POLA PENGGUNAAN OBAT SWAMEDIKASI BERDASARKAN KATEGORI FARMAKOLOGI: STUDI DESKRIPTIF DI SALAH SATU APOTEK DI KOTA BANDUNG

Khalisa Wahidani Aufhanggi, Raden Maya Febriyanti, Eky Septian Pradana

Sari


Swamedikasi merupakan praktik pengobatan mandiri untuk keluhan ringan yang banyak dilakukan masyarakat karena praktis dan ekonomis. Namun demikian, penggunaan obat bebas dan bebas terbatas tanpa edukasi yang memadai berpotensi untuk mengakibatkan risiko efek samping, interaksi obat, dan ketidaktepatan terapi. Dalam hal ini, apoteker memiliki peran penting dalam memastikan penggunaan obat yang rasional melalui edukasi pemilihan obat, dosis, hingga potensi efek samping. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pola transaksi pembelian obat bebas, obat bebas terbatas, dan vitamin/suplemen di salah satu apotek di Kota Bandung periode Mei hingga Juli 2025, serta mengidentifikasi kategori farmakologi obat yang paling sering digunakan dalam praktik swamedikasi. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa catatan penjualan obat tanpa resep dokter. Data dikelompokkan berdasarkan kategori farmakologi dan dianalisis secara kuantitatif. Dari total 12.325 unit transaksi, kelompok obat yang paling banyak dibeli adalah obat batuk dan pilek (27%), analgesik antipiretik (24%), vitamin dan suplemen (19%), serta obat saluran cerna (13%). Kategori lain yang turut berkontribusi adalah obat kulit (7%), antiseptik dan disinfektan (5%), tetes mata dan tetes telinga (4%), dan antihistamin/antialergi (2%). Pola pembelian obat menunjukkan bahwa swamedikasi didominasi oleh keluhan umum seperti batuk, pilek, nyeri, demam, dan gangguan pencernaan. Tingginya penggunaan obat tanpa resep ini menegaskan perlunya program edukasi apoteker yang lebih spesifik, terutama terkait keamanan penggunaan jangka panjang pada kategori analgesik dan obat batuk-pilek, untuk mencegah kesalahan pengobatan.

Kata Kunci


Obat bebas; Obat tanpa resep; Swamedikasi; Apotek; Apoteker

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aji, N., & Kosasih, E. D. (2022). Pemanfaatan tanaman pekarangan sebagai antiseptik ramah lingkungan masyarakat Kahuripan di masa pandemi COVID-19. Prosiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. https://sinelitabmas.unsoed.ac.id/google-doc/6640412/pemanfaatan-tanaman-pekarangan-sebagai-antiseptik-ramah-lingkungan-masyarakat-kahuripan-di-masa-pandemi-covid-19

Al Turki, M., Othman, F., Aljasser, D., & Alzaben, A. S. (2025). Patterns and determinants of dietary supplement use and their public health implications among adults in Saudi Arabia: A cross-sectional study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 22(10), 1512. https://doi.org/10.3390/ijerph22101512

Alshogran, O., Alzoubi, K., Khabour, O., & Farah, S. (2018). Patterns of self-medication among medical and nonmedical University students in Jordan. Risk Management and Healthcare Policy, Volume 11, 169–176. https://doi.org/10.2147/RMHP.S170181

Ariani, N., & Wahyuni, A. (2021). Peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK Desa Tatah Layap terhadap penggunaan obat batuk dan pilek di masa pandemi COVID-19. Jurnal Bakti Untuk Negeri, 1(1), 13–17. https://doi.org/10.36387/jbn.v1i1.671

Daniswara, M. A., Humaedi, A., & Lukitasari, N. (2024). Edukasi terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam Swamedikasi penanganan demam pada anak di kelurahan Rangkapan Jaya. JFM (Jurnal Farmasi Malahayati), 7(2), 208–215. https://doi.org/10.33024/jfm.v7i2.15256

Dwicandra, N. M. O., & Wintariani, N. P. (2018). Prevalensi dan faktor-faktor yang berkaitan dengan pelayanan Swamedikasi di apotek. Jurnal Ilmiah Medicamento, 4(2). https://doi.org/10.36733/medicamento.v4i2.856

Efayanti, E., Susilowati, T., & Imamah, I. N. (2019). Hubungan motivasi dengan perilaku Swamedikasi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 1(1), 21–32. https://doi.org/10.37287/jppp.v1i1.12

Evangelista, M., Mota, S., Almeida, I. F., & Pereira, M. G. (2022). Usage patterns and self-esteem of female consumers of antiaging cosmetic products. Cosmetics, 9(3), 49. https://doi.org/10.3390/cosmetics9030049

Gonzaga, C. E., Kotze, P. G., & Olandoski, M. (2021). Prevalence of self-medication for dyspeptic symptoms in primary care: A Brazilian survey. Arquivos de Gastroenterologia, 58(3), 364–369. https://doi.org/10.1590/s0004-2803.202100000-61

Guo, J., Liao, M., He, B., Liu, J., Hu, X., Yan, D., & Wang, J. (2021). Impact of the COVID-19 pandemic on household disinfectant consumption behaviors and related environmental concerns: A questionnaire-based survey in China. Journal of Environmental Chemical Engineering, 9(5), 106168. https://doi.org/10.1016/j.jece.2021.106168

Harahap, N. A., Khairunnisa, K., & Tanuwijaya, J. (2017). Patient knowledge and rationality of self-medication in three pharmacies of Panyabungan City, Indonesia. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 3(2), 186. https://doi.org/10.29208/jsfk.2017.3.2.124

Indriyanti, N., Antadini, A., Emor, J. I., & Maulana, P. N. (2022). Asuhan kefarmasian beberapa kasus penggunaan obat penyakit kulit. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 4(SE-1), 1–4. https://doi.org/10.25026/jsk.v4iSE-1.1681

Kautsar, M., Ferlianti, R., & Sari, W. (2024). Gambaran pengetahuan dan penggunaan suplemen terhadap dampak kesehatan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020. Junior Medical Journal (JMJ), 2(7). https://academicjournal.yarsi.ac.id/index.php/jmj/article/view/4148

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Farmakope Indonesia Edisi VI (6th ed.). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Khusna, N. M., Sari, M. P., & Pratiwi, R. I. (2024). Hubungan pengetahuan penyakit diare dengan tindakan untuk melakukan swamedikasi di Apotek Saras Sehat Slawi. JFM (Jurnal Farmasi Malahayati), 7(2), 160–171. https://doi.org/10.33024/jfm.v7i2.14536

Lisni, I. (2021). Kajian kelengkapan resep secara administratif obat golongan Antihistamin di salah satu apotek swasta di Kabupaten Sumedang. MEDFARM: Jurnal Farmasi Dan Kesehatan, 10(2), 39–50. https://doi.org/10.48191/medfarm.v10i2.64

Maharianingsih, N. M., Jasmiantini, N. L. M., Reganata, G. P., Suryaningsih, N. P. A., & Widowati, I. G. A. R. (2022). The relationship between knowledge and behaviour of self-medication of pain drugs at Apotek X in Denpasar City. Jurnal Ilmiah Medicamento, 8(1), 40–47. https://doi.org/10.36733/medicamento.v8i1.2115

Nurcahyani, D., Wijayanti, A. N., Kartikaningrum, V., & Ganjari, L. E. (2024). Pelatihan penggunaan obat yang tepat (tetes mata, tetes telinga, dan suppositoria) di Kelurahan Alastuwo Poncol Magetan. Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(4), 36–40. https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v3i4.1212

Prawira, M. D., & Sueta, M. A. D. (2020). Konsep patofisiologi motilitas gastrointestinal. Cermin Dunia Kedokteran, 47(1), 7–10. https://cdkjournal.com/index.php/cdk/article/view/4

Roseno, M., & Widyastiwi. (2023). Assessing quality of self medication services in pharmacies in Indonesia: A pilot study using mystery customer in Bandung, West Java, Indonesia. Indonesian Journal of Pharmacy, 34(2), 2023. https://doi.org/10.22146/ijp.4145

Setiadi, A. P., Wibowo, Y., Brata, C., Halim, S. V., Wardhani, S. A., & Sunderland, B. (2020). The role of pharmacists in community education to promote responsible self-medication in Indonesia: An application of the spiral educational model. International Journal of Clinical Pharmacy, 42(4), 1088–1096. https://doi.org/10.1007/s11096-020-01055-8

Subashini, N., & Udayanga, L. (2020). Demographic, socio-economic and other associated risk factors for self-medication behaviour among university students of Sri Lanka: A cross sectional study. BMC Public Health, 20(1), 613. https://doi.org/10.1186/s12889-020-08622-8

Suminingtyas, I. A. (2025). Pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam penggunaan antibiotik tanpa resep (systematic review). JFM (Jurnal Farmasi Malahayati), 8(2), 282–295. https://doi.org/10.33024/jfm.v8i2.20764

Wulandari, L. P. L., Sawitri, A. A. S., & Hermansyah, A. (2022). The potential roles of pharmacy medication sales data to augment the syndromic surveillance system in response to COVID‐19 and preparedness for other future infectious disease outbreaks in Indonesia. The International Journal of Health Planning and Management, 37(1), 30–39. https://doi.org/10.1002/hpm.3356

Yuniar, C. R., Arifianto, N., & Triana, D. N. (2022). Perbandingan efektivitas Antipiretik dan Analgesik dua merek dagang Parasetamol dan produk generik terhadap Mencit (mus musculus) jantan. Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika, 4(2), 59–65. https://jurnal.stikesrsanwarmedika.ac.id/index.php/jpcam/article/view/67




DOI: https://doi.org/10.33024/jfm.v9i2.26131

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.