Pemberdayaan Ibu sebagai Agen Perubahan dalam Pengendalian Resistensi Antibiotik di Tanjung Bintang, Lampung Selatan

Gusti Ayu Rai Saputri, Adelia Sivlia Diana Putri, Aurellia Aurellia, Calissta Sabrina Salwa Aurelia, Dimas Aditya Putra, Galih Bimantara

Sari


Penggunaan antibiotik secara irasional masih menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat, terutama di tingkat rumah tangga. Praktik swamedikasi tanpa pengawasan tenaga kesehatan, pembelian antibiotik tanpa resep, serta ketidaktepatan dosis dan durasi penggunaan berkontribusi terhadap terjadinya resistensi antibiotik. Ibu sebagai pengelola utama kesehatan keluarga memiliki peran strategis dalam menentukan pola penggunaan obat di rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta memberdayakan mereka sebagai agen perubahan dalam pengendalian resistensi antibiotik di Desa Kaliasin 3, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi penggunaan obat, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini melibatkan 30 responden dan data dianalisis menggunakan uji t berpasangan dengan tingkat signifikansi
p<0,05. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai meningkat dari 68% menjadi 91,87%. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis pemberdayaan ibu efektif dalam meningkatkan pemahaman penggunaan antibiotik secara rasional. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan resistensi antibiotik yang dimulai dari lingkungan keluarga.


Kata Kunci


Antibiotik; Resistensi Antibiotik; Pemberdayaan Ibu, Pengabdian Masyarakat; Swamedikasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Afzal, S., Bajwa, M., Ahmed, N., Jabeen, J., Haroon, M. S., Mushtaq, M. Z., & Saleem, Z. (2025). The antibiotic procurement saga: A long-neglected stewardship target to combat antimicrobial resistance in Pakistan.

Andriani, R., & Putra, Y. M. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku penggunaan antibiotik di wilayah perkotaan. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 10(2), 85–93.

Astuti, D., Lestari, W., & Handayani, R. S. (2020). Perilaku swamedikasi antibiotik pada ibu rumah tangga di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 15(1), 22–29.

Dewi, N. P. A., & Sari, K. A. (2022). Edukasi penggunaan antibiotik rasional sebagai upaya pencegahan resistensi antimikroba. Jurnal Pengabdian Kefarmasian Indonesia, 4(2), 101–108.

Fachdiana, F., Aisyah, S., Halim, M., & Hasanah, D. U. (2024). Analisa pengetahuan pengunjung tentang antibiotik oral tanpa resep dokter di Apotek X Jakarta Timur. Jurnal Farmasi IKIFA, 3(2), 147–160. https://epik.ikifa.ac.id/jfi/article/download/197/109/712

Hidayati, A. N., Pratiwi, N. L., & Lazuardi, L. (2021). Faktor yang berhubungan dengan penggunaan antibiotik tanpa resep di masyarakat. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 9(1), 12–20.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman penggunaan antibiotik. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Rencana aksi nasional pengendalian resistensi antimikroba. Jakarta: Kemenkes RI.

Kurniawan, D., & Mulyani, S. (2020). Hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan tentang resistensi antibiotik pada masyarakat pedesaan. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(3), 201–208.

Lestari, E. S., et al. (2018). Pemahaman dan perilaku masyarakat terkait penggunaan antibiotik. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 8(2), 90–99.

Lim, A. H., Rahman, N. A., Nur, S., Velvanathan, T., Chok, M., Fong, C., Haniff, A., Yahaya, M., & Sivasampu, S. (2024). A comparison between antibiotic utilisation in public and private community healthcare in Malaysia.

Mahardika, I. G. N., & Suryani, N. M. (2023). Peran ibu dalam pengelolaan obat keluarga dan pencegahan resistensi antibiotik. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 21(1), 45–53.

May, L. G. (2020). Better feature representation.

Mulyadi, A., & Rahmawati, D. (2021). Gambaran praktik swamedikasi antibiotik di masyarakat pesisir. Jurnal Kesehatan Andalas, 10(3), 432–439.

Nugroho, R. A., Widodo, A., & Fitriani, N. (2020). Pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik di apotek komunitas. Pharmacy Medical Journal, 3(2), 60–67.

Pratiwi, L., & Susanti, E. (2024). Pemberdayaan kader kesehatan dalam pengendalian resistensi antibiotik berbasis komunitas. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 5(1), 33–41.

Putri, R. A., & Yuliana, D. (2022). Hubungan pengetahuan ibu dengan penggunaan obat rasional pada balita. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 11(2), 118–125.

Sari, D. P., & Handoko, T. (2023). Intervensi edukasi terhadap perilaku penggunaan antibiotik di tingkat rumah tangga. Jurnal Farmasi Komunitas, 10(1), 1–9.

Setiawan, B., & Lestari, E. S. (2021). Pola penggunaan antibiotik tanpa resep dan implikasinya terhadap resistensi antimikroba. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 11(2), 89–97.

Tristán, P., Mohamed, R., Miguel, L. M., & Fresneda, A. R. (2024). Current educational strategies addressing antibiotic resistance: A bibliometric analysis. Discover Education. https://doi.org/10.1007/s44217-024-00360-y

Widayati, A., et al. (2012). Pengetahuan serta perilaku masyarakat dalam penggunaan antibiotik. Majalah Farmasi Indonesia, 23(3), 134–139.

World Health Organization. (2015). Global action plan on antimicrobial resistance. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2018). Antibiotic resistance. Geneva: WHO.

Wulandari, F., Rahman, A., & Nurhayati, S. (2024). Literasi kesehatan dan perilaku swamedikasi antibiotik pada masyarakat pedesaan. Jurnal Kesehatan Global Indonesia, 7(1), 54–62.




DOI: https://doi.org/10.33024/jakk.v4i1.24690

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Universitas Malahayati



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.