Penerapan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Stbm) Pilar Pertama di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Tahun 2025
Abstract
Sanitasi total berbasis masyarakat disingkat STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku, higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan salah satu program pemerintah untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) ke 6 adalah stop buang air besar sembarangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji gambaran penerapan atau implementasi program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) Pilar Pertama di Puskesmas Gedong Tataan berdasarkan teori dari Grindle yang mana merupakan model top down sebab implementasi program STBM bergerak secara linear dari keputusan politik, pelaksana, dan kinerja kebijakan publik. Penelitian menggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, metode ini melakukan pengkajian dokumen dan pendalaman informasi dengan wawancara secara mendalam untuk memahami penerapan atau implementasi program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) Pilar Pertama di Puskesmas Puskesmas Gedong Tataan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Pertama (Stop BABS) Desa yang telah melaksanakan kegiatan pemicuan STBM : 100%, Desa dengan status ODF (Open Defecation Free) : 45%, Pengetahuan STBM Pilar 1 : 40%, faktor pendukung dan penghambat penerapan STBM pilar pertama : Dukungan petugas puskesmas :100%, Dukungan tokoh masyarakat :100%, Keterbatasan ekonomi : 50%. Dari data yang diperolah menunjukkan bahwa faktor ekonomi menjadi yang menjadi hambatan terbesar dalam mewujudkan BABS/ ODF (Open Defecation Free).
Kata kunci : STBM, Grindle, fenomenologi, pilar, sanitasi, implementasi
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Kemenkes (2014) Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 03 tahun 2014
Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Mei Ahyanti, Yeni Rosita. Determinan Diare Berdasarkan Satitasi Total Berbasis Masyarakat. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 21 (1), 2022, 1 – 8 DOI : 10.14710/ jkli.21.1.1-8.
Surya J. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM Dengan Diare Pada Balita. J Ilm
Kesehatan Sandi Husada. 2019;10(2):281-284. doi:10.35816/jiskh.v10i2.169
Moleong, L. J. (2013). Metode Penelitian Kualitatif (Edisi Revi). Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
RI, K. K. (2018). Modul Pelatihan Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
(STBM)-Stunting. Jakarta, Indonesia : Kementerian Kesehatan RI.
Kesehatan, K. et al. (2012) „Pedoman pelaksanaan teknis stbm‟.
Yusran Y. Pelaksanaan Program STBM Stop BABS di Desa Lembur Timur dan Desa
Luba Kecamatan Lembur Kabupaten Alor tahun 2015. J Kesehat Lingkung.
;9(2):163-171
Febriani, W., Samino, & Sari, N. (2016). Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan
Perilaku Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Jurnal Dunia Kesmas, 5(3),
–130. https://doi.org/10.33024/jdk.v5i3.467
Yushananta P, Usman S. The Incidence of Diarrhea in Babies Affected through the
Cleanliness of Eating Utensils and Hands. J Med Sci Clin Res. 2018;6(9):Hal. 790-
doi:10.18535/jmscr/v6i9.137
Yeni Rosita, Mei Ahyanti, Pengetahuan, Dukungan Tokoh Masyarakat dan Pemaparan
Petugas Kesehatan Terhadap Perilaku BABs. Media Publikasi Promosi Kesehatan
Indonesia Jurnal MPPKI (Juni, 2022) Vol. 5. No. 6.
Fatonah, N. S. (2015). Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Program
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Pilar Pertama ( Stop Babs ) Di Desa Purwosari
Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Universitas Negeri Semarang,
DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v15i3.25078
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Dunia Kesmas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Published by:
Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat
Editorial Address:
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung Cq. Tim Jurnal Dunia Kesmas.
Whatsapp : 0822-8154-6379 (admin)






