Edukasi Kesehatan Tentang Tuberkulosis Pada Anak Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar Di Lampung Tengah

Astri Pinilih, Debora Krismelia Clara, Dilla Artha Mevia, Maulana Ramadhan, Miqdad Muhamad, Muhammad Darry Fadillah M, Rihiantoro Bagas Pratama, Winny Restu Fauziah

Sari


Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada anak-anak. TB disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, seperti M. africanumM. bovis, dan M. canetti, yang menyebar melalui droplet nuklei dari penderita TB aktif. Anak-anak, terutama bayi, balita, dan anak dengan gangguan sistem imun seperti HIV, sangat rentan mengalami bentuk TB yang berat, seperti meningitis TB dan TB milier. Gejala TB pada anak sering tidak spesifik, meliputi batuk kronis, demam, penurunan berat badan, dan keringat malam. Upaya pencegahan telah dilakukan melalui vaksinasi BCG yang diberikan sejak bayi, yang terbukti efektif melindungi terhadap bentuk TB berat. Namun, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan orang tua, masih menjadi tantangan besar dalam pencegahan TB. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan tentang TB pada anak-anak di SDN 03 Tempuran 12b, Lampung Tengah. Kegiatan ini melibatkan 25 peserta dan dilaksanakan secara langsung. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai TB dan pencegahannya. Penyuluhan ini diharapkan mampu menjadi model intervensi pendidikan kesehatan yang dapat diterapkan di berbagai lingkungan sekolah dasar sebagai bentuk promotif dan preventif penyakit menular. Rekomendasi ke depan adalah perlunya pelaksanaan rutin penyuluhan serupa serta kerja sama lintas sektor dalam penanggulangan TB anak.


Kata Kunci


Edukasi Kesehatan; Pencegahan TB; Tuberkulosis anak; Vaksin BCG

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kemenkes RI.

Nurhidayah, I., Wulandari, R., & Prasetyo, D. (2021). Tantangan diagnosis dan tatalaksana tuberkulosis pada anak di Indonesia. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 33(2), 123–131. https://doi.org/10.21776/ub.jkb.2021.033.02.9

World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023. Geneva: WHO.

Andalas, A. H., Basra, M. U., Khairatih, M., & Oktafiani, S. (2022). Upaya pencegahan tuberkulosis anak di Kelurahan Koto Baru Nan XX Lubuk Begalung Kota Padang. Jurnal Abdimas Kesehatan, 6(1), 45–52.

Efrizon, H., Maigoda, T. C., & Buston, E. (2021). Pengaruh riwayat pengobatan TB anak, umur, status ekonomi dengan kejadian stunting di Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara tahun 2021. Journal of Nursing and Public Health, 10(2), 89–97.

Fauza, R. (2016). Pengaruh status gizi terhadap kejadian TB paru pada anak usia 1–5 tahun yang telah mendapatkan imunisasi BCG di RSU Imelda Pekerja Indonesia. Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda, 5(2), 123–130.

Farsida, F., & Kencana, R. M. (2022). Gambaran karakteristik anak dengan tuberkulosis di Puskesmas Pamulang Tangerang Selatan. Muhammadiyah Journal of Midwifery, 1(1), 12–18.

Fithriasari, M., & Wahyuni, C. U. (2022). Pengaruh faktor pajanan dan status gizi terhadap kejadian TB anak yang tinggal serumah dengan penderita TB paru dewasa. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, 6(1), 33–40.

Janah, S., Rakhmawati, W., Asriyani, N. N., & Hendrawati, S. (2022). Gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua yang memiliki anak dengan TB pada masa pandemi COVID-19 di Kabupaten Tegal. Adi Husada Nursing Journal, 8(2), 102–110.

Pratiwi, N. I., Wiryansyah, E. P., & Lestari, N. A. (2022). Literature review: Pengaruh zinc terhadap pasien tuberkulosis paru pada anak. Fakumi Medical Journal, 5(2), 67–75.

Syukur, M., Jafar, M. A., Pancawati, E., Darma, S., & Akib, R. (2023). Angka kejadian tuberkulosis anak dengan imunisasi BCG di RSUD dr. La Palaloi Maros. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 222–229.

Wijaya, M. S. D., Mantik, M. F. J., & Rampengan, N. H. (2023). Faktor risiko tuberkulosis pada anak: Tinjauan pustaka. e-CliniC, 9(1), 45–52.

World Health Organization. (2025). Strengthening TB surveillance to accelerate Indonesia’s path to elimination. Geneva: WHO.




DOI: https://doi.org/10.33024/jakk.v4i1.22936

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Universitas Malahayati



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.