UJI TOKSISITAS AKUT GRANUL INSTAN EKSTRAK BROKOLI DAN HERBA PEGAGAN PADA MENCIT PUTIH BETINA

Erni Rustiani, Nina Herlina, Vina Nisrina Nur Azmi, Lisna Anisa Fitriana

Sari


Brokoli dan pegagan memiliki kandungan flavonoid sebagai antioksidan. Kombinasi ekstrak brokoli dan herba pegagan dikembangkan menjadi sediaan granul instan sebagai antidemensia, namun hingga kini belum diketahui aspek toksikologi dari kombinasi keduanya, sehingga uji toksisitas akut diperlukan untuk mengetahui potensi bahaya, menilai adanya efek toksik, serta menentukan keamanan dari zat yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kisaran nilai LD50 dan gejala toksisitas granul instan ekstrak brokoli dan herba pegagan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunaka uji toksisitas akut dengan 25 ekor mencit betina galur DDY dan dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Kelompok perlakukan diberikan sediaan uji granul instan ekstrak brokoli dan herba pegagan K I (5 mg/kgBB), K II (50 mg/kgBB), K III (300 mg/kgBB), dan K IV (2000 mg/kgBB) dan kelompok kontrol negatif diberikan suspensi CMC Na 0,5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa granul instan ekstrak brokoli dan herba pegagan memiliki kisaran nilai LD50 >2000 mg/kgBB termasuk “Toksik Ringan”. Gejala toksisitas yang terjadi bersifat ringan serta tidak berkepanjangan. Semua hewan uji menunjukkan peningkatan berat badan selama pengamatan tidak terdapat perbedaan nyata sig (>0,05). Gambaran organ-organ dalam hewan uji diakhir penelitian dengan pengamatan makroskopis menunjukkan anotomi normal tanpa ada kerusakan yang signifikan antara kelompok negatif maupun kelompok perlakuan.

 

Kata Kunci: Uji Toksisitas, Antidemensia, Ekstrak Brokoli, Herba Pegagan


Kata Kunci


Uji Toksisitas; Antidemensia; Ekstrak Brokoli; Herba Pegagan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


BPOM RI. (2020). Pedoman Uji Toksisitas Praklinik Secara In Vivo. Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia.

BPOM RI. (2022). Pedoman Uji Toksisitas Praklinik Secara In Vivo. Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia.

Gray, N. E., Alcazar Magana, A., Lak, P., Wright, K. M., Quinn, J., Stevens, J. F., Maier, C. S., & Soumyanath, A. (2018). Centella asiatica: Phytochemistry and mechanisms of neuroprotection and cognitive enhancement. Phytochemistry Reviews, 17(1), 161–194.

McPheters, J. (2024). Effect of broccoli glucosinolate metabolites on gut microbiota composition in vitro.,. Journal of Functional Foods, 102(3), 112–123.

Muchtaromah, B., & Umami, L. R. (2016). Efek Farmakologi Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai Suplemen Pemacu Daya Ingat. Prosiding Seminar Nasional from Basic Science to Comprehensive Education. Makassar, Indonesia: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar., 262–266.

Opunsunggu, H. E. S., & Siahaan, H. P. (2025). Aktivitas Antioksidan Brokoli (Brassica oleracea) pada Beberapa Durasi Perebusan dengan Metode DPPH (1,1-diphenil-2-picrylhydrazil). Jurnal Ners, 9(2), 1416–1421.

Poernom, A., Sari, D. P., & Wibowo, R. T. (2024). Uji Toksisitas Akut sebagai Parameter Keamanan Awal Suatu Zat Aktif pada Hewan Coba. Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 11(1), 45–53.

Prakash, V., Jaiswal, N., & Srivastava, M. (2017). A review on medicinal properties of Centella asiatica. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 10(10), 69–74.

Rahayu, T., Komang, N., Permana, I. D. G. M., & Puspawati, K. . (2020). Pengaruh Waktu Maserasi Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica (L.) Urban). Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan (ITEPA), 482. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan (ITEPA), 9(4), 482.

Rustiani, E., & Hidayat, N. (2023). Pengembangan Granul Instan Herbal Kombinasi Ekstrak Brokoli dan Herba Pegagan Dengan Variasi Jenis Pemanis. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Terapan., 1(1), 56–65.

Sabir, Z., Zhang., Y., & Jiang, C. (2022). Effects of Polyphenols and Glucosinolates in Broccoli Extract on Human Gut Microorganisms Based on Simulation In Vitro. 27(49).

Sintya, A. R. (2024). Formulasi dan Evaluasi Granul Instan Kombinasi Ekstrak Herba Pegagan (Centella asiatica) dan Brokoli (Brassica oleracea) sebagai Sediaan Fungsional. Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 11(1), 45–54.

Sriarumtias, R. A. M. R., & Syamsudin. (2023). Penetapan Kadar Vitamin C dan Formulasi Sediaan Granul Instan Ekstrak Kulit Jeruk Kepok (Citrus reticulate Blanco.). Jurnal Penelitian Farmasi Dan Herbal, 5(2), 42–47.

Tania, N., Rahmawati, D., & Prasetyo, A. (2022). Aktivitas antioksidan dan uji toksisitas akut ekstrak brokoli (Brassica oleracea L.) pada mencit. Jurnal Farmasi Indonesia, 19(2), 123–130.

Wang, H., Yang, G., Tian, Y., Li, J., Meng, L., Jiang, X., & Xin, Y. (2022). Sulforaphane inhibits angiotensin II‑induced cardiomyocyte apoptosis by acetylation modification of Nrf2. Aging (Albany NY), 14(16), 6740–6755.

Yadav, S. K., Gupta, R. K., Kumar, A., & Singh, A. (2019). Pharmacological and therapeutic potential of Centella asiatica: A review. Journal of Ethnopharmacology, 238.




DOI: https://doi.org/10.33024/jfm.v9i2.24719

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.