Efektifitas Penyinaran Lampu Ultra Violet Pada Proses Desinfeksi Air Terhadap Indeks Angka Kuman Total Coliform dan Escherechia Coli

priyadi kamidi ronokarto

Sari


Air merupakan kebutuhan yang penting bagi semua mahluk hidup, baik itu manusia, hewan dan tumbuhan. Air sendiri digunakan oleh manusia untuk berbagai keperluan, yang paling utama yaitu kebutuhan sehari-hari untuk bertahan hidup, seperti minum, mencuci, memasak, dan lain sebagainya.  Air harus memenuhi persyaratan fisika, bakteriologis, kimiawi dan radioaktif. Dalam pengolahan air bersih harus dilakukan secara menyeluruh sampai dengan proses desinfeksi yang selama ini menggunakan bahan kimia seperti chlor atau kaporit yang memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia. Upaya menjamin keamanan kualitas air minum perlu dilakukan pemeriksaan rutin  pada sarana penyedia air minum untuk memenuhi persyaratan kualitas air sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Persyaratan bakteriologis merupakan parameter wajib yang harus dilakukan pemeriksaannya yaitu Total Coliform dan Escherichia coli. Dalam melakukan upaya pengolahan air baku oleh masyarakat perlu mengadopsi perkembangan teknologi dengan pemanfaatan lampu Ultra Violet sebagai media peniadaan mikroorganisme  pada air yang akan digunakan. Hasil pengolahan air sumur gali yang dilakukan pengujiannya di Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan PP Kelas 1 Palembang.  Hasil pemanfaatan sinar UV dengan beberapa waktu paparan dapat menghilangkan kontaminasi Total Coliform dari rata-rata 123,3/100 ml menjadi 0/100 ml dan waktu kontak selama 10 menit lebih efektif dibandingkan 15 menit dan 20 menit. Hasil uji parameter mikrobiologi dinyatakan bahwa semua sampel setelah pengolahan jumlah Total Coliform 0/100 ml dan Escherichia coli 0/100ml sehingga dapat memenuhi persyaratan kesehatan yang ditentukan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

 



Kata Kunci


Desinfeksi, Lampu Ultraviolet, Total Coliform, Escherichia Coli

Referensi


Al Moosa ME, Khan MA, Alalami U, et al. 2015. Microbiological Quality of

Drinking Water from Water Dispenser machines. International Journal of

Environmental Science and Development 6: 710

Audiani, Y. (2020). Uji Kualitas Mikrobiologi Air Sumur Bor Di Desa Sampano

Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu. Universitas Cokroaminoto

Palopo. http://repository.uncp.ac.id/id/eprint/734

Batt CA, Tortorello ML. 2014. Encyclopedia of food microbiology: Academic press London

Chandra, B., 2007, Kesehatan Lingkungan, Penerbit EGC, Jakarta.

Chandra, Budiman. 2006. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta. Kedokteran EGC

Djasio Sanropie 1989. Air Bersih, Terbitan: Pusdiknakes Departeman Kesehatan RI Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan,.

Departemen Kesehatan, R. I. (2010). Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Effendi, Hafni. 2003. Telaah Kualitas Air. Yogyakarta. Kanisius

Effendi,H., 2003, Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan, Kanisius, Yogyakarta.

http://mariaulfa.staff.umy.ac.id/2018/08/09/penggunaan-ultraviolet-uv-sebagai-alat-disinfeksi-di-fasilitas-kesehatan/

Hasnawi, H. (2012). Pengaruh Konstruksi Sumur Terhadap Kandungan Bakteri

Eschercia Coli Pada Air Sumur Gali di Desa Dopalak Kecamatan Paleleh

Kabupaten Buol. Public Health Journal, 1(1), 37244

J.Jang, dkk, Environmental Escherichia coli: ecology and public health implications a review, Juournal of applied microbiolgy, 2017.

Jaeman, J. (2014). Pengaruh Lama Waktu Penyinaran dengan Menggunakan Sinar Ultraviolet (UV) Terhadap Kualitas Mikrobiologi Air Minum Isi Ulang. (Skripsi, IAIN Palangka Raya).

Kusnaedi, 2004, Mengolah Air Gambut dan Air Kotor Untuk Air Minum, Penerbit

Swadaya, Jakarta.

Laila Febrina dan Astrid Ayuna, 2015 Studi Penurunan Kadar Besi (Fe) Dan Mangan (Mn) Dalam Air Tanah Menggunakan Saringan Keramik, Jurnal Teknologi, UMY, Yogyakarta

Mashadi Ahmad, 2018, peningkatan kualitas ph, fe dan kekeruhan dari air sumur gali dengan metode filtrasi, Jurnal Riset Rekayasa Sipil Universitas Sebelas Maret

Mori, M., Hamamoto, A., Takahashi, A., et al., 2007. Development of a new water sterilization device with a 365 nm UV-LED. Med. Biol. Eng. Comput. 45 (12), 1237-1241.

Muliawan, A., & Ilmianih, R. (2016). Metoda Pengurangan Zat Besi Dan Mangan Menggunakan Filter Bertingkat Dengan Penambahan UV Sterilizer Skala Rumah Tangga. Jurnal Ilmiah Giga, 19(1), 1-8.

Nazar, Herman, dkk. Kebijakan Pengendalian Pencemaran Sumber Air

Bersih Perumahan Sederhana di Kota Pekanbaru (Kasus di Kecematan

Tampan). Diakses 20 Juli 2015. Journal of Environmental Science, Vol. (1),

No. 4 2010: 1-8.

Pradana, DT 2019, Aerator and Filtration Effectiveness Cone Shell in the Lower Levels of Iron and Turbidity Water Well, Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan

Slamet, J., S., 2009, Kesehatan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Song, K., Mohseni, M., Taghipour,F., 2016. Application of Ultraviolet Light-Emitting Diodes (LEDs) for Water Disinfection: A Review. Water Research 94 (2016) 341-349.

Sutjahyo B. 2012. Kebijakan Kementrian Pemerintah dan Swasta dalam

Penyediaan Air Minum Perkotaan. Jakarta: Tirta Dharma

Sri Indra Trigunarso, Rifai Agung Mulyono, Riyanto Suprawihadi, Alat Pengolah Air Tanah Menjadi Air Bersih dengan Proses Kombinasi Aerasi-Filtrasi Upflow (Desain Rancang Bangun), Jurnal Kesehatan, Poltekkes Tanjung Karang, 2017.

Tedi Hudaya, Anastasia Prima, Monica Chrysilla, dan Candranela Desinfeksi Mikroba Patogen dalam Air Tanah untuk Air Minum dengan Radiasi UV, National Conference: Design and Application of Technology 2010, Jurusan Teknik Kimia, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Warlina, Lina (2004), Pencemaran air:sumber, dampak dan penanggulangannya, Makalah pribadi pengantar ke falsafah sains, Sekolah pasca sarjana S3,IPB. Bogor.

Widowati,W.2008. Efek Toksik Logam Pencegahan Dan Penanggulangan Pencemaran,Andi Yogyakarta.

Wiyono, N., Faturrahman, A., & Syauqiah, I. (2017). Sistem pengolahan air minum sederhana (portable water treatment). Jurnal Konversi UNLAM, 6(1), 27-35.

Widayat, W. (2018). Teknologi Pengolahan Air Siap Minum Untuk Daerah Padat Penduduk. Jurnal Air Indonesia, 1(2).

Wardhana, W., A., 2004, Dampak Pencemaran Lingkungan, Cetakan keempat, Penerbit ANDI, Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v12i2.8675

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##



Published by: Faculty of Public Health, Malahayati University

Jurnal Dunia Kesmas indexed by:

   
pISSN: 2301-6604dan eISSN: 2549-3485

Jl. Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung Cq. Tim Jurnal Dunia Kesmas. 
Whatsapp : +62 813-7966-3738 (Fitri Ekasari) dan +62 852-2824-8738 (Nurul Aryastuti )

"

_______________________

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.