Determinant Factors Of Early Marriage Among Women In The Working Area Of Tambak Gresik Bawean Health Center, Indonesia
Abstract
Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh perempuan di bawah usia 19 tahun. Fenomena ini berdampak luas terhadap kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi. Di wilayah kerja Puskesmas Tambak Gresik Bawean, kasus pernikahan dini masih sering ditemukan.
Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini.
Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan case control pada 70 responden. Analisis menggunakan regresi logistik biner.
Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0.001), lingkungan pergaulan (p=0.001), dan sosial ekonomi (p=0.002) dengan pernikahan dini, sedangkan pola asuh orang tua tidak signifikan (p=0.480).
Kesimpulan: Pengetahuan rendah, lingkungan sosial kurang kondusif, dan kondisi ekonomi lemah berkontribusi terhadap pernikahan dini.
Saran: Edukasi kesehatan reproduksi, pengasuhan positif, dan pemberdayaan ekonomi diperlukan untuk pencegahan.
Kata Kunci: Pernikahan dini, Pengetahuan, Pola Asuh, Sosial Ekonomi
ABSTRACT
Background: Early marriage refers to marriages conducted under 19 years of age. This phenomenon affects physical, psychological, social, and economic aspects. In Tambak Gresik Bawean Health Center, early marriage cases remain prevalent.
Purpose: To analyze factors associated with early marriage occurrence.
Methods: This was an observational analytic study with a case-control approach involving 70 respondents. Binary logistic regression was used for data analysis.
Results: There were significant relationships between knowledge level (p=0.001), peer environment (p=0.001), and socioeconomic status (p=0.002) with early marriage, while parenting style was not significant (p=0.480).
Conclusion: Low knowledge, poor social environment, and weak economic conditions contributed to early marriage.
Suggestion: Strengthening reproductive health education, positive parenting, and economic empowerment are needed.
Keywords: Early Marriage, Knowledge, Parenting, Social Environment, Socioeconomic
Full Text:
PDFReferences
Afriyani, D. (2022). Pendidikan seks bagi remaja. Jakarta: NEM.
Afiatin, T., et al. (2018). Psikologi perkawinan dan keluarga. Yogyakarta: PT Kanisius.
Badan Pusat Statistik. (2014). Statistik kesejahteraan rakyat 2013. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik. (2015). Survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) 2014. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik, UNICEF, & PUSKAPA Kementerian PPN/Bappenas. (2020). Pencegahan perkawinan anak: Percepatan yang tidak bisa ditunda. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik. (2024). Kecamatan Tambak dalam angka 2024. Gresik: BPS Kabupaten Gresik.
Dariyo, A. (2014). Psikologi perkembangan dewasa muda. Jakarta: Grasindo.
Dian, M. (2024). Pola asuh orang tua terhadap risiko terjadinya pernikahan dini pada remaja di Kabupaten Poso. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia, 3(6), 163–169.
Eka, R. P., et al. (2023). Remaja dan pernikahan dini. Yogyakarta: CV Bintang Semesta Media.
Elly, W., et al. (2023). Stunting dan pencegahan pernikahan dini. Jakarta: NEM.
Febrianti. (2020). Pernikahan dini dan kekerasan dalam rumah tangga. Malang: Ahlimedia Press.
Fitrianis, N. (2018). Hubungan tingkat pengetahuan remaja dan lingkungan pergaulan terhadap pernikahan dini di Desa Samili tahun 2017. Fondatia, 2(1), 109–122.
Gunarsa, S. D. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Heryanto, M. L., Nurasiah, A., & Nurbayanti, A. (2020). Hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian pernikahan usia dini pada wanita usia muda di Desa Malausma, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka. Journal of Midwifery Care, 1(1).
Iyam, M., et al. (2024). Bunga rampai permasalahan kesehatan remaja. Cilacap: PT Media Pustaka Indo.
Joice, M., et al. (2023). Bunga rampai kesehatan remaja. Jawa Tengah: PT Media Pustaka Indo.
Juliana, L. (2022). Orang tua menikahkan anak pada usia muda. Padang Sidempuan: PT Inovasi Pratama Internasional.
Kumalasari, I. (2012). Kesehatan reproduksi untuk mahasiswa kebidanan dan keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Lubis, J., & Yusuf, S. F. (2023). Pengaruh pergaulan remaja terhadap kejadian pernikahan dini di Kelurahan Silandit. Jurnal Kesehatan Masyarakat Darmais, 2(1), 23–26.
Manuaba, I. B. G. (2010). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Marni, B. K., et al. (2022). Kesehatan reproduksi remaja dan napza. Malang: Penerbit Rena Cipta Mandiri.
Neufeldt, V., & Guralnik, D. B. (1996). Webster’s new world college dictionary (3rd ed., revised & updated). New York: Simon & Schuster.
Noorkasiani, et al. (2009). Sosiologi keperawatan. Jakarta: EGC.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Puput, R. K., et al. (2024). Peran pendidikan seks dalam membangun kesadaran seksual remaja. Jawa Barat: CV Mega Press Nusantara.
Purwaningsih, E., & Setyaningsih, R. T. (2015). Hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian pernikahan usia dini di Desa Jambu Kidul, Ceper, Klaten. Involusi Jurnal Ilmu Kebidanan, 4(7), 1–12.
Rafidah, O. E., & B., W. (n.d.). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Berita Kedokteran Masyarakat, 25(2), 51–58. https://jurnal.ugm.ac.id/bkm/article/view/3564
Rahmawati, A., Mutahit, M., & Hasanah, N. (2023). Sosial ekonomi berhubungan dengan menikah usia dini pada remaja puteri di wilayah Kantor Urusan Agama Pagelaran. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(1), 46–50.
Rustam, S. P. (2016). Psikologi perkembangan. Pontianak: Pustaka Rumah Aloy.
Santrock, J. W. (2003). Adolescence: Perkembangan remaja. Jakarta: Erlangga.
Sholikah, S. M. (2024). Faktor yang berhubungan dengan kehamilan risiko tinggi. Jakarta: NEM.
Sezgin, A. U., & Punamäki, R.-L. (2019). Impacts of early marriage and adolescent pregnancy on mental and somatic health: The role of partner violence. [Corrected publication]. Journal Name.
Tengku, E., et al. (2022). Aspek hukum perkawinan di Indonesia. Medan: UMSU Press.
Wahyuningsih, S. A., & Soimah, N. (2016). Hubungan tingkat kejadian pernikahan dini dengan peran orang tua pada perempuan di bawah usia 21 tahun di Desa Sidoarum, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Aisiyah Yogyakarta.
Wahyuni, E., et al. (2023). Stunting dan pencegahan pernikahan dini. Jakarta: NEM.
Yusuf, H. (2011). Panduan pernikahan Islami. Jakarta: Guepedia Publisher.
DOI: https://doi.org/10.33024/jkm.v12i1.23373
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Policies | Submissions | Other |
| Focus and Scope Section Policies Peer Review Process Publication Frequency Open Access Policy | Online Submissions Author Guidelines Copyright Notice Privacy Statement Author Fees | Journal Sponsorship Journal History Site Map About this Publishing System |



