UJI SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK INFUNDASI DAN EKSTRAK ETANOL 96% SECARA MASERASI DARI BIJI TELANG (Clitoria ternatea L.)
Sari
Penggunaan bahan alam sebagai obat herbal semakin diminati karena dianggap lebih aman dan minim efek samping. Clitoria ternatea L. atau bunga telang dikenal memiliki berbagai senyawa bioaktif, namun bagian bijinya masih jarang dimanfaatkan, maka perlu dilakukan skrining fitokimia dan uji toksisitasnya untuk mngetahui kandungan metabolit sekunder dan tingkat keamanannya sebelum digunakan sebagai bahan baku sediaan farmasi. Penelitian ini mengekstraksi biji telang dengan menggunakan metode infundasi dan maserasi dan dilakukan skrining fitokimia secara kualitatif untuk mengidentifikasi senyawa aktif metabolit sekunder. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak infusa dan ekstrak etanol biji telang mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Hasil uji skrining ini dapat mendukung pemanfaatan biji telang sebagai bahan baku obat herbal yang memiliki dasar ilmiah yang jelas.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Athallah, D.R., Rudiyanto, W., Wijaya, S.M., dan Angraini, D.I. (2024). Review Article: Potensi Farmakologi Bunga Telang (Clitoria ternatea). Medula. Vol. 14 (8) : 1613-1619.
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. (2020). Pedoman Pengembangan Fitofarmaka di Indonesia. Jakarta: BPOM RI.
Dalimunthe, G. I., & Raihan. (2022). Uji Sitotoksisitas Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Journal of Health and Medical Science, 1(3), 187–202.
Depkes RI. (1995). Materia Medika Indonesia Jilid VI. Dalam Materia Medika Indonesia (6 ed.). Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.
Depkes RI. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat (1 ed.). Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Depkes RI. (2008). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Dewick, P. M. (2009). Medicinal Natural Products: A Biosynthetic Approach, John Wiey and Sons, 3rd Edition. University of Nottingham, UK.
Fadilah, N. N., Nofriyaldi, A., & Agustine, S. (2022). Uji Aktivitas Antipiretik Infusa Biji Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus). Jurnal Ilmiah Farmako Bahari, 13(2), 116.
Harborne, J.B. (1998). Phytochemical Methods: A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis. Springer Netherlands.
Izzah, N., Kadang, Y., & Permatasari, A. (2019). Uji Identifikasi Senyawa Alkaloid Ekstrak Metanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) dari KAB. Ende Nusa Tenggara Timur Secara Kromatografi Lapis Tipis. Jurnal Farmasi Sandi Karsa, 5 (1), 52–56.
Kinasih, Y.D.E. & Indriasari, C. (2024). Pengaruh Konsentrasi Pelarut Etanol terhadap Kadar Flavonoid Total Ekstrak Krokot Magenta (Portulacagrandiflora) dengan Spektrofotometer Uv-Vis. Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy. 8 (2). 41-49.
Meianti, D. S. D., Manalu, R. T. & Subaryanti. (2022). Potensi Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Gatal (Urticastrum decumanum (Roxb.) Kuntze) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Sainstech Farma, 15(2), 93–102.
Musfadhillah, K. (2021). Pemeriksaan Makroskopik dan Uji Skrining Fitokimia Umbi Bawang Dayak (Eleutherine Bulbosa (Mill). Urb.) yang Berasal dari Sumedang dengan Suhu Maserasi yang Berbeda [Skripsi]. STIKES Mitra Keluarga.
Novia, D., Samudra, A., & Susanti, N. (2020). Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Jati Dan Infusa Daun Jati (Tactona grandis L.S) Dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). 2507, 1–9.
Nugrahani, R., Andayani, Y., & Hakim, A. (2016). Skrining Fitokimia Dari Ekstrak Buah Buncis (Phaseolus vulgaris L) Dalam Sediaan Serbuk. Jurnal Penelitian Pendidikan Ipa, 2(1).
Oktavia, F. D., & Sutoyo, S. (2021). Skrinning Fitokimia, Kandungan Flovonoid Total, dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Tumbuhan Selaginella doederleinii. Jurnal Kimia Riset. 6 (2), 141–153.
Octavia, Amin, A., Waris, R., & Yuliana, D. (2023). Identifikasi Organoleptik, dan Kelarutan Ekstrak Etanol Daun Pecut Kuda (Stachitarpeta jamaiensis (L.) Vahl) pada Pelarut dengan Kepolaran Berbeda. Makassar Natural Product Journal. 1(4), 203–211.
Pratiwi, S. A., Februyani, N., dan Basith, A. (2023). Skrining Dan Uji Penggolongan Fitokimia Dengan Metode Klt Pada Ekstrak Etanol Kemangi (Ocium basilicum L) Dan Sereh Dapur (Cymbopogon ciratus). Pharmacy Medical Journal. 6 (2), 2023.
Purwanti, A. (2022). Pengaruh Metode Ekstraksi terhadap Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L). Pharmacon, vol. 11, no. 4, pp. 1694– 1699.
Riyadi, Z. (2019). Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Biji Rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebagai Larvasida Alami pada Larva Nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2), 233–239.
Samudra, A. G., Ramadhani, N., Fitriani, D., & Putri, D. (2022). Perbandingan Metode Ekstraksi Maserasi dan Sokletasi Terhadap Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Sargassum sp. Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta, 1(1), 500–511.
Setiawan, A., Islamiyati, D., & Safitri, E. (2024). Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) dan Uji Efektivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus Aureus Penyebab Jerawat. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5 (3), 6199–6213.
Sulistyarini, I., Sari, A. D., & Wicaksono, T. A. (2020). Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Batang Buah Naga (Hylocereus polyrhizus). Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta, 5 (1), 56–62.
World Health Organization (WHO). (2013). WHO Traditional Medicine Strategy 2014–2023. Geneva: WHO Press.
Yasacaxena, L. N., Defi, M. N., Kandari, V. P., Weru, P. T. R., Papilaya, F. E.,Oktafera, M. & Setyaningsih, D. (2023). Ekstraksi Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan Aktivitas Sebagai Antibakteri. Jurnal Jamu Indonesia, 8 (1), 10–17.
DOI: https://doi.org/10.33024/jfm.v9i1.24084
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.





