Analisis Implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan (SPM-BK) Orang Terduga Tuberkulosis di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung

Rizka Dwiyovita* -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Martha Irene Kartasurya -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Nurjazuli Nurjazuli -  Universitas Diponegoro, Indonesia

Supp. File(s): Instrumen Riset

ABSTRACT

 

The minimum service standard is a benchmark for the type and quality of services provided to the community at a minimum. The coverage of TB suspects receiving services in Pesawaran District has not reached the national target (100%). To analyze the implementation of minimum service standard policies in the health sector for people suspected of having TB. This research is a qualitative research with a case study approach. The research locations were carried out at the Pesawaran District Health Office, Kedondong Health Center, Kota Dalam Health Center, Kalirejo Health Center, and Roworejo Health Center. Primary data was obtained from in-depth interviews and observations, secondary data was obtained from document review. There were 11 informants in this study consisting of 3 main informants and 9 triangulation informants. The implementation of the policy on minimum service standards in the health sector for people suspected of having TB has not run optimally. There are variables that are not maximized so that they hinder policy implementation, namely resources, communication between organizations and implementing activities, characteristics of implementing agencies, dispositions of implementing agencies, and environmental, social and economic conditions. Implementation of minimum service standard policies in the health sector for people suspected of having TB can be carried out optimally by increasing cooperation and coordination in both government and private circles.

 

Keywords: Qualitative, Minimum Service Standards, Tuberculosis

 

 

ABSTRAK

 

Standar pelayanan minimal merupakan tolak ukur jenis dan mutu pelayanan yang diberikan kepada masyarakat secara minimal. Cakupan terduga TB yang mendapatkan pelayanan Kabupaten Pesawaran belum mencapai target nasional (100%). Untuk menganalisis implementasi kebijakan standar pelayanan minimal bidang kesehatan (SPM-BK) orang terduga TB. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Lokasi penelitian dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Puskesmas Kedondong, Puskesmas Kota Dalam, Puskesmas Kalirejo, dan Puskesmas Roworejo. Data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan observasi, data sekunder diperoleh dari telaah dokumen. Informan penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 3 informan utama dan 9 informan triangulasi. Implementasi kebijakan SPM-BK orang terduga TB belum berjalan maksimal. Terdapat variabel yang belum maksimal sehingga menghambat implementasi kebijakan, yaitu sumber daya, komunikasi antar organisasi dan kegiatan pelaksana, karakteristik badan pelaksana, disposisi pelaksana, serta kondisi lingkungan, sosial, dan ekonomi.  Implementasi kebijakan SPM-BK orang terduga TB dapat dilakukan secara optimal dengan meningkatkan kerjasama dan koordinasi baik dilingkungan pemerintah maupun swasta.

 

Kata Kunci: Kualitatif, Standar Pelayanan Minimal, Tuberkulosis.

Supplement Files

Kata Kunci : Kualitatif, Standar Pelayanan Minimal, Tuberkulosis.

  1. Adrian, M. M., Priyo Purnomo, E., & Agustiyara. (2020). Implementasi Kebijakan Pemerintah PERMENKES NO 67 Tahun 2016 Dalam Penanggulangan Tuberkulosis di Kota Yogyakarta. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI, 9(2), 83–88. https://doi.org/10.22146/JKKI.55965
  2. Akrima, N., & Sofwan, F. (2018). Implementasi Kebijakan Permenkes Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 2(2), 307–319. https://doi.org/10.15294/HIGEIA.V2I2.21291
  3. Anwar, A. A., Astuti, D., & Pratiwi, E. (2022). Edukasi Tuberculosis pada Masyarakat di Masa Pandemi. KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 2(1), 19–27. https://doi.org/10.55606/KREATIF.V2I1.579
  4. Ayuningtyas, D. (2019). Analisis Kebijakan Kesehatan: Prinsip dan Aplikasi. Rajawali Pers.
  5. Cahyani, D. I., Kartasurya, M. I., & Rahfiludin, M. Z. (2020). Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dalam Perspektif Implementasi Kebijakan (Studi Kualitatif). Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 10–18. https://doi.org/10.26714/JKMI.15.1.2020.10-18
  6. Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran. (2020). Profil Kesehatan Kabupaten Pesawaran 2020. Pesawaran: Dinas Kesehatan.
  7. Faizah, I. L., & Raharjo, B. B. (2019). Penanggulangan Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short course). HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 3(3), 430–441. https://doi.org/10.15294/HIGEIA.V3I3.26951
  8. Febryani, D., Rosalina S, E., & Susilo, W. H. (2021). Hubungan Antara Pengetahuan, Usia, Tingkat Pendidikan Dan Pendapatan Kepala Keluarga Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Tatanan Rumah Tangga Di Kecamatan Kalideres Jakarta Barat. Carolus Journal of Nursing, 3(2), 170–180. https://doi.org/10.37480/CJON.V3I2.74
  9. Hendri, M., Hendri, M., Yani, F. F., & edison, E. (2021). Analisa Pelaksanaan Investigasi Kontak Dan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis Pada Anak Di Kota Pariaman Tahun 2020. Human Care Journal, 6(2), 406–415. https://doi.org/10.32883/hcj.v6i2.1255
  10. Herawati, C., Nur Abdurakhman, R., Rundamintasih, N., & Studi Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon, P. (2020). Peran Dukungan Keluarga, Petugas Kesehatan dan Perceived Stigma dalam Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Tuberculosis Paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 19–23. https://doi.org/10.26714/JKMI.15.1.2020.19-23
  11. Husna, N., & Utami Dewi, N. (2020). Perbandingan Hasil Pemeriksaan Mikroskopis Basil Tahan Asam Metode Dekontaminasi Dengan Metode Tes Cepat Molekuler. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 12(2), 316–323. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v12i2.894
  12. Indriyani, O., Yanthi, D., & Sando, W. (2021). Analisis Pelaksanaan Program Tuberkulosis di Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru: Analysis Of Implementation Tuberculosis Programs In Harapan Raya Public Health Center, Pekanbaru. Media Kesmas (Public Health Media), 1(3), 899–919. https://doi.org/10.25311/KESMAS.VOL1.ISS3.183
  13. Jatmiko, S. W., Romanda, F., & Hidayatulloh, M. A. A. (2018). Pengaruh Penyuluhan Metode Ceramah Dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penyakit Tuberkulosis. Jurnal Litbang Sukowati : Media Penelitian Dan Pengembangan, 2(1), 1–7. https://doi.org/10.32630/SUKOWATI.V2I1.30
  14. Kemenkes RI. (2019). Permenkes No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.
  15. Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia 2020. Jakarta: Kemenkes RI.
  16. Khairani, T. N., Ginting, M., & Ginting, E. E. (2021). Penyuluhan Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Penyakit TB Paru di Kelurahan Sekip (Ditinjau dari Sisi Kondisi Fisik Rumah). Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan, 2(1), 25–30. https://doi.org/10.33085/.V2I1.5516
  17. Kurniawan, D., Najmah, N., & Syakurah, R. A. (2021). Peran Kader TB dalam Pengembangan Aplikasi Suli Simulator. Jurnal Endurance, 6(3), 536–550. https://doi.org/10.22216/JEN.V6I3.597
  18. Kusuma, S. A. F., Subroto, T., Parwati, I., & Rostinawati, T. (2019). Deteksi Dini Tuberkulosis Sebagai Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Tuberkulosis dan Pengolahan Herbal Antituberkulosis Berbasis Riset. Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 8(2), 124–129. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v8i2.19484
  19. Lubis, P., Sebayang, A., & Sidabutar, S. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan untuk Penyakit Tuberkulosis Paru di Puskesmas Aek Kanopan Labuhanbatu Utara Tahun 2022. Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara, 11(1). https://doi.org/10.48134/JURKESSUTRA.V11I1.126
  20. Mardianti, R., Muslim, C., & Setyowati, N. (2020). Hubungan Faktor Kesehatan Lingkungan Rumah Terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru (Studi Kasus di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma). Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan, 9(2), 23–31. https://doi.org/10.31186/NATURALIS.9.2.13502
  21. Pramesti Nandariesta, F., Dian Saraswati, L., & Sakundarno Adi, M. (2019). Faktor Risiko Riwayat Kontak, Status Gizi Anak, dan Status Ekonomi Terhadap Kejadian TB Anak di Kabupaten Wonosobo. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 15–21. https://doi.org/10.14710/JKM.V7I3.25616
  22. Rezkiani, A. A., Surahman Batara, A., Amelia, A. R., Administrasi, P., Kesehatan, K., & Masyarakat, K. (2021). Implementasi Kebijakan Penanggulangan Tuberkulosis Era Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Window of Public Health Journal, 2(3), 1318–1330. https://doi.org/10.33096/WOPH.V2I3.294
  23. Sofiyatun, V. (2019). Implementasi Program Penanggulangan Tuberkulosis Paru. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 3(1), 74–86. https://doi.org/10.15294/HIGEIA.V3I1.24952
  24. Suci, H., & Restipa, L. (2022). Efektivitas Pelaksanaan Strategi Dots (Directly Observed Treatment Short Course) Dalam Penanggulangan Tb Paru di Puskesmas. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 5(2), 41–47. https://doi.org/10.36341/JKA.V5I2.2121
  25. Sulaiman, Y. (2020). Hubungan Perilaku Masyarakat Dengan Penularan Penyakit TB Paru di Kecamatan Sendana Kabupaten Majene. Ners Journal, 1(2), 18–22. https://doi.org/10.52999/NERSJOURNAL.V1I2.99
  26. World Health Organization. (2021). TB Deaths and Incidence. Global Tuberculosis Report, 13–14.