Faktor Penghambat Pelaksanaan SPM Kesehatan pada Penderita Diabetes Mellitus: Literatur Review

Intan Hardian Putri* -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Sutopo Patria Jati -  , Indonesia
Martini Martini -  , Indonesia

ABSTRAK

 

Sistem kesehatan masyarakat di negara berpenghasilan rendah dan menengah dibebani dengan tuntutan untuk memberikan perawatan bagi mereka yang menderita penyakit menular dan tidak menular. Orang-orang dengan yang terakhir seringkali membutuhkan pemantauan dan dukungan jangka panjang untuk mencapai kesehatan yang baik, akan tetapi sistem pelayanan kesehatan masih belum maksimal. Studi ini bertujuan untuk meninjau literature-literture penetian mengenai faktor-faktor yang menghambat tercapainya standar pelayanan minimal pada penderita diabetes mellitus. Proses pencarian literatur dilakukan pada database Google Scholar, Portal Garuda dan Research Gate. Kata kunci yang dalam pencarian artikel adalah “standar pelayanan kesehatan” AND “diabetes melitus”, AND “puskesmas”. Dari hasil pencarian di temukan 231 original artikel yang diterbitkan pada tahun 2018 sampai 2023, lalu artikel tersebut dipilih sesuai dengan kriteria inklusi. Sehingga di dapatkan 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi.Berdasarkan 6  literatur menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi standar pelayanan minimal di puskesmas pada pasien diabetes mellitus diantaranya; pelaksanaan SOP yang belum berjalan dengan baik, sarana dan prasarana yang belum memadai, kurangnya kesadaran masyarakat dalam melakukan skrining, dan SDM yang kurang memadai dan kurangnya pelatihan tenaga bagi kesehata. Pelaksanaan pelayanan kesehatan pada penderita diabetes mellitus masih belum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019. Untuk itu di harapakan ke depannya perbaikan secara terstruktur dan adminitratif dalam mempercepat pelayanan.

 

Kata Kunci: Diabetes Melitus, Standar Pelayanan Kesehatan, Pusat Kesehatan Masyarakat.

 

 

ABSTRACT

 

Diabetes mellitus is a degenerative disease that occurs due to an imbalance in the amount of insulin in the body. Diabetes can develop into a complicated disease that can cause various microvascular and macrovascular complications. Diabetes mellitus is one of 12 indicators of SPM in the health sector that has been regulated by the government to ensure that every citizen gets quality health services according to their needs. This study aims to review various literature regarding factors that hinder the achievement of minimum service standards for people with diabetes mellitus. The literature search process was carried out on the Google Scholar database, Portal Garuda and Research Gate. The keywords used in the search for articles were "minimum service standards in the health sector" AND "diabetes mellitus", AND "puskesmas". 231 original articles were found published in 2018 to 2023, then the articles found were selected according to those that met the inclusion criteria. So that there were 6 articles that met the inclusion criteria. Some literature shows that there are several factors that affect the minimum service standard at the puskesmas for diabetes mellitus patients including, the implementation of SOP that have not gone well, inadequate facilities and infrastructure, lack of public awareness in conducting screening, and inadequate human resources and lack of training of health workers. The results of several studies show that there are still several factors that are not in accordance with the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 4 of 2019 so that the puskesmas cannot reach the targets set.

 

Keyword: Diabetes Mellitus, Implementation of Minimum Service Standards in the Health Sector, Community Health Centers.

  1. Adhi SN, Ningsih KP. (2020). Manajemen Data Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jurnal Rekam Medis. 3(DITP2PTM, 2020):53–62.
  2. Aliyah Y.A.N. (2020). Capaian Standar Pelayanan Minimal (Spm) Bidang Kesehatan Kasus Hipertensi Dan Diabetes Mellitus Di Kota Bandung Tahun 2020.
  3. Anik Indriono. Implementasi Standar Sumber Daya Manusia Dan Pelayanan Minimal Kesehatan Di Kota Pekalongan. 2020;19
  4. Bustan M. (2015).Manajemen Pengendalian Penyakit tidak Menular. Jakarta: Rineka Cipta
  5. DITP2PTM. (2020). Strategi Pencegahan dan Pengendalian PTM di Indonesia. Direktorat Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit [Internet]. [cited 2023 May 18]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/profil-p2ptm/latar-belakang/strategi-pencegahan-dan pengendalian-ptm-di-indonesia
  6. Hidayah N. (2020). Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Program Penyakit Tidak Menular Di Puskesmas Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin.
  7. Juwita L.(2018). Model Pengendalian DM di Indonesia. Vol. 3. J endure; 2018. 102 p.
  8. Kurniawati N, Suryawati C, Arso SP. (2019). Evaluasi Program Pengendalian Diabetes Melitus pada Usia Produktif di Puskes Sapuran Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Masyarakat. ;7:2356–3346.Mursyid F, Aril Ahri R. (2022). Sistem Pelaksanaan Layanan Penderita Hipertensi Dan Diabetes Mellitus Terhadap Peningkatan Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Puskesmas. Journal of Muslim Community Health (JMCH) [Internet]. 3(Permenkes, 2019):1–10. Available from: https://doi.org/10.52103/jmch.v3i1.709JournalHomepage:https://pasca-umi.ac.id/index.php/jmch
  9. Nurindra Rahmadani A, Surjoputro A, Tiyas Budiyanti R. (2021). Implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Minimal Penderita Diabetes Mellitus Di Puskesmas Pandanaran Kota Semarang. 2021;9(Available from: http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm
  10. Permenkes Republik Indonesia .(2019). Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 4 Indonesia.
  11. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI (2020). Infodatin Diabetes Melitus In: PUSDATIN. Jakarta;
  12. Rahmah L, Siti D, Parinduri K. (2020). Evaluasi Standar Pelayanan Minimal Pengendalian Diabetes Melitus Di Puskesmas Bogor Utara Kota Bogor Tahun 2019 [Internet]. Vol. 3, Promotor Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Available from: http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/PROMOTOR
  13. Riskesdas.(2018). Riskesdas Nasional Pdf [Internet]. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018 [cited 2022 Mar 20]. Available from: https://www.litbang.kemkes.go.id/laporan-riset-kesehatan-dasar-riskesdas/
  14. Ristiani IY. (2020). Pengaruh sarana prasarana dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien (studi pada pasien rawat jalan Unit Poliklinik IPDN Jatinangor). Coopetition. 2017;866–155.
  15. Saputra.(2018) Capaian Pelayanan Kesehatan Dasar Di Kota Pekanbaru. Jurnal Ilmu Sosial. Jan;16):47–57.
  16. Seuring T, Marthoenis, Rhode S, Rogge L, Rau H, Besançon S, et al. (2019). Using peer education to improve diabetes management and outcomes in a low-income setting: A randomized controlled trial. Trials. 2019 Sep 2;20
  17. Tarigan CG, Nasution MA. (2015). Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. PLN Cabang Binjai. Jurnal Ilmu Administrasi Publik. 2015;2(53–146.
  18. Zudi M, Suryoputro A, Arso SP. (2019). Analisis Implementasi Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Di Puskesmas Guntur I Kabupaten Demak.