Determinan Pencarian Pengobatan Ibu Dengan Anak Demam Di TK Al Hidayah Bakung 2 Udanawu Blitar
Sari
Demam merupakan keadaan yang sering ditemui sehari-hari dalam kehidupan terutama anak yang tubuhnya masih rentan terhadap penyakit. Namun, sering kali jika terjadi demam pada anak, pada tahap awal indikasi penyakit, orang tua sudah panik, khawatir berlebihan, dan tanpa observasi terlebih dahulu, langsung memberikan obat-obatan. Penelitian ini dilakukan di TK Al-Hidayah Bakung 2 Udanawu, Kabupaten Blitar, dengan melibatkan 89 responden ibu yang memiliki anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu (74,2%) memilih pengobatan modern seperti ke Puskesmas, rumah sakit, praktik dokter, atau bidan saat anak mengalami demam. Berdasarkan pengukuran persepsi terhadap enam komponen HBM, sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap perceived susceptibility (51,7%), perceived severity (62,9%), perceived benefits (58,4%), dan perceived barriers (55,1%). Namun demikian, mayoritas responden menunjukkan tidak adanya dorongan isyarat untuk bertindak (cues to action) sebesar 61,8% serta memiliki self-efficacy yang rendah sebesar 56,2%. Analisis regresi logistik yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa komponen-komponen HBM secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perilaku pencarian pengobatan (p = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa persepsi ibu terhadap kondisi anak dan keyakinannya dalam mengambil tindakan kesehatan berperan penting dalam proses pencarian pengobatan.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Agustiani, D. (2023). Jangan panik bila anak kejang demam. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2524/janganpanik-bilaanakkejang-demam
Agustina, F. D., et al. (2022). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang penanganan hipertermi dengan kompres hangat pada anak usia prasekolah. Dian Husada, 1, 54–63.
Agustina, N. (2022). Anak demam dan cara mengatasinya. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/23/anak-demam-dan-cara-mengatasinya
Feri, J., Wijaya, S., Juartika, W., & Wibowo, W. D. A. (2022). Pelatihan penanganan anak demam fase pre-hospital di Kelurahan Marga Rahayu Kota Lubuklinggau. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(4), 1992.
https://doi.org/10.31764/jpmb.v6i4.10632
Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2008). Health behavior and health education: Theory, research, and practice (4th ed.). Jossey-Bass.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil kesehatan Indonesia tahun 2019.
https://www.kemkes.go.id/id/category-download/profil-kesehatan
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei kesehatan Indonesia 2023.
https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/ski-2023-dalam-angka/
Krisnanto, P. D., Julia, M., & Lusmilasari, L. (2017). Pencarian pengobatan anak balita demam. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 3(1), 10–16.
http://nursingjurnal.respati.ac.id/index.php/JKRY/index
Nasution, R. A., Sari, S. K., Rangkuti, I. Y., & Darungan, T. S. (2021). The level of knowledge about drugs among self-medicated perpetrators in Pangkalan Masyhur Medan Johor. Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis, 10(1), 58–66.
https://ojsfkuisu.com/index.php/ibnunafis
Rachmawati, W. C. (2019). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Wineka Media.
Sari, W., Parinduri, S. K., & Arsyati, A. M. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi health seeking behavior pada ibu rumah tangga di RW 03 Desa Cikarawang selama masa pandemi COVID-19 tahun 2021. Promotor, 5(4), 370–379.
https://doi.org/10.32832/pro.v5i4.6981
Sofyan Ismael, S., Pusponegoro, H. D., & Widodo, D. P. (2016). Rekomendasi penatalaksanaan kejang demam. Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Sumiarni, L. (2022). Gambaran karakteristik ibu rumah tangga tentang swamedikasi di Desa Pulau Layang Kecamatan Batang Masumai wilayah kerja Puskesmas Keserasan Panjang tahun 2021. Jurnal Kesehatan dan Sains Terapan STIKes Merangin, 8(1), 7–12.
Sunaryo. (2004). Psikologi untuk keperawatan (Edisi I). EGC.
https://www.google.co.id/books/edition/Psikologi/6GzU18bHfuAC
Susilowati, N., Sapartinah, T., & Widyastuti, E. (2021). Faktor yang mempengaruhi ibu dalam kunjungan imunisasi pada masa pandemi COVID-19 dalam perspektif Health Belief Model. Midwifery Care Journal, 2(3), 82–87.
https://doi.org/10.31983/micajo.v2i3.7492
Wardiyah, A., Setiawati, & Romayati, U. (2016). Perbandingan efektivitas pemberian kompres hangat dan tepid sponge terhadap penurunan suhu tubuh anak yang mengalami demam. Jurnal Kesehatan Holistik, 10(1), 36–44.
Widiarti, A., Bachri, A. A., & Husaini, H. (2016). Analisis pengaruh faktor perilaku terhadap pemanfaatan kearifan lokal sebagai obat tradisional oleh masyarakat di Kota Palangka Raya. Jurnal Berkala Kesehatan, 2(1), 30.
https://doi.org/10.20527/jbk.v2i1.4842
Woli, O. S., Putri, R. M., & Devi, H. M. (2023). Persepsi orang tua tentang kerentanan dan keseriusan penyakit terhadap kekambuhan ISPA pada balita. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 11(1), 24–44.
https://doi.org/10.33366/jc.v11i1.4454
Yuslina, H., Kardhinata, E. H., & Sartini, S. (2017). Gambaran penyakit demam berdasarkan umur dan jenis kelamin pasien Rumah Sakit Haji Medan. BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan), 2(2), 117–124.
https://doi.org/10.31289/biolink.v2i2.801
Zurahmi, Z. R. (2022). Promosi kesehatan.
DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v12i12.20872
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc4.footer##
Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
_JIKK_2024-2.pdf_.png)

1.png)
.png)
.png)
.png)
.jpg)



