Hubungan Peran Kader Puskesmas Dan Pengetahuan Pasien Tb Terhadap Kesembuhan Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Cibatu Bekasi

Ade Rokhmatuloh, Evniwani Purba, Yulta Kadang

Sari


TB Paru merupakan penyakit menular yang masuk ke dalam salah satu kategori penyakit berbahaya dan menjadi salah satu penyakit penyebab kematian di dunia setelah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Metode yang di pakai oleh peneliti dalam melakukan penelitian ini dengan menggunakan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 79 dan teknik Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan pendekatan Purposive Sampling dan menggunakan instrumen yang digunakan adalah dengan lembar Kuesioner. Hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Chi-Square menunjukkan bahwa P-value = 0,001 (p<0,05) dari nilai fisher exact test karena ada sel dengan frekuensi harapan kurang dari 5, maka dapat diartikan bahwa H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan antara Peran Kader dengan Kesembuhan Pasien TB Paru. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan terhadap peran kader puskesmas pada kesembuhan penderita dengan Tuberkulosis Paru di puskesmas Cibatu, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.


Kata Kunci


Pasien TB Paru; Peran Kader; Kesembuhan Pasien TB Paru

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adiatma, H. P., & Aris, A. (2013). Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Pasien TB PARU (Tuberculosis) dengan Kepatuhan Berobat Pasien TB PARU yang Berobat di UPT Puskesmas Mantup Kabupaten Lamongan.

Craig, G. M., Joly, L. M., & Zumla, A. (2014). “ Complex ” but coping : experience of symptoms of tuberculosis and health care seeking behaviours - a qualitative interview study of urban risk groups , London , UK, 1–9.

Dinkes. (2015). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Dinkes. (2016). Profil Kesehatan Kota Surabaya.

Djojodibroto, D. (2007). Respirologi (Respiratory Medicine). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Erawatyningsih, E., Purwanta, & Subekti, H. (2009). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Factors Affecting Incompliance With Medication, 25(3), 117–124.

Fitria, C. N., & Mutia, A. (2003). Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Tuberkulosis dengan Kepatuhan Minum Obat di Puskesmas, 7(6), 41–45.

Fuady, A., Pakasi, T. A., & Mansyur, M. (2014). The Social Determinants of Knowledge and Perception on Pulmonary Tuberculosis among Females in Jakarta , Indonesia, 23(2), 99–105.

Hidayat, A. A. (2007). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika.

Himawan, A. B., Hadisaputro, S., & Suprihati. (2015). Berbagai Faktor Resiko Kejadian TB Paru Drop Out.

Irman Somantri. (2007). Keperawatan Medikal Bedah Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika.

Kemenkes. (2011). Pedoman nasional pengendalian tuberkulosis.

Kemenkes. (2016a). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

Kemenkes. (2016b). Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Lestari,

T. (2015). Kumpulan Teori untuk Kajian Pustaka Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Munro, S. A., Lewin, S. A., Smith, H. J., Engel, M. E., Fretheim, A., & Volmink,J. (2007). Patient Adherence to Tuberculosis Treatment : A Systematic Review of Qualitative Research, 4(7). rg/10.1371/journal.pmed.0040238

Muttaqin, A. (2008). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Pernafasan. Jakarta: Salemba Medika.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku

Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nurwidji, & Fajri, T. (2013). Hubungan Motivasi Kesembuhan dengan Kepatuhan Pelaksanaan Pengobatan pada Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Mojosari Mojokerto, 5(2), 68–82.

Obuku, E. A., Meynell, C., Kiboss-kyeyune, J., Blankley, S., Atuhairwe, C., Nabankema, E., … Ndungutse, D. (2012). Socio-Demographic Determinants and Prevalence of Tuberculosis Knowledge in Three Slum Populations of Uganda. BMC Public Health, 12(1), 1. https://doi.org/10.1186/1471-2458- 12-536

Polit, D. F., & Beck, C. T. (2012). Nursing Research, Generating and Assessing Evidence for Nursing Practice. Baltimore: Wolters Kluwer Health.

Prasetya, J. (2009). Hubungan Motivasi Pasien TB Paru dengan Kepatuhan dalam Mengikuti Program Pengobatan Sistem DOTS di Wilayah Puskesmas Genuk, 46– 53.

Purwanto, N. H. (2010). Jurnal Keperawatan & Kebidanan - Stikes Dian Husada Mojokerto, 40–46.

Sari, I. D., Mubasyiroh, R., & Supardi, S. (2016). Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kepatuhan Berobat pada Pasien TB Paru yang Rawat Jalan di Jakarta Tahun 2014, 243–248.

Suarli, S., & Bahtiar, Y. (2013). Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis. Ciracas: Erlangga.

Suparyanto. (2010). No Title. Retrieved from http://dr- suparyanto.blogspot.co.id/2010/10/konsep-kepatuhan-1.html?m=1

Wayan, N., & Rattu, A. A. J. M. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keteraturan Minum Obat Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Modayag , Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Factors Associated With Take Drug Regularity of Patients Pulmonary TB In the Work Area of Moday, 157–168.

WHO. (2016). Global Tuberculosis Report. Geneva: WHO Library Cataloguing.




DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v13i3.22781

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.