MONITORING EFEK SAMPING OBAT TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN
Sari
ABSTRAK
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatanutama di Indonesia yang disebabkan oleh Mycobacteriumtuberculosis. Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin merupakan puskesmas dengan jumlahkasus TB terbanyak di kota tersebut, sehingga risiko kejadian efek sampingobat (ESO) juga tinggi. Penggunaan obat anti tuberkulosis dalamjangka panjangberpotensi menimbulkan ESO, sehingga monitoring perlu dilakukan untukmenjamin keamanan pasien.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kejadianefeksamping obat pada pasien TB yang menjalani pengobatan di PuskesmasPekauman Kota Banjarmasin.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif denganrancangan crosssectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposivesampling, dengan jumlah responden sebanyak 33 pasien TB. Data diperolehmelalui wawancara menggunakan lembar observasional serta rekammedis pasien.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada usiaproduktif (25–35 tahun). Dari 33 responden, efek samping yang paling seringterjadi adalah perubahan warna urin (66,66%), diikuti gatal (42,42%), mual (18,18%), nyeri persendian dan batuk (masing-masing 12,12%), pusing (9,9%), muntah (6,6%), dan pilek (3,3%).
Simpulan: Monitoring efek samping obat TB menunjukkan sebagian besar pasien mengalami ESO dengan gejala dominan berupa perubahan warna urin dan gatal. Monitoring berkelanjutan perlu dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan keselamatan pasien.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Bhardwa, M., Pandey, A., Dps, S., & Suresh, K. (2024). Adverse Drug Reactions With Fixed-Dose Combinations In Tuberculosis Patients. Journal Of Population Therapeutics & Clinical Pharmacology, May, 594–600.
Farhanisa, F. (2023). Kejadian Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (Oat) Kategori 1 Pada Pasien Tb Paru Di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru (Up4) Provinsi Kalimantan Barat. Tanjungpura University
Fiamanda, W. E., & Widyaningsih, S. (2024). Hubungan Lama Pengobatan Dengan Tingkat Stres Pasien Tuberkulosisdi Kecamatan Kalibagor. Jurnal Promotif Preventif, 7(3), 504–508.
Fortuna, T. A., Rachmawati, H., Hasmono, D., & Karuniawati, H. (2022). Studi Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (Oat) Tahap Lanjutan Pada Pasien Baru Bta Positif. Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, 19(1), 62–71. Https://Doi.Org/10.23917/Pharmacon.V19i1.17907
Ibadi, N. (2025). Gambaran Pengetahuan Orang Tua Tentang Deteksi Dini Stunting Pada Balita Di Kelurahan Bangetayu Kulon Skripsi.
Kristiani, W., Kurniawati, D., Salwati dan Saputri, R. (2024). Monitoring Efek Samping Obat Tuberkulosis Di Puskesmas Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Jurnal Ilmiah Farmasi Akademi Farmasi Jember, 7(2), pp. 26–42.
Marsanda, A., Kusumajaya, H., & Faizal, M, K. (2025). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Bta Positif. Jurnal Penelitian Keperawatan, 11(1), 114–126.
Nadillah, Sukarno, A., Dewi, R., & Mulyana, B. (2023). Hubungan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (Oat) Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Tb Paru Di Puskesmas Baja Kota Tangerang. Indonesian Journal Of Nursing Health Science Issn, 8(2), 123–131.
Nasichah, S. N. A., & Kristinawati, B. (2024). Hubungan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis & Penyakit Penyerta Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Paru. Journal Of Telenursing (Joting), 6(1).
Ningsih, A. S. W., Ramadhan, A. M., & Rahmawati, D. (2022). Kajian Literatur Pengobatan Tuberkulosis Paru dan Efek Samping Obat Antituberkulosis di Indonesia. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 15, 231– 241. https://doi.org/10.25026/mpc.v15i1.647
Novalisa, Susanti, R. dan Nurmainah, N. (2022). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Penggunaan Obat Tuberkulosis pada Pasien di Puskesmas. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 4(2), pp. 342–353.
Nurhalina. (2019). Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Sosial Determinan Dan Perilaku Merokok Di Indonesia (Analisa Data Riskesdas Tahun 2013) Borneo Journal of Medical Laboratory Technology. 1(2), 67–76.
Oktober, N., Melayani, B., Provinsi, D. I., & Utara, M. (2022). Sentri : Jurnal Riset Ilmiah. 1(2), 297–303.
Perdamenta, E. R., Erina, H., Ompusunggu, S., & Sibarani, J. P. (2023). Hubungan Merokok Dengan Terbentuknya Lesi Kavitas Paru Pada Pasien Tuberkulosis Rsup H Adam Malik. September, 111–116.
Putri, V. R., Muslim, Z., & Susilo, A. I. (2024). Analisis Kejadian Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Di Kota Bengkulu. Journal Of Nursing And Public Health, 12(1), 187–192. Https://Doi.Org/10.37676/Jnph.V12i1.6368
Ritongga, A, B. (2022). Hubungan Karakteristik Individu Dan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu. הארץ, 8.5.2017, 2003–2005.
Rizqia, S. (2018). Pemakaian Dan Aturan Minum Obat Tahap Lanjutan Rifampicin Dan Isoniazid. [online] Alodokter. Tersedia di: https://www.alodokter.com/komunitas/topic/pemakaian-obat-3
Rosamarlina, R., Lisdawati, V., Banggai, C. E., Darayani, D., Pakki, T. R., Rogayah, R., & Murtiani, F. (2020). Monitoring Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Di Poli Tb Dots Rspi Prof. Dr. Sulianti Saroso. The Indonesian Journal Of Infectious Diseases, 5(2), 10–20. Https://Doi.Org/10.32667/Ijid.V5i2.81
Warjiman, W., Berniati, B., & Er Unja, E. (2022). Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Sungai Bilu. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (Jksi), 7(2), 163–168. Https://Doi.Org/10.51143/Jksi.V7i2.366
DOI: https://doi.org/10.33024/jfm.v9i2.26438
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.





