Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Telogen Effluvium Pada Pelajar Sma Di Tangerang Selatan

Rafa Regina Parisa, Catharina Sagita Moniaga

Sari


Kerontokan rambut sering menjadi keluhan di kalangan remaja dan dapat berdampak terhadap kondisi psikologis serta citra diri. Salah satu bentuk kerontokan rambut yang umum ditemukan adalah telogen effluvium (TE), yaitu gangguan yang terjadi akibat terganggunya siklus pertumbuhan rambut. Status gizi diduga memiliki peran penting karena nutrisi tertentu diperlukan untuk menjaga kesehatan folikel rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan kejadian TE pada pelajar SMAN 7 Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan pendekatan analitik dan melibatkan 301 siswa berusia 15–17 tahun. Status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan TE dinilai melalui uji hair pull. Hasil menunjukkan bahwa 63,5% responden memiliki status gizi tidak normal, dan 37,2% mengalami kerontokan rambut. Uji chi-kuadrat memberikan nilai p sebesar 0,818 dan Prevalence Risk Ratio (PRR) sebesar 0,637 (CI 95%: 0,395–1,028), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan kejadian TE. Temuan ini mengindikasikan bahwa status gizi bukan satu-satunya faktor pemicu TE, dan faktor lain seperti ketidakseimbangan hormon atau stres psikologis kemungkinan lebih berpengaruh.


Kata Kunci


Remaja, Status Gizi; Kerontokan Rambut; Telogen Effluvium; Hair Pull Test

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Almohanna, H. M., Ahmed, A. A., Tsatalis, J. P., & Tosti, A. (2019). The role of vitamins and minerals in hair loss: A review. Dermatology and Therapy, 9(1), 51–70. https://doi.org/10.1007/s13555-018-0278-6

Alshwaiyat, N. M., Ahmad, A., Wan Hassan, W. M. R., & Al-Jamal, H. A. N. (2021). Association between obesity and iron deficiency (Review). Experimental and Therapeutic Medicine, 22(1), 1–6. https://doi.org/10.3892/etm.2021.10033

Asghar, F., Shamim, N., Farooque, U., Sheikh, H., & Aqeel, R. (2020). Telogen effluvium: A review of the literature. Cureus, 12(5), e8320. https://doi.org/10.7759/cureus.8320

Aztriana, A., Pramono, R., & Yusuf, S. (2023). Kondisi rambut dan pengaruh stres pada remaja. Jurnal Dermatologi Indonesia, 10(2), 85–92.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan RI.

Belgaumkar, V. A., Dhamdhere, D., Prasad, K., et al. (2021). Study of hair fall in young females and its association with nutritional deficiency. International Journal of Research in Dermatology, 7(3), 293–298.

Grymowicz, M., Rudnicka, E., Podfigurna, A., Napierala, P., Smolarczyk, R., & Meczekalski, B. (2020). Hormonal effects on hair follicles. International Journal of Molecular Sciences, 21(15), 5342. https://doi.org/10.3390/ijms21155342

Guo, E. L., & Katta, R. (2017). Diet and hair loss: Effects of nutrient deficiency and supplement use. Dermatology Practical & Conceptual, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.5826/dpc.0701a01

Hall, J. E. (2021). Guyton and Hall textbook of medical physiology (14th ed.). Elsevier.

Hodeib, A. A., Hegazy, R. A., Fawzy, M. M., & Hassan, B. M. (2017). Role of iron status and iron parameters in patients with chronic telogen effluvium. International Journal of Trichology, 9(2), 50–54. https://doi.org/10.4103/ijt.ijt_85_16

Kareem, S. A., Ali, M. I., & Rashed, L. A. (2020). Telogen effluvium: An insight into the association with oxidative stress and vitamin D deficiency. Journal of Cosmetic Dermatology, 19(12), 3300–3305. https://doi.org/10.1111/jocd.13727

Legiawati, L., Irmaya, D. E., & Handoko, H. Y. (2022). Hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian telogen effluvium pada pasien rawat jalan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Majalah Kedokteran Indonesia, 72(4), 239–244.

Malkud, S. (2015). Telogen effluvium: A review. Journal of Clinical and Diagnostic Research, 9(9), WE01–WE03. https://doi.org/10.7860/JCDR/2015/15219.6492

McDonald, M., & Townley, J. P. (2021). Hair loss in adolescents: Causes, diagnosis, and management. Pediatric Clinics of North America, 68(5), 1125–1140.

Muscogiuri, G., Barrea, L., Laudisio, D., Pugliese, G., Aprano, S., Salzano, C., et al. (2019). The management of hair loss in women from a nutrition perspective: A review. Clinical Nutrition, 38(1), 13–22. https://doi.org/10.1016/j.clnu.2018.01.024

Rudnicka, L., Olszewska, M., Rakowska, A., Kowalska-Olędzka, E., & Slowinska, M. (2020). Hair shaft and scalp evaluation methods: Trichoscopy and beyond. Dermatologic Clinics, 38(3), 309–321. https://doi.org/10.1016/j.det.2020.02.002

Sirait, T. M., Kusmanto, H., & Damayanti, R. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kerontokan rambut pada wanita berhijab. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 15(1), 12–19.

Tapatab, T. A. (2022). Hubungan antara status gizi dengan kejadian telogen effluvium pada mahasiswa kedokteran. Jurnal Gizi Medika, 13(1), 45–52.

Tamaro, G., & Tan, S. H. (2023). Evaluation of nutritional status and hair loss: A comparative study. Journal of Nutrition and Clinical Medicine, 14(2), 134–140.

Stoffel, N. U., Zeder, C., Brittenham, G. M., Moretti, D., & Zimmermann, M. B. (2020). Iron absorption from supplements is greater with alternate day than with consecutive day dosing in iron-deficient anemic women. Haematologica, 105(5), 1232–1239.




DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v13i3.21199

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.