Bioaktifitas Ekstrak Gracilaria sp. Terhadap Larva Anopheles sp.

Setyaningrum Endah, Septiani Linda, Wibowo Heri, Fahda Nabila Muharrani, Suryaningkunti Jeany Audina, Cahyadi Febrian

Sari


Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles sp. Penggunaan insektisida sintetis secara terus-menerus berdampak negatif terhadap lingkungan dan menimbulkan resistensi vektor, sehingga diperlukan alternatif larvasida nabati yang lebih aman. Namun studi mengenai efek histopatologi Gracilaria sp. terhadap larva Anopheles masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat mortalitas, menentukan nilai LC₅₀, serta mendeskripsikan perubahan morfologi dan histopatologi larva Anopheles sp. instar III setelah paparan ekstrak metanol Gracilaria sp. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi ekstrak metanol Gracillaria sp. (0,5%; 0,75%; 1%; 1,2%; serta kontrol akuades) dan masing-masing lima ulangan. Data mortalitas dianalisis menggunakan Probit untuk menentukan LC₅₀ serta untuk mengetahui perbedaan mortalitas larva antar perlakuan, data diuji menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Tukey Honestly Significant Difference (HSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai LC₅₀ ekstrak metanol sebesar 0,81%. Mortalitas tertinggi diperoleh pada konsentrasi 1,2%, yaitu sebesar 94,4%. Pengamatan histopatologi menunjukkan terjadinya disorganisasi epitel usus, degenerasi sel, serta perubahan lumen pada usus tengah larva. Temuan ini menegaskan bahwa ekstrak Gracilaria sp. tidak hanya efektif sebagai larvasida, namun juga memberikan bukti ilmiah mekanisme mengenai kerusakan jaringan larva, sehingga memperkuat potensinya sebagai biolarvasida yang ramah lingkungan.


Kata Kunci


Gracilaria sp; Anopheles sp;larvasida nabati; histopatologi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Achmadi, U. F. (2013). Dasar-Dasar Penyakit Berbasis Lingkungan. Jakarta: Rajawali Pers.

Al-Mehmadi, R., & Al-Khalaf, A. (2010). Efek larvasida dan histologis ekstrak Melia azedarach pada larva Culex quinquefasciatus (Diptera: Culicidae). Jurnal Universitas King Saud -Sains. 22(2): 77-85.

Arimaswati., La Ode M Sawaluddin., dan Hittah Wahi Sudrajat. (2017). Efek Larvasida Ekstrak Biji Buah Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Larva Instar III Aedes aegypti L. Medula 4(2): 332– 43.

Avichena, dan Anggriyani, R. (2023). Analisis Penyakit Malaria Akibat Infeksi Plasmodium sp terhadap Darah Manusia. Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi. 8(1): 30-37.

Baranitharan., Tamizhazhagan., and Kovendan, K. (2019). Entomology and Applied Science Letters Eco-Friendly Larvicide, Repellent against Medically Important Mosquito Vectors. Entomology Application Science Lett. 6(3):33-41.

Bhernama, B. G. (2020). Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Rumput Laut Gracilaria sp. Asal Desa Neusu Kabupaten Aceh Besar. 2(1): 1-5.

Glunt, K. D., Abílio, A. P., Bassat, Q., Bulo, H., Gilbert, A. E., Huijben, S., Manaca, M. N., Macete, E., Alonso, P., and Paaijmans, K. P. (2015).

Long-Lasting Insecticidal Nets No Longer Effectively Kill the Highly Resistant Anopheles Funestus of Southern Mozambique. Malaria Journal. 14(298): 1-7.

Govindarajan, M., Rajeswary, M., dan Benelli, G. (2016). Komposisi kimia, toksisitas dan efek non-target minyak esensial Pinus kesiya: Larvasida ramah lingkungan dan baru terhadap vektor nyamuk malaria, demam berdarah, dan filariasis limfatik. Ekotoksikologi dan Keamanan Lingkungan. 129:85-90. https://doi.org/10.1016/j.ecoenv.2016.03.007

Hidayati, J. R., Karlina, I., Ningsih, D. P. N., Wijaya, A., and Bahry, M. S. (2023). Bioactive Compounds and Antioxidant Activity of Tropical Red Algae Gracilaria Sp. from Bintan Island, Indonesia. In 2nd Maritime Continental Fulcrum International Conference. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 1148. 012004:1-8.

Iskandar., Iwan., Hevi Horiza., dan Nanang Fauzi. (2017). Efektivitas Bubuk Biji Pepaya (Carica Papaya Linnaeaus) sebagai Larvasida Alami Terhadap Kematian Larva Aedes Aegypti Tahun 2015. EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA 18. 1:12–18.

https://doi.org/10.24036/eksakta/vol18- iss01/12

Kelly, P. H., Yingling, A. V., Ahmed, A., Hurwitz, I., and Ramalho-Ortigao, M. (2022). Characterization of the mechanisms of action and mosquito larva midgut response to a yeast encapsulated orange oil larvicide. Parasites and Vektor. 15(183). https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-1335850/v1

Kemenkes RI. (2025). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Khunafa., Alifatun., Ngadino., Hadi Suryono., dan Aries Prasetyo. (2020). Perbedaan Toksisitas Larutan Buah Pare (Momordica charantia Linnaeus) dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi Linnaeus) Sebagai Biolarvasida Culex Sp. Jurnal Penelitian Kesehatan “SUARA FORIKES” (Journal of Health Research Forikes Voice) 11:60. https://doi.org/10.33846/sf11nk211

Manilal, A., Sujith, S., Kiran, G. S., Selvin, J., Shakir, C., Gandhimathi, R., dan Panikkar, M. V. (2009). Biopotensi rumput laut yang dikumpulkan dari pantai barat daya India. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan. 17(1). https://doi.org/10.51400/2709-6998.1979

Marcellia, S., Ramdini, D. A., Setiawan, G., Septiani, L., Setyaningrum, E., Rosa, E., and Annasya, B. S. (2024). Uji Efektivitas Biolarvasida pada Minyak Atsiri Daun Tembelekan (Lantana camara) terhadap Larva Anopheles sp. sebagai Upaya Pengendalian Vektor Malaria. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. 11(12): 2444-2453.

Nathan, S. S. (2020). Tinjauan mekanisme resistensi insektisida sintetis dan bahan botani, fitokimia, dan minyak esensial sebagai agen larvasida alternatif terhadap nyamuk. Frontiers in Physiology.10. https://doi.org/10.3389/fphys.2019.01591

National center for emerging and zoonotic infectious diseases (NCEZID). (2024) National Center for Emerging and Zoonotic Infectious Diseases (NCEZID).

https://share.google/jgganstVmLEpJ0K4u

Nurhaifah., Dita., dan Tri Wahyuni Sukesi. (2015). Effectivity of Sweet Orange Peel Juice as a Larvasides of Aedes aegypti Mosquito. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 9 (3): 207–13.

Pradan.i, Firda Yanuar., dan I Gede Wempi Dody Surya Permadi. (2021). Lethal Time Biolarva Pada Larva Aedes aegypti. Gema Kesehatan 13(2):97–102. https://doi.org/10.47539/gk.v13i2.174

Procopio, T. F., Fernandes, K. M., Pontual, E. V., Ximenes, R. M., De Oliveira, A. R., Souza, C. D., Melo, A. M., Navarro, D. M., Paiva, P. M., Martins, G. F., and Napoleao, T. H. (2015). Schinus terebinthifolius leaf extract causes Midgut damage, interfering with survival and

development of Aedes aegypti larvae. PLOS ONE.10(5). e0126612. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0126612

Pujiart.i, Rini., Sri Suryani., Sigit Sunarta., Ganis Lukmandaru., dan Brandon Aristo Verick Environmental Occupational Health and Safety Pages : 42-52 ISSN : 2745-3863 Website : https://jurnal.umj.ac.id/index.php/EOHSJ Environmental Occupational

Health and Safety Journal • Vol.5 No.1 • Juli 2024 | 52

Shaalan, E. A., Canyon, D., Younes, M. W., Abdel-Wahab, H., and Mansour, A. (2005). Tinjauan fitokimia botani dengan potensi pembunuh nyamuk. Environment Internasional. 31(8): 1149-1166. https://doi.org/10.1016/j.envint.2005.03.003.

Silva, A. P. B., Santos, J. M. M., and Martins, A. J. (2014). Mutations in the Voltage-Gated Sodium Channel Gene of Anophelines and Their Association with Resistance to Pyrethroids. A Review Parasites & Vectors. 7(450): 1-14.

Sinaga, L S, Martini, dan L D Saraswati. (2016). Status Resistensi Larva Aedes aegypti (Linnaeus) terhadap Temephos (Studi di Kelurahan Jatiasih Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 4(1):142–52.

Utami., Anindya Wahyu., dan Mitoriana Porusia. (2023). Kajian Literatur Pengaruh Insektisida Nabati Dan Insektisida Sintetik Terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 11(2):168–89.

https://doi.org/10.14710/jkm.v11i2.37721

Utami., Wahyu Wira., Aktsar Roskiana Ahmad., dan Abd. Malik. (2016). Uji Aktivitas Larvasida Ekstrak Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Fitofarmaka Indonesia. 3(1):141–45.

https://doi.org/10.33096/jffi.v3i1.174

Vadakkan, K., Aravoor, SS., Mundanttu, M.R., Devanooru, BK., dan Puthiyamadathil, VM (2024). Penghambatan asetilkolinesterase memediasi aktivitas larvasida ekstrak Mangifera indica terhadap culex quinquefasciatus. Fitosains Klinis. 10(1).

https://doi.org/10.1186/s40816-024-00379-6

WHO (World Health Organization). (2005). Guidelines for Laboratory and Field Testing of Mosquito Larvicides. World Health Organization. https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/1cab30dc-a9bd-4df3-9cce281fd35e316d/content

WHO (World Health Organization). (2024). World Malaria Report 2024. https://www.who.int/publications/i/item/9789240104440

Wibowo, C. I. (2017). Efektivitas Bacillus thuringiensis dalam Pengendalian Larva Nyamuk Anopheles sp. Biosfera. 34(1): 39-46.

Yuandarru, R., Setyaningrum, E., Chrisnawati, L., dan Pratami, G. D. (2025). Uji Bioaktivitas Ekstrak N-Heksana Rumput Laut Gracilaria sp. sebagai Antimalaria Terhadap Parasit Plasmodium falciparum secara In Vitro. Jurnal Penelitian Sains. 27(2D): 1-6.




DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v13i4.25757

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.