Faktor Lingkungan dengan Pengetahuan tentang Malaria pada Wilayah Tingkat Endemis Rendah di Desa Cilimus Kecamatan Teluk Pandan tahun 2024-2025
Sari
Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk pada wilayah dengan tingkat endemis rendah. Faktor lingkungan dan tingkat pengetahuan masyarakat berperan penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dengan tingkat pengetahuan tentang malaria pada wilayah endemis rendah di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan tahun 2024–2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih secara random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan malaria dan observasi langsung untuk menilai faktor lingkungan di dalam dan luar rumah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (54,2%). Faktor lingkungan di luar rumah yang baik ditemukan pada 63,5% responden, sedangkan faktor lingkungan di dalam rumah yang baik sebesar 62,5%. Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan malaria dengan faktor lingkungan di luar rumah (p = 0,001) dan di dalam rumah (p = 0,001).Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik berkaitan dengan kondisi lingkungan rumah yang lebih baik. Hasil ini memiliki implikasi penting bagi program pengendalian malaria, khususnya perlunya penguatan edukasi kesehatan dan promosi perilaku hidup bersih serta perbaikan lingkungan secara berkelanjutan, meskipun berada pada wilayah dengan tingkat endemis rendah.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Aferizal, Nababan, D., Sitorus, M. E. J., Manurung, K., Tarigan, F. L. (2024). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Wilayah kerja UPT Puskesmas Non Rawat Inap Lahomi Kecamatan Lahomi Kabupaten Nias Barat. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1): 474-492.
Autino, B., Noris, A., Russo, R., Castelli, F. (2012). Epidemiology of Malaria in Endemic Areas. Mediterranean Journal of Hematology and Infectious Diseases, 4(1): 9-15. doi: 10.4084/MJHID.2012.060.
Dinas kesehatan Lampung [Dinkes Lampung]. (2022). 655 Warga Lampung Terserang Malaria, Kabupaten Pesawaran Penyumbang Terbanyak. Bandar Lampung: Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
Edgar, D. (2022). Faktor Kondisi Fisik Rumah yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(1): 149–156.
Ernawati, K., Soesilo, B., Duarsa, A., Adah, R. (2011). Hubungan Faktor Risiko Individu dan Lingkungan Rumah dengan Malaria di Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Jurnal Makara Kesehatan, 15(2): 51-57.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Kemenkes RI]. (2022). Malaria Tim Promkes RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1329/malaria. 22
November 2024.
Manangsang, F., Ganing, A., Purba, E. R., Rumaseb, E., dan Jaka Sarwadhamana, R. (2021). Analisis Faktor Risiko Lingkungan terhadap Kejadian Malaria di Kabupaten Kerom Provinsi Papua. Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics, 4(2): 37-42.
Ngambat, K., Sila, O. (2013). Faktor Lingkungan dan Perilaku Masyarakat tentang Malaria Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 7(6): 271-278.
Nugraheni, I. L., Usman, M., dan Sutarto. (2023). Pemetaan Persebaran Penyakit Malaria di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Spatial: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, 23(1): 85-94. doi: 10.21009/spatial.231.2.
Putri, D. F., Husna, I., dan Hermawan, D. (2021). Korelasi Karakteristik Ekologi Tempat Perindukan Vektor Malaria dengan Kepadatan Larva Anopheles sp. di Desa Hanura Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Jurnal Medika Malahayati, 5(1): 8-20.
Richardo, M. A., Yudi Ismanto, A., dan Malara, R. (2014). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria pada Anak di Wilayah Kerja PKM Tona Kecamatan Tahuna Kabupaten Sangihe. E-Jurnal Keperawatan Unsrat, 2(2): 1-5. doi: 10.35790/jkp.v2i2.5199.
Safi, S. R., Solikah, M.P., Putri, N. E. (2024). Hubungan Antara Faktor Usia dan jenis Kelamin Terhadap Peningkatan Penyakit Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Yausakor Papua Selatan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(4): 10406-10415.
Sembiring, L. N. B., dan Wandikbo, S. (2023). Hubungan Lingkungan Dengan Kejadian Malaria Pada Masyarakat di Kampung Nawaripi Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Jurnal Stikes Bethesda, 2(1): 136-146.
Tagora, S., Rahajeng, E., Windiyaningsih, C., Prameswari, H. D. (2023). Faktor Risiko Pekerjaan pada Kejadian Penyakit Malaria di Wilayah kerja Puskesmas Kaimana. Journal Kolegium, 19(2): 51-59.
Utami, T. P., Hasyim, H., Kaltsum, U., Dwifitri, U., Meriwati, Y., Yuniwarti, Paridah, Y., dan Zulaiha. (2022). Faktor Risiko Penyebab Terjadinya Malaria di Indonesia. Jurnal Surya Medika, 7(2): 96–107.
Widyati, A.S., Mukono, J. (2022). Hubungan Antara Temperatur Udara dengan Kasus Mlaaria di Kabupaten Ende Tahun 2017. Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(3): 402-409.
World Health Organization. (2022). World Malaria Report 2022. Geneva: WHO. Hal: 15-20.
Zulaikhah, S. T., Sahariyani, M., Bhakti, P., Akbar, D., dan Rani, M. (2020). Faktor Sikap dan Perilaku yang Berhubungan dengan Malaria. Disease Prevention and Public Health Journal, 14(1): 51–57.
DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v12i12.20616
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc4.footer##
Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
_JIKK_2024-2.pdf_.png)

1.png)
.png)
.png)
.png)
.jpg)



