Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Status Stunting pada Balita di Puskesmas Tamangapa Makassar: Studi Cross-Sectional

Rizky Nurhumairah Sarifuddin, Ida Royani, Abdi Dwiyanto Putra Samosir, Hermiaty Nasruddin, Sidrah Darma

Sari


Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada balita yang ditandai dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur < -2 SD. Faktor lingkungan, khususnya sanitasi lingkungan yang buruk, berperan dalam meningkatkan risiko infeksi dan gangguan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui kejadian stunting, kondisi sanitasi lingkungan, serta hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Tamangapa Makassar tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa tahun 2024 sebanyak 60 balita. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data stunting diperoleh melalui rekam medik dan pengukuran antropometri berdasarkan standar z-score WHO, sedangkan sanitasi lingkungan diukur menggunakan kuesioner dan observasi meliputi kualitas air, penyediaan air bersih, dan pembuangan kotoran. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kasus stunting ditemukan pada balita usia 1 tahun sebanyak 18 responden (35,5%) dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 36 responden (70,6%). Pada kelompok kasus, mayoritas responden memiliki sanitasi lingkungan buruk sebanyak 29 responden, sedangkan pada kelompok non-stunting sebagian besar memiliki sanitasi lingkungan baik sebanyak 22 responden. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting (p-value < 0,05). Sanitasi lingkungan yang buruk meningkatkan risiko terjadinya stunting pada balita. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena menggunakan desain cross-sectional sehingga tidak dapat menjelaskan hubungan sebab akibat secara langsung serta pengukuran sanitasi lingkungan yang masih bergantung pada observasi dan kuesioner responden.


Kata Kunci


Stunting; Sanitasi Lingkungan; Balita; Cross-Sectional; Makassar

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Akombi, B. J., Agho, K. E., Hall, J. J., Wali, N., Renzaho, A. M. N., & Merom, D. (2017). Stunting, wasting and underweight in sub-Saharan Africa: a systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(8), 863.

Arnita, S., Rahmadhani, D. Y., & Sari, M. T. (2020). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan upaya pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas simpang kawat kota Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 9(1), 7–14.

Damanik, S. M., Sitorus, E., & Mertajaya, I. M. (2021). Sosialisasi Pencegahan Stunting pada Anak Balita di Kelurahan Cawang Jakarta Timur: Dissemination about Prevention of Stunting in Toddlers at

Cawang Village, East Jakarta. JURNAL Comunità Servizio: Jurnal

Terkait Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, Terkhusus Bidang Teknologi, Kewirausahaan Dan Sosial Kemasyarakatan, 3(1), 552–560.

Danaei, G., Andrews, K. G., Sudfeld, C. R., Fink, G., McCoy, D. C., Peet, E., Sania, A., Smith Fawzi, M. C., Ezzati, M., & Fawzi, W. W. (2016). Risk factors for childhood stunting in 137 developing countries: a comparative risk assessment analysis at global, regional, and country levels. PLoS Medicine, 13(11), e1002164.

Ernawati, A. (2020). Gambaran penyebab balita stunting di desa lokus stunting Kabupaten Pati. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan Dan IPTEK, 16(2), 77–94.

Fentiana, N., & Ginting, D. (2023). Determinan Stunting Anak Usia 0-2 Tahun Di Indonesia: Bukti Survei Cross Sectional Menunjukkan Peran Penting Pemberian Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil Dalam Penurunan Stunting. Jurnal Ventilator, 1(3), 57–65.

Fibrianti, E. A., Thohari, I., & Marlik, M. (2021). Hubungan sarana sanitasi dasar dengan kejadian stunting di Puseksmas Loceret, Nganjuk. Jurnal Kesehatan, 14(2), 127–132.

Hasanah, L., & Resdiana, E. (2021). Gambaran Implementasi Sanitasi lingkungan pada Masyarakat (Studi pada masyarakat di Desa Banra’as Pulau Gili Iyang) Tahun 2020. Buletin Keslingmas, 40(1), 18–21.

Hasanah, S., Handayani, S., & Wilti, I. R. (2021). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia (studi literatur). Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja Dan Lingkungan, 2(2), 83–94.

Kanah, P. (2020). Hubungan pengetahuan dan pola konsumsi dengan status gizi pada mahasiswa kesehatan. Medical Technology and Public Health Journal, 4(2), 203–211.

Ketut, I. K. B., Mahsun, M., & Damayanti, S. L. P. (2022). Penerapan Hygiene Dan Sanitasi Di Desa Wisata Bayan Kabupaten Lombok Utara. Media Bina Ilmiah, 16(12), 7839–7848.

Kleinman, R. E., & Coletta, F. A. (2016). Historical overview of transitional feeding recommendations and vegetable feeding practices for infants and young children. Nutrition Today, 51(1), 7–13.

Mia, H., Sukmawati, S., & others. (2021). Hubungan hygiene dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita di Desa Kurma. Journal Peqguruang: Conference Series, 3(2), 494–502.

Mulyani, N. S., Fitriyaningsih, E., Al Rahmad, A. H., & Hadi, A. (2022). Peningkatan pengetahuan dan sikap ibu untuk pencegahan stunting di Kabupaten Aceh Besar. Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi, 4(1),

–33.

Ningsih, S., Puspitasari, D. I., Isnaeni, F. N., & Setiyaningrum, Z. (2023). Hubungan praktik pemberian makan dan hygiene sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Pontianak Nutrition Journal (PNJ), 6(2).

Prasetyo, A., & Asfur, R. (2020). Gambaran Sanitasi Lingkungan Pada Stunting Di Desa Secanggang Kabupaten Langkat. Jurnal Ilmiah Kohesi, 4(2), 100–105.

Sekarini, S. (2022). Kejadian stunting pada balita ditinjau dari karakteristik umur dan jenis kelamin. Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA, 12(1), 8–12.

Soofi, S. B., Khan, A., Kureishy, S., Hussain, I., Habib, M. A., Umer, M., Ariff, S., Sajid, M., Rizvi, A., Ahmed, I., & others. (2023). Determinants of stunting among children under five in Pakistan. Nutrients, 15(15), 3480.

Suratri, M. A. L., Putro, G., Rachmat, B., Nurhayati, Ristrini, Pracoyo, N. E., Yulianto, A., Suryatma, A., Samsudin, M., & Raharni. (2023). Risk factors for stunting among children under five years in the province of East Nusa Tenggara (NTT), Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(2), 1640.

Thurstans, S., Opondo, C., Seal, A., Wells, J., Khara, T., Dolan, C., Briend, A., Myatt, M., Garenne, M., Sear, R., & others. (2020). Boys are more likely to be undernourished than girls: a systematic review and meta-analysis of sex differences in undernutrition. BMJ Global Health, 5(12), e004030.

Toma, T. M., Andargie, K. T., Alula, R. A., Kebede, B. M., & Gujo, M. M. (2023). Factors associated with wasting and stunting among children aged 06--59 months in South Ari District, Southern Ethiopia: a community-based cross-sectional study. BMC Nutrition, 9(1), 34.

Torlesse, H., Cronin, A. A., Sebayang, S. K., & Nandy, R. (2016). Determinants of stunting in Indonesian children: evidence from a cross-sectional survey indicate a prominent role for the water, sanitation and hygiene sector in stunting reduction. BMC Public Health, 16(1), 669.

Yuningsih, Y., & Perbawati, D. (2022). Hubungan Jenis Kelamin terhadap Kejadian Stunting. Jurnal MID-Z (Midwivery Zigot) Jurnal Ilmiah Kebidanan, 5(1), 48–53.

Yunus, P., & others. (2021). Analisis Implementasi Kebijakan Stunting

di Puskesmas Antang Kota Makassar. Window of Public Health Journal, 2(5), 898–907.

Yuwanti, Y., Mulyaningrum, F. M., & Susanti, M. M. (2021). Faktor--faktor yang mempengaruhi stunting pada balita di Kabupaten Grobogan. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 10(1), 74–84.

Zalukhu, A., Mariyona, K., & Andriani, L. (2022). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada anak balita (0-59) bulan di Nagari Balingka Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam Tahun 2021. Jurnal Ners, 6(1), 52–60.




DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v13i5.23772

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.