Pengaruh Pembelajaran Metode Rice Pada Ankle Sprain Di Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Jakarta

Virginia Priscillia Tejakusuma, Lydia Tantoso

Sari


Ankle sprain merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang paling sering terjadi pada anak dan remaja, terutama pada anggota gerak bawah. Di Indonesia, cedera pada anggota gerak bawah memiliki prevalensi sebesar 67,9%, sehingga menunjukkan tingginya risiko cedera pada kelompok usia sekolah. Penanganan ankle sprain memerlukan pertolongan pertama yang cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, sehingga pengetahuan mengenai penatalaksanaan awal menjadi sangat penting. Edukasi merupakan salah satu faktor utama yang berperan dalam meningkatkan pengetahuan individu terkait penanganan cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran metode RICE terhadap tingkat pengetahuan pertolongan pertama ankle sprain pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest dan dilaksanakan pada bulan Januari 2025. Sampel penelitian terdiri dari 85 siswa kelas X yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Edukasi diberikan menggunakan media PowerPoint dan diikuti dengan pengisian kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 14,00 pada pretest menjadi 15,62 pada posttest, dengan selisih rata-rata sebesar 1,624 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran metode RICE berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai pertolongan pertama ankle sprain.


Kata Kunci


Ankle Sprain; Edukasi; Pertolongan Pertama; Siswa SMA; Pengetahuan; Cedera Olahraga; Pretest-Posttest

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Athoillah, R., Azza, A., & Hamid, M. A. (2024). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode RICE terhadap Keterampilan Pertolongan Pertama Cedera Olahraga Sprain pada Palang Merah Remaja SMA Negeri 1 Jenggawah. ASSYIFA : Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 267–279. https://doi.org/10.62085/ajk.v2i2.77

Cahyono, E. A. (2019). Pengetahuan ; Artikel Review. 28 Januari 2019, 12(1).

Fauzi, I. B., & Priyonoadi, B. (2019). Klasifikasi dan Pemahaman Penanganan Cedera Pada Saat Latihan Menari. MEDIKORA, 17(1). https://doi.org/10.21831/medikora.v17i1.23494

Iskandar, Ali, M., & Erlita, A. (2025). Edukasi Pencegahan dan Penanganan Cedera Sprain Ankle pada Siswa Kelas X SMA Negeri 11 Samarinda. Jurnal Abdi Masyarakat Kita, 5(1), 1–8. https://doi.org/10.33759/asta.v5i1.687

Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Cedera Olahraga Bagi Siswa Dan Guru Sekolah Dasar Kecamatan Negara (2019).

Sakti, B. P., Purnanto, N. T., & Sulistiyarini, S. (2021). Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Metode RICE pada Ankle Sprain terhadap Pengetahuan dan Perilaku Remaja Laki-Laki di Purwodadi. The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan, 6(1). https://doi.org/10.35720/tscd3kep.v6i1.292

Sutriawan, A., Syafruddin, M. A., & Hasanuddin, M. I. (2023). Sosialisasi Penanganan Cedera menggunakan Metode PRICE. Vol. 1, No.

Tim riskesdas. (2019). Laporan nasional Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan, Republik Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Widiastuti, N. K. P., & Adiputra, I. M. S. (2022). Gambaran Tingkat Pengetahuan Siswa tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 11(1), 23. https://doi.org/10.36565/jab.v11i1.409




DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v13i2.21167

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.