Adolescent Knowledge Of Local Food Diversity To Improve Reproductive Health
Abstract
Latar Belakang: Pangan lokal adalah beragam makanan yang biasa diolah dan disajikan oleh masyarakat di suatu wilayah tertentu berdasarkan potensi dan kearifan lokal yang ada pada wilayah tersebut. Pengolahan pangan lokal erat kaitannya dengan preferensi konsumsi lokal, pengetahuan dan bahan baku lokal. Adanya keberagaman pangan lokal tersebut, tidak menutup kemungkinan memiliki nilai gizi untuk meningkatkan kesehatan reproduksi pada remaja yang tinggal di Daerah Aliran Sungai.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengetahuan Remaja Tentang Keberagaman Pangan Lokal untuk Meningkatkan Kesehatan Reproduksi di Daerah Aliran Sungai Kelurahan Pahandut Seberang Palangka Raya. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan data primer, dengan jumlah sampel sebanyak 65 responden, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, data yang telah terkumpul dianalisa, kemudian hasil disajikan dalam bentuk diagram dan persentase. Hasil Penelitian : Berdasarkan analisis dan pembahasan didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan remaja tentang keberagaman pangan lokal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dari 35 responden kategori kurang 24 responden (65%), kategori cukup 11 responden (35%) dan tidak ditemukan remaja yang memiliki pengetahuan baik tentang keberagaman pangan lokal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa tingkat pengetahuan tingkat pengetahuan remaja tentang keberagaman pangan lokal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi secara umum masih kurang. Diharapkan kepada responden agar dapat menambah pengetahuan dan petugas kesehatan pada wilayah tersebut dapat memberikan penyuluhan secara berkesinambungan kepada remaja- remaja agar dapat meningkatkan pengetahuan atau informasi yang benar mengenai keberagaman pangan lokal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi untuk mencegah timbulnya masalah dan risiko kesehatan berkaitan dengan kesehatan reproduksinya.
Kata Kunci : Remaja, Pangan Lokal, Kesehatan Reproduksi, Daerah Aliran Sungai
ABSTRACT
Background: Local food is a diverse range of foods commonly processed and served by people in a specific region, based on the potential and local wisdom present in that region. Processing local food is closely related to local consumption preferences, knowledge, and local raw materials. The presence of such local food diversity does not rule out its nutritional value for improving reproductive health in adolescents living in river basins. The purpose of this study is to determine adolescents' knowledge of local food diversity to improve reproductive health in the Kelurahan Pahandut Seberang Palangka Raya watershed area. Research Methods: This research design uses a descriptive research design. The data collection technique used was primary data, with a sample size of 65 respondents. The sampling method employed was total sampling. Data was collected using questionnaires, the collected data was analyzed, and the results were presented in the form of diagrams and percentages. Research Findings: Based on analysis and discussion, the results showed that the level of knowledge among adolescents regarding local food diversity to improve reproductive health was as follows: 24 respondents (65%) were in the poor category, 11 respondents (35%) were in the sufficient category, and no adolescents were found to have good knowledge about local food diversity to improve reproductive health. Conclusion: Based on the results of this study, it was found that the overall level of knowledge among adolescents regarding local food diversity to improve reproductive health was still lacking. It is hoped that respondents can increase their knowledge, and health workers in the area can provide continuous education to adolescents to improve their knowledge or correct information regarding food diversity to enhance reproductive health and prevent health problems and risks related to their reproductive health.
Keyword : Adolescents, Local Food, Reproductive Health, River Basin
Full Text:
PDFReferences
Badan Pusat Statistik. 2020. Sensus Penduduk Tahun 2020. Badan Pusat Statistik Indonesia https://sensus.bps.go.id/main/index/sp2020
Badan Pusat Statistik. 2017. “Survei Demografi Dan Kesehatan : Kesehatan Reproduksi Remaja 2017. In Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana.” Survei Demografi Dan Kesehatan: 271.http://www.dhsprogram.com
Efendi, M. R., Rakhma, L. R., Studi, P., Gizi, I., Kesehatan, F. I., & Surakarta, U. M. (2025). Hubungan Ketahanan Pangan Keluarga dengan Status Gizi pada Wanita Usia Subur di Bendosari. 4(4), 1034–1046. https://doi.org/10.55123/insologi.v4i4.6241
Fatkhiyah, N., Masturoh, M., & Atmoko, D. (2020). Edukasi kesehatan reproduksi remaja. Abdimas Mahakam Journal, 4(1), 84-89.
Fidora, I., & Utami, A. S. (2022). Pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 5(2), 73-82.
HAKIM, Arief Rahman; FITRIANI, Mahmudah Nur. Potensi Pangan Lokal Dalam Peningkatan Ketahanan Pangan Dan Penanggulangan Stunting Di Kalimantan Tengah. Prosiding Seminar Nasional Universitas PGRI Palangka Raya, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 50-58, july 2024. ISSN 2963-3230. Available at . Date accessed: 20 nov. 2025.
Nurita, S. R., Perwitasari, T., Kusuma, R., Baiturrahim, U., Baiturrahim, U., & Jambi, K. (2025). Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di SMAS Adhyaksa 1 Kota Jambi. 14(1), 113–125.
Pujilestari, I., Monica, R. D., Hada, E., & Nulhakim, L. (2024). Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Dan Gizi Pada Remaja. 6, 15–18.
Telisa, I., Hartati, Y., & Haripamilu, A. D. (2020). Faktor Risiko Terjadinya Obesitas Pada Remaja SMA. Faletehan Health Journal, 7(03), 124–131. https://doi.org/10.33746/fhj.v7i03.160
Pangan, B., Di, L., & Ulin, R. (2025). No Title. 7, 4472–4482
Mulawarman, U., Ilmiah, O., & Besar, G. (2025). Prof. Dr. Ir. Hj. Andi Noor Asikin, M.Si. September.
Mustafa, A., M. A. Widodo dan Y. Kristianto. 2010. Albumin and Zinc Content of Snakehead Fish (Channa striata) Extract and its role in health. International Journal of Science and Technology (IJSTE). 1(2) : 1-8.
Ruliyani, H., Amalia, L., Ruliyani, H., Amalia, L., Sulastri, A., Indonesia, U. P., & Hb, E. T. (2025). Hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja sekolah 1,2,3. 18(1), 15–26.
Sukraniti, Taufiqurrahman, Iwan. (2018). Buku Ajar Konseling Gizi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
DOI: https://doi.org/10.33024/jkm.v11i12.23884
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Policies | Submissions | Other |
| Focus and Scope Section Policies Peer Review Process Publication Frequency Open Access Policy | Online Submissions Author Guidelines Copyright Notice Privacy Statement Author Fees | Journal Sponsorship Journal History Site Map About this Publishing System |



