Analysis Of Carbohydrate And Protein Content In Processed Clarias Sp. And Moringa Oleifera As An Efforts To Prevent Stunting
Abstract
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia dan masih ditemukan dengan prevalensi tinggi, yaitu 21,6% berdasarkan Survei Status Gizi Indonesi. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan gizi kronis, terutama defisiensi protein, zat besi, zinc, vitamin A, serta senyawa bioaktif penting. Upaya pencegahan stunting melalui intervensi pangan berbasis sumber lokal menjadi strategi yang penting dikembangkan. Ikan lele (Clarias sp.) merupakan sumber protein hewani yang kaya asam amino esensial dan mineral, sedangkan daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan fitokimia dan mikronutrien yang tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kandungan karbohidrat dan protein kandungan gizi terhadap olahan nugget berbahan kombinasi Clarias sp. dan Moringa oleifera sebagai upaya pengembangan pangan fungsional untuk pencegahan stunting.
Penelitian ini menggunakan d esain deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium. Analisis kandungan karbohidrat dilakukan menggunakan metode gravimetri, sedangkan uji kandungan gizi dilakukan di Laboratorium Kimia Analitik Universitas Mataram.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa olahan nugget mengandung karbohidrat 2007,8 mg/100 g dan protein 12,35 mg/100 g.Kandungan protein menunjukkan kontribusi nutrisi dari ikan lele yang penting dalam mendukung pertumbuhan linier, perkembangan otak, dan sistem imun. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama yang mendukung metabolisme dan pemanfaatan protein secara optimal.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi Clarias sp. dan Moringa oleifera dalam bentuk nugget memiliki potensi sebagai pangan fungsional bernilai gizi tinggi dan dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif intervensi pencegahan stunting berbasis pangan lokal.
Kata Kunci : Clarias sp., Moringa oleifera, stunting
ABSTRACT
Stunting is a serious health problem in Indonesia and remains prevalent at 21.6% according to the Indonesian Nutritional Status Survey. This condition results from chronic malnutrition, particularly deficiencies in protein, iron, zinc, vitamin A, and essential bioactive compounds. Efforts to prevent stunting through locally sourced food interventions are an important strategy to develop. Catfish (Clarias sp.) is a source of animal protein rich in essential amino acids and minerals, while Moringa oleifera leaves are high in phytochemicals and micronutrients.
This study aims to analyze the carbohydrate and protein content of processed nuggets made from a combination of Clarias sp. and Moringa oleifera as an effort to develop functional foods for stunting prevention.
This study used a descriptive design with a laboratory test approach. Carbohydrate content analysis was carried out using the gravimetric method, while nutritional content testing was conducted at the Analytical Chemistry Laboratory of the University of Mataram.
The results showed that processed nuggets contained 2007.8 mg of carbohydrates/100 g and 12.35 mg of protein/100 g. Protein content shows the nutritional contribution of catfish which is important in supporting linear growth, brain development, and the immune system. Carbohydrates act as the main energy source that supports metabolism and optimal protein utilization.
The results of this study indicate that the combination of Clarias sp. and Moringa oleifera in the form of nuggets has the potential as a functional food with high nutritional value and can be developed as an alternative intervention for stunting prevention based on local food.
Keywords: Clarias sp., Moringa oleifera, stunting
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahmed, M. e. (2023). Impact of protein-rich diets on childhood malnutrion. Journal of Pediatric Nutrition , 118-127.
Almatsier, S. (t.thn.). Prinsip DAsar Ilmu Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama.
Aminah., et al. (2015) Fungsional Tanaman Kelor (Moringa Oleifera). Buletin Pertanian Perkotaan. 35–44
Armah, S. e. (2022). Anti-implamantory and antioxidant effects of Moringa. Journal of Herbal Science, 201-210.
Bello, A. et al. (2021). Effect of Moringa suplementation on growth and immunity in children. Journal of Nutrition and Health, 112-120.
Dian, S.W.R.A., Irni, S., Kusniati, U. Hardaniyati., Yesvi, Z. (2022). Peningkatan Pengetahuan Tentang Kebutuhan Nutrisi Pada Ibu Hamil. Jurnal Pengebdian Pada Masyarakat. 75-81.
D, P. (2020). Kandungan Gizi Ikan Lele dan manfaat dalam pemenuhan protein anak. Jurnal Gizi Nusantara, 33-40.
Dwika, W., Putra, P., Agung, A., Oka Dharmayudha, G., & Sudimartini, LM (2016). Identification of chemical compounds ethanol extract moringa leaf (moringa oleifera l) in Bali. Indonesia Medicus Veterinus. 464–473
Fahliani N, Septiani. (2020). Pengaruh Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam) Terhadap Sifat Organoleptik Dan Kadar Kalsium Snack Bar. Jurnal Gizi Dan Pangan Soedirman.216–28
FAO/UNICEF. (2022). Child Nutrition report : Preventing Stunting with Local Foods. UNICEF.
Gopalakrishnan, L. D. (2016). Moringa oleifere : Nutritional and medical applications. . Food Science and Human Wellness, 49-56.
Harbone, J. B. (1998). Phytochemical Methods Chapman & Hall.
Hardiansyah, S. e. (2022). Gizi untuk Masa Pertumbuhan. Jakarta: Kemenkes, RI.
Hoffman DJ, S. A. (2000). Why are nutrionally stunted children at increased risk of obesity?Studies of matebolic rate and fat oxidation in shantytown children from Sao Paulo, Brazil. Am J Clin Nutrition. 702-7.
Iskandar. (2017). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Modifikasi Terhadap Status Gizi Balita. Jurnal AcTion : Aceh Nutrition Journal. 120–5.
Kustiani A, Kusharto CM, Damayanthi E. (2017) Pengembangan Crackers Sumber Protein Dan Mineral Dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dan Tepung BadanKepala Ikan Lele Dumbo
Kusharisupeni. (2002). Peran ststus kelahiran terhadap stunting pada bayi : sebuah studi prospektif. Jurnal Kedokteran Trisakti, 73-80.
Kumar, V. &. (2020). Pharmacological relevance of saponins : A review . Journal of Herbal Medicine, 223-231.
Munchan. (2012). Implementing Nutrition-Sensitive Development : Reaching Consensus Brofing Paper.
Nurul, F., Sri,H. & Yesvi, Z. (2022). Factors of Exclusive Breast Milk on Stunting Events. Journal for Quality in Public Health
Nurul, A. &. (2022). Intervensi pangan lokal dalam penanggulangan stunting. Journal of Maternal Nutrition, 55-63.
Rahmasari, A. (2022). Potensi fitokimia sebagai agen bioaktif dalam peningkatan status gizi anak. Jurnal Gizi Indonesia, 41-49.
Suryani, T. R. (2023). Profil asam amino ikan lokal pada intervensi stunting. Indonesian Journal of Clinical Nutrition, 121-132.
Sutanto, R. e. (2022). Protein intake and stunting correlation. Journal of Public Health, 88-96.
WHO. (2020). Malnutrition: Stunting Fact Sheet. World Health Organization. Jakarta.
WHO. (2023). Carbohydrates in Human Nutrition World Health Organization.
Widarta, I. S. (2013). Praktikum Analisis Pangan. Penuntun Praktikum Ananlisi Pangan.
Wulan, P.R., Besti V., Eka, R.R.,(2023). Formulasi ikan patin dan tepung daun kelor pada pembuatan siomay sebagai pangan jajanan sumber protein dan zat besi untuk anak sekolah dasar (6-12 tahun). Jurnal Kesehatan Terpadu.
Yesvi, Z, Nurul,F, Yopi S.P. (2024)..Hubungan Asupan Protein dengan Kejadian Wasting pada Balita,” OJS Stikes Banyuwangi
Yanti ND., Betriana F., Kartika IR. (2021) Faktor Penyebab Stunting Pada Anak: Tinjauan Literature. Research of Education And Art. Nursing Jurnal.
DOI: https://doi.org/10.33024/jkm.v12i1.23945
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Policies | Submissions | Other |
| Focus and Scope Section Policies Peer Review Process Publication Frequency Open Access Policy | Online Submissions Author Guidelines Copyright Notice Privacy Statement Author Fees | Journal Sponsorship Journal History Site Map About this Publishing System |



