Sari Lombok Barat Tahun 2023. Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi, 13(1), 419. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v13i1.14603
  11. Jayanti, S. E. R. (2022). Hubungan Umur Ibu Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Bojong. Jurnal Bidan Pintar, 34(2).
  12. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Profil kesehatan Indonesia 2019. Pusdatin Kemenkes.
  13. Khadijah, S. (2016). Hubungan Anemia Dan Usia pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Abortus Inkomplit Di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2015. Jurnal Endurance, 1(3), 158–166. https://doi.org/10.22216/jen.v1i3.1683
  14. Lestari, W. R., Lestari, Y. P., Kabuhung, E. I., & Suhartati, S. (2025). Jurnal Kebidanan HUBUNGAN USIA , PARITAS DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN THE RELATIONSHIP BETWEEN AGE , PARITY AND NUTRITIONAL STATUS WITH THE INCIDENCE OF ANEMIA IN PREGRANT WOMEN PENDAHULUAN Kehamilan adalah proses di mana sel sperma dan ovum bertemu di. Jurnal Kebidanan, XVII(02), 256–266.
  15. Nurmallah, S., Darmi, S., & Sugesti3, R. (2025). Hubungan Pengetahuan, Pernikahan Dini dan Lingkungan Keluarga dengan Kejadian Kehamilan Terlalu yang Berisiko Anemia. Jurnal Malahayati, 12(11), 2431–2440.
  16. Purnama, Y., Pratiwi, R. I., Dewiani, K., Maryani, D., Yusanti, L., & Ramadhaniati, F. (2022). Hubungan Pernikahan Dini Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang, 17(2), 133–137. https://doi.org/https://doi.org/ 10.36086/jpp.v17i2
  17. Rahmi, N., & Husna, A. (2020). Analisis Faktor Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Anemia Factor Analysis on Pregnant Women in the Working Area of the Baitussalam Puskesmas Aceh Besar District. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 6(2), 2615–109. https://doi.org/https://doi.org/10.33143/jhtm.v6i2.1241
  18. Rusmayanti, A., Sary, Y. N. E., & Iriyani, T. (2022). Hubungan Pernikahan Dini dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Anyar Kabupaten Probolinggo. Jurnal Medicare, 1(88), 47–63. https://doi.org/10.62354/jurnalmedicare.v5i2.396
  19. Sari, D. M., Hermawan, D., Sahara, N., & Nusri, T. M. (2024). Hubungan Antara Usia dan Paritas dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak. Malahayati Nursing Journal, 4(5), 1315–1327.
  20. Seliawati, L., Sugijati, & Yulindahwati, A. (2023). Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Lengan Atas dengan Kejadian Anemia pada Calon Pengantin di Puskesmas Singosari Kabupaten Malang. Innovative : Journal of Social Science Research, 3(4), 2473–2482. https://j-innovative.org/index.php/Innovative
  21. Setyoharini, E. F., Handayani, F., Satriatama, I., & Akhmad Khoirul Hadi. (2024). Kabupaten Malang dalam Angka (BPS Kabupaten Malang (ed.); 1st ed.). BPS kabupaten Malang.
  22. Sjahriani, T., & Faridah, V. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil. Jurnal Kebidanan, 5(2), 13–24. https://repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/view/1093/1064
  23. Sulistyawati, W., & Ayati Khasanah, N. (2019). Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Dan Faktor Yang Melatarbelakangi. Prosiding Seminar Nasional, 201–207.
  24. Susanti, D. S., Dewi, V. K., Yuliastuti, E., & Isnaniah, I. (2025). Hubungan Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Anemia Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Azhar Tahun 2023. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(8), 1525–1531. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.285
  25. Syafrullah, & Khasanah. (2019). Asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan anemia dan faktor yang melatarbelakangi. Dalam Prosiding Seminar Nasional.
  26. Tumangken, A. A., & Widiatrilupi, R. M. V. (2024). Hubungan Usia Perkawinan Remaja dengan Kejadian Anemia pada Trimester 2 di Puskesmas Amurang. Nursing Update, 15(3), 195–198.
  27. Tunggal, T., & Yuliastuti, E. (2024). Hubungan Tingkat Pendidikan dan Paritas dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat Tahun 2024. Ipssj, 2(1), 196–209.
  28. Utama, L. J., Adiyasa, I. N., Sofiyatin, R., Widiada, I. G. N., Yunita, L., & Kristiandi, K. (2022). Pernikahan Dini Sebagai Faktor Risiko Anemia dan Berat Bayi Lahir Rendah Selama Pandemi Covid-19 Early Marriage as a Risk Factor for Anemia and Low Birth Weight During the Covid-19 Pandemic Address : Article history : Phone : Jurnal Ilmiah Kese, 5(1), 154–161. https://doi.org/https://doi.org/10.36590/jika.v5i1.523
  29. Wahid, R. Z., & Wijayanti, T. R. A. (2024). Hubungan Pernikahan Dini dengan Kejadian Anemia pada Kehamilan. Jurnal Ilmiah Obsgin, 6(3), 1–4.
  30. Zuiatna, D. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Ibu hamil di Puskesmas Wirobrajan. Jurnal Kebidanan Malahayati), 7(3), 86–96. http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.mfglet.2017.12.003%0A

MJ : Midwifery Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.cense.