Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Jenis Abortus Di Rumah Sakit Umum Daerah Waibakul Kabupaten Sumba Tengah
Sari
Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas ibu, terutama di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan reproduksi seperti Kabupaten Sumba Tengah. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waibakul mencatat 68 kasus abortus pada tahun 2023, namun informasi mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan jenis abortus masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan jenis abortus pada ibu hamil yang dirawat di RSUD Waibakul. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 68 ibu hamil yang mengalami abortus dan dipilih dengan teknik total sampling. Data sekunder diperoleh dari rekam medis. Variabel bebas meliputi usia ibu, paritas, dan jarak kehamilan, sedangkan variabel terikat adalah jenis abortus. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu (p = 0,014) dan jarak kehamilan (p = 0,004) dengan jenis abortus. Sementara itu, paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan jenis abortus (p = 0,479). Secara deskriptif, abortus inkomplit merupakan jenis abortus yang paling banyak ditemukan (61,8%), diikuti abortus iminens (38,2%). Penelitian ini menunjukkan bahwa usia ibu dan jarak kehamilan berhubungan secara signifikan dengan jenis abortus. Namun, karena menggunakan desain cross-sectional, penelitian ini tidak dapat menjelaskan hubungan sebab-akibat. Diperlukan penguatan upaya deteksi dini, pemantauan kehamilan berisiko, serta strategi promotif dan preventif seperti edukasi kesehatan reproduksi dan skrining prakonsepsi untuk menurunkan kejadian abortus dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, khususnya target 3.1 dan 3.7.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Conde-Agudelo, A., Rosas-Bermúdez, A., & Kafury-Goeta, A. C. (2020). Birth spacing and risk of adverse perinatal outcomes: A meta-analysis. JAMA, 295(15), 1809–1823. https://doi.org/10.1001/jama.295.15.1809
DaVanzo, J., Hale, L., Razzaque, A., & Rahman, M. (2021). Effects of interpregnancy interval and outcome of the preceding pregnancy on pregnancy outcomes in Matlab, Bangladesh. BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 114(9), 1079–1087. https://doi.org/10.1111/j.1471-0528.2007.01338.x
Hanley, G. E., Hutcheon, J. A., Kinniburgh, B. A., & Lee, L. (2020). Interpregnancy interval and adverse pregnancy outcomes: An analysis of successive pregnancies. Obstetrics & Gynecology, 129(3), 408–415. https://doi.org/10.1097/AOG.0000000000001891
Kassa, G. M., Arowojolu, A. O., Odukogbe, A. A., & Yalew, A. W. (2020). Adverse neonatal outcomes of adolescent pregnancy in Africa: A systematic review and meta-analysis. Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology, 33(1), 10–24. https://doi.org/10.1016/j.jpag.2019.09.002
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kementerian Kesehatan RI.
Lee, S. Y., Park, M., & Kim, H. Y. (2022). Maternal age and risk of spontaneous abortion: A population-based cohort study. BMC Pregnancy and Childbirth, 22, 115. https://doi.org/10.1186/s12884-022-04435-9
Manuaba, I. B. G. (2010). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan KB (2nd ed.). EGC.
Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Tengah. (2023). Profil kesehatan Kabupaten Sumba Tengah tahun 2023. Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Tengah.
Quenby, S., Gallos, I. D., Dhillon-Smith, R. K., Podesek, M., Stephenson, M. D., Fisher, J., Brosens, J. J., & Coomarasamy, A. (2021). Miscarriage matters: The epidemiological, physical, psychological, and economic costs of early pregnancy loss. The Lancet, 397(10285), 1658–1667. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)00682-6
Saraswati, D. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus pada ibu hamil di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 10(2), 85–92.
Sari, N., & Pramesti, D. (2021). Analisis faktor risiko abortus pada ibu hamil di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(1), 45–53.
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. (2022). Laporan SDKI 2022. Badan Pusat Statistik; BKKBN; Kementerian Kesehatan RI.
WHO. (2023). Report on maternal mortality 2000–2020. World Health Organization. https://www.who.int
Wulandari, R., Suryani, D., & Lestari, P. (2020). Hubungan paritas dengan kejadian abortus di RSUD Sleman. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 14(1), 21–28.
Yazdani, S., Nekuei, N., & Mohammadi, E. (2021). Risk factors associated with spontaneous abortion: A case-control study. Iranian Journal of Reproductive Medicine, 19(4), 289–296.
DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v12i12.21256
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc4.footer##
Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
_JIKK_2024-2.pdf_.png)

1.png)
.png)
.png)
.png)
.jpg)



