Hubungan Kekerasan Verbal Dalam Berkomunikasi Orangtua Kepada Anak Terhadap Status Kesehatan Mental Emosional Anak Usia Prasekolah

Diva Adesyahpuri, Syeptri Agiani Putri, Ririn Muthia Zukhra

Sari


ABSTRACT

 

The childhood stage is the most important stage in human development. The psychosocial development of preschool children is initiative and feelings of guilt. However, some parents have problems with their children using verbal violence in communicating. This causes children to become aggressive, withdraw from the environment, and can hinder learning at home and school. This research uses a descriptive correlation design with a cross sectional approach. The sample consisted of 100 parents, with sampling using a stratified random sampling technique. The analysis of this research consists of univariate using descriptive tests and bivariate using chi-square tests. The majority of respondents who used verbal violence in communicating were in the low category, amounting to 80 people (80%). The emotional mental health status of preschool age children is dominated by normal, numbering 75 people (75%). Respondents who used verbal violence in communicating were in the high-medium category with the emotional mental health status of normal and troubled preschool age children totaling 12 people (100%), while respondents who used verbal violence in communicating with children were dominated by the low none category with the emotional mental health status of normal preschool age children was 69 people (78.4%). Therefore, the statistical test results obtained a p value (0.068) > α (0.05). This research shows that there is no relationship between verbal violence in parent-to-child communication and the mental-emotional health status of preschool-age children. It is hoped that health workers will carry out early detection using verbal violence questionnaires in parental communication and KMME in preschool children. 

 

Keywords: Preschool Aged Children, Verbal Violence, Parental Communication, Emotional Mental Health Status.

 

 

ABSTRAK

 

Tahap anak merupakan tahapan terpenting pada perkembangan manusia. Perkembangan psikososial anak usia prasekolah adalah inisiatif dan perasaan bersalah. Namun, beberapa masalah orangtua kepada anak ada yang menggunakan kekerasan verbal dalam berkomunikasi. Hal ini menyebabkan anak menjadi agresif, menarik diri dari lingkungan, serta dapat menghambat belajar di rumah dan sekolah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berupa orangtua sebanyak 100 orang, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis penelitian ini, terdiri dari univariat menggunakan uji deskriptif dan bivariat dengan uji chi-square. Mayoritas responden yang menggunakan kekerasan verbal dalam berkomunikasi pada kategori rendah berjumlah 80 orang (80%). Status kesehatan mental emosional anak usia prasekolah didominasikan oleh normal berjumlah 75 orang (75%). Responden yang menggunakan kekerasan verbal dalam berkomunikasi pada kategori tinggi sedang dengan status kesehatan mental emosional anak usia prasekolah yang normal dan bernasalah berjumlah 12 orang (100%), sedangkan responden yang menggunakan kekerasan verbal dalam berkomunikasi kepada anak didominasikan oleh kategori rendah-tidak ada dengan status kesehatan mental emosional anak usia prasekolah yang normal berjumlah 69 orang (78,4%). Maka dari itu, hasil uji statistik diperoleh nilai p value (0,068) > α (0,05). Penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan kekerasan verbal dalam berkomunikasi orangtua kepada anak terhadap status kesehatan mental emosional anak usia prasekolah. Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi dini dengan kuesioner kekerasan verbal dalam berkomunikasi orangtua dan KMME pada anak usia prasekolah.

 

Kata Kunci: Anak Usia Prasekolah, Kekerasan Verbal, Komunikasi Orangtua, Status Kesehatan Mental Emosional.


Kata Kunci


Anak usia prasekolah; kekerasan verbal; komunikasi orangtua; status kesehatan mental emosional

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Anggraini, D. R. (2018). Peran caregiver dalam mengenalkan anggota tubuh pada individu autistik usia prasekolah. Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 66–75. https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/SAP/article/view/2732/0

Anisa, F., Erika, & Lestari, W. (2022). Hubungan perilaku verbal abuse ibu terhadap perkembangan psikososial anak usia prasekolah. JOM FKp, 9(1), 146–151. https://jom.unri.ac.id/index/php/JOMPSIK/article/view/32944/31684

Antu, M. S., Zees, R. F., & Nusi, R. A. (2023). Hubungan kekerasan verbal (verbal abuse) orangtua dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja. Jurnal Ners Universitas Pahlawan, 7(1), 425–433. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/13530

Fanny, S. D., Nadhiroh, A. M., & Taufiqoh, S. (2023). Hubungan pola asuh orangtua dengan perkembangan emosional anak prasekolah usia 3-6 tahun. Sinar Jurnal Kebidanan, 5(2), 52–62. https://journal.um-surabaya.ac.id/Sinar/article/view/18873

Farida, L. N., & Naviati, E. (2013). Hubungan pola asuh otoritatif dengan perkembangan mental emosional pada anak usia prasekolah di TK Melati Putih Banyumanik. Prosiding Seminar Nasional & Internasional UNIMUS, 222–228. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/1454

Firmawati, & Biahimo, N. U. I. (2020). Lingkungan keluarga dengan perkembangan psikososial anak usia prasekolah di TK Srikandi Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Jurnal Zaitun Universitas Muhammadiyah Gorontalo, 8(2). https://doi.org/10.31314/zijk.v8i2.1107

Firmawati, & Biahomo, N. U. I. (2019). Penggunaan gadget terhadap perkembangan psikososial anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina Limboto Kabupaten Gorontalo. Jurnal Zaitun Universitas Muhammadiyah Gorontalo, 7(2). https://journal.umgo.ac.id/idex.php/Zaitun/article/view/1151

Gowi, A., & Anengsih. (2022). Hubungan pengetahuan, sikap, dan mekanisme koping orangtua terhadap perilaku kekerasan pada anak usia prasekolah di Desa Tegalsawah Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang tahun 2022. Jurnal Keperawatan Dan Kebidanan, 2(1). https://ejournal.horizon.ac.id/index.php/JKK/article/view/47

Handayani, A., Samiasih, A., & Mariyam. (2013). Hubungan tingkat pengetahuan orangtua tentang stimulasi verbal dengan perkembangan bahasa pada anak prasekolah di TK PGRI 116 Bangetayu Wetan. Jurnal Keperawatan FIKkeS, 6(2), 76–83. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/FIKkeS/article/view/1876

Istiqomah, F. A., Nurhadi, N., & Hermawan, Y. (2021). Komunikasi di dalam keluarga antara orangtua pekerja dan anak di Kota Surakarta. Jurnal Kesejahteraan Keluarga Dan Pendidikan (JKKP), 8(2), 210–220. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jkkp/article/view/23441

KemenPPPA RI. (2023). Sistem aplikasi pencatatan dan pelaporan kekerasan perempuan dan anak. SIMFONI PPA. https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan Diakses pada 3 Maret 2024.

Khusna, N. A., & Nuryanto. (2017). Hubungan usia ibu menikah dini dengan status gizi batita di Kabupaten Temanggung. Journal of Nutrition College, 6(1), 1–10. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jnc/article/view/16885

Mardhiah, U., Jumaini, & Karim, D. (2022). Hubungan pola asuh orangtua dengan masalah mental emosional remaja. Jurnal Ilmu Keperawatan, 9(2), 30–43. https://jurnal.usk.ac.id/JIK/article/download/25429/16306

Maszuki, D., Alam, L., Judijanto, L., Utomo, J., & Feriano, F. (2024). Pentingnya pola asuh orangtua terhadap perkembangan sosial emosional anak. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP), 2(2), 334–343. https://jip.joln.org/index.php/pendidikan/article/view/175

Mulqiah, Z., Santi, E., & Lestari, D. R. (2017). Pola asuh orangtua dengan perkembangan bahasa anak prasekolah (Usia 3-6 tahun). Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 5(1), 61–67. https://jdk.ulm.ac.id/index.php/jdk/article/view/451

Nailaufar, U., & Kristiana, I. F. (2017). Pengalaman menjalani kehidupan berkeluarga bagi individu yang menikah di usia remaja (sebuah studi fenomenologi deskriptif). Jurnal Empati, 7(3), 233–244. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/19753/18685

Nurasyiah, R., & Atikah, C. (2023). Karakteristik perkembangan anak usia dini. Khazanah Pendidikan: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 17(1), 75–81. https://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/khazanah/article/view/15397

Nurmalitasari, F. (2015). Perkembangan sosial emosi pada anak usia prasekolah. Buletin Psikologi, 23(2), 103–111. https://journal.ugm.ac.id/buletinpsikologi/article/view/10567/7946

Rubiani, Y. Y., Ahmad, S. H., Rizqillah, M., & Nurhadi, Z. F. (2023). Pola komunikasi verbal orangtua anak berkebutuhan khusus (disabilitas slow learner). Jurnal Mahasiswa Komunikasi Cantrik, 3(2), 99–112. https://journal.uii.ac.id/cantrik/article/view/29147

Subekti, N., & Nurrahima, A. (2019). Gambaran keadaan mental emosional anak usia prasekolah di daerah pesisir. Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas, 3(2), 10–15. https://journal.ppnijateng.org/index.php/jikk/article/view/789

Tanjung, P. S., Izzati, & Hartati, S. (2020). Pengaruh pola komunikasi verbal orangtua terhadap kemampuan berbicara anak usia dini. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(3), 3380–3386. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/854

UPT PPA Kota Pekanbaru. (2023). Data kekerasan Kota Pekanbaru. DP3APM. https://dp3apm.pekanbaru.go.id/data-kekerasan-kota-pekanbaru/ Diakses pada 6 Maret 2024




DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i6.22501

Refbacks