Pengaruh Penerapan Latihan Range of Motion Terhadap Tingkat Kekuatan Pada Pasien Pasca Stroke

Feriska Amalia, Yosra Sigit Pramono, Muhsinin Muhsinin, Hanura Aprilia

Sari


ABSTRACT

 

Stroke is a health problem that often causes motor function disorders in the form of decreased muscle strength, both in the upper and lower extremities. This condition impacts functional activities and increases patient dependence in daily life. Therefore, early rehabilitative intervention is needed to support motor function recovery and prevent complications due to immobilization. One surgical intervention that can be given is range of motion training. This study aims to determine the effect of implementing range of motion training on increasing muscle strength in post-stroke patients. This study used a quantitative approach with a pre-experimental one group pretest-posttest design. The study sample consisted of 32 post-stroke patients treated in the Stroke Center and Seruni Rooms of Ulin Banjarmasin Regional Hospital, who were selected using consecutive sampling techniques. Interventions in the form of active and passive range of motion training were given according to the patient's condition. Muscle strength was measured before and after the intervention using the Manual Muscle Testing (MMT) scale. Data analysis was carried out univariately and bivariately with the Wilcoxon Signed Rank Test p <0,05. The results showed an increase in muscle strength after being given range of motion training. In the upper extremities, the proportion of muscle strength in the good category increased to 53,1%, while in the lower extremities it increased to 59,4%. Bivariate analysis showed a p-value <0,001. The application of range of motion exercises has been shown to increase muscle strength in post-stroke patients and can be used as part of a rehabilitative care intervention to support motor function recovery.

 

Keywords: Stroke, Range of Motion, Muscle Strength, Rehabilitation, Post-Stroke Patients.

 

 

ABSTRAK

 

Stroke merupakan masalah kesehatan yang sering menimbulkan gangguan fungsi motorik berupa penurunan kekuatan otot, baik pada ekstremitas atas maupun bawah. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan aktivitas fungsional dan meningkatnya ketergantungan pasien dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan intervensi rehabilitatif sejak dini untuk mendukung pemulihan fungsi motorik serta mencegah terjadinya komplikasi akibat imobilisasi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diberikan adalah latihan range of motion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan latihan Range of motion terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien pasca Stroke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 32 pasien pasca stroke yang dirawat di Ruang Stroke Center dan Ruang Seruni RSUD Ulin Banjarmasin, yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi berupa latihan range of motion aktif dan pasif diberikan sesuai kondisi pasien. Kekuatan otot diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala Manual Muscle Testing (MMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah diberikan latihan range of motion. Pada ekstremitas atas, proporsi kekuatan otot kategori baik meningkat menjadi 53,1%, sedangkan pada ekstremitas bawah meningkat menjadi 59,4%. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value<0,001. Penerapan latihan range of motion menunjukkan adanya pengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien pasca stroke dan dapat digunakan sebagai bagian dari intervensi keperawatan rehabilitatif dalam mendukung pemulihan fungsi motorik.

 

Kata KunciStrokeRange of Motion, Kekuatan Otot, Rehabilitasi, Pasien Pasca Stroke.


Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Agustiani, S., Deschara, A., & Maryana. (2023). Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Pasien Stroke. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(2), 677–690. Http://Jurnal.Globalhealthsciencegroup.Com/Index.Php/Jppp

Apriyaldi, R., & Berlian Putri, R. (2024). Pengaruh Terapi Rom Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pasien Stroke. Jurnal Menara Medika, 7(1), 51–58. Https://Jurnal.Umsb.Ac.Id/Index.Php/Menaramedika/Index

Ardi, M., Siyamti, D., Kusumaningrum, U. A., Netti, & Aini, F. (2024). Stroke Pencegahan, Penanganan Dan Pemulihan (1st Ed.). Nuansa Fajar Cemerlang Jakarta.

Cocco, C., Siotto, M., Guerrini, A., Germanotta, M., Falchini, F., Cipollini, V., Cortellini, L., Pavan, A., Lattanzi, S., Insalaco, S., Papadopoulou, D., Ruco, E., Antonacci, E., & Aprile, I. G. (2025). Gender Differences In Subacute Post-Stroke Patients During Rehabilitation: Functional, Cognitive, And Nutritional Insights. Neurology International, 17(12), 2–17. Https://Doi.Org/10.3390/Neurolint17120193

Daulay, N. M., Hidayah, A., Santoso, H., Kesehatan, F., Aufa, U., & Padangsidimpuan, R. (2021). Pengaruh Latihan Range Of Motion (Rom) Pasif Terhadap Kekuatan Otot Dan Rentang Gerak Sendi Ekstremitas Pada Pasien Pasca Stroke. In Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientific Journal (Vol. 22, Number 1).

Dewi, L., & Fitraneti, E. (2024). Stroke Iskemik. Sciena, 3(6). Http://Journal.Scientic.Id/Index.Php/Sciena/Issue/View/22

Ernawati, & Baidah. (2022). Tatalaksana Non Farmakologi Stroke (A. P. Kartika, S. Purwanti, & C. K. Negara, Eds.). Lppm Stikes Cahaya Bangsa.

Fitriani, R., Forwaty, E., & Melly. (2022). Penerapan Latihan Range Of Motion (Rom) Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Pada Pasien Dengan Gangguan Mobilitas Fisik Akibat Stroke. Jonah (Journal Of Nursing And Homecare), 1(2), 88–95.

Galindra, Y., Kusumamawardani, E., & Cesarany, A. (2025). Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Harmonal Dengan Kejadian Stroke. Zona Kedokteran, 15(1), 29–36.

Ginanjar, R. (2024). Range Of Motion Pada Pasien Pasca Stroke Non Hemorogik Di Rsd K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(2), 2825–2829.

Haryanti Butar-Butar, M., Saputra, H., Bangun, H., Zebua, A., & Maryanti, E. (2023). Efektivitas Latihan Range Of Motion (Rom) Terhadap Gangguan Otot Pada Pasien Stroke Di Lingkungan Desa Kotasan Galang. Journal Of Pharmaceutical And Sciences, 1(1), 450–455.

Hidayatullah, S., Yuniarti, T., Widiyanto, A., Anasulfalah, H., & Aditya, M. (2024). Efektivitas Latihan Range Of Motion (Rom) Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Di Keluarga. Journal Of Language Health, 5(2), 681–690. Http://Jurnal.Globalhealthsciencegroup.Com/Index.Php/Jlh

Istichomah. (2020). Keperawatan Dasar I. Media Sains Indonesia.

Kasma, Imran Safei, Zulfahmidah, Erwin Rachman, M., & Andi Mappaware, N. (2021). Pengaruh Kepatuhan Menjalani Rehabilitasi Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Pasca Stroke. Fakumi Medical Journal, 1(3), 216–223.

Khoirun Nisa, S., Ludiana, & Atika Sari, S. (2024). Penerapan Range Of Motion (Rom) Terhadap Kekuatan Otot Penderita Stroke Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Purwosari Metro Utara 2023. Jurnal Cendikia Muda, 4(2), 315–322.

Kudadiri, F., Padang, L., Manik, S. K., & Sitopu, F. R. (2024). Efektivitas Rom (Range Of Motion) Aktif Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Iskemik. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(3), 13355–1362. Http://Jurnal.Globalhealthsciencegroup.Com/Index.Php/Jppp

Laurent, D., Small, C. N., Goutnik, M., & Hoh, B. (2025). Ischemic Stroke. Acute Care Neurosurgery By Case Management: Pearls And Pitfalls, 159–172. Https://Doi.Org/10.1007/978-3-030-99512-6_13

Li, S. (2023). Stroke Recovery Is A Journey: Prediction And Potentials Of Motor Recovery After A Stroke From A Practical Perspective. Life, 13(10). Https://Doi.Org/10.3390/Life13102061

Nidar, W., Wiyono, J., Bachtiar, A., & Subekti, I. (2025). Pengaruh Latihan Range Of Motion (Rom) Aktif Terhadap Tingkat Kekuatan Otot Ekstremitas Pada Penderita Stroke Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang. Jurnal Vokasi Kesehatan, 11(1), 50–55. Http://Ejournal.Poltekkes-Pontianak.Ac.Id/Index.Php/Jvk

Nursyamsiah, L., Hartati Pratiwi, S., & Nurisiswati. (2024). Mobilissi Pada Pasien Pasca Stroke Hemorogik Post Craniotomy: Sebuah Case Report. Journal Of Nursing Care & Biomolecular, 9(1), 51–62.

Parmin, S., Rosadi, E., Harisandy, A., & Wulan Safitri, S. (2025). Efektifitas Latihan Range Of Motion (Rom) Terhadap Kekuatan Otot Pada Penderita Stroke Di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita. Jurnal Pengabdian Masyarakan Bangsa, 3(5), 2322–2328. Https://Jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.Com/Index.Php/Jpmba/Index

Qi, H., Tian, D., Luan, F., Yang, R., & Zeng, N. (2023). Pathophysiological Changes Of Muscle After Ischemic Stroke: A Secondary Consequence Of Stroke Injury. Neural Regeneration Research, 19(4), 737. Https://Doi.Org/10.4103/1673-5374.382221

Rachmawati, D., Marshela, C., & Sunarno, I. (2022). Perbedaan Faktor Resiko Penyebab Stroke Pada Lansia Dan Remaja. Bali Medika Jurnal, 9(3), 207–221.

Restu Santama, O., Immawati, & Indhit, T. U. (2025). Implementasi Posisi Head 30o Terhadap Saturasi Oksigen Paisien Non Hemorogik. Jurnal Cendikia Muda, 5(1).

Sumarni, T., & Yulastri. (2021). Latihan Range Of Motion Terhadap Rentang Gerak Sendi Ekstremitas Atas Pasien Stroke Di Rsud M. Natsir. Jurnal Sehat Mandiri, 16(2), 109–117. Http://Jurnal.Poltekkespadang.Ac.Id/Ojs/Index.Php/Jsm

Tranggono Yudo Utomo, Dr. (2024). Buku Ajar Stroke (1st Ed.). Eureka Media Aksara.

Unnithan, A. K. A., Das, J. M., & Mehta, P. (2023). Hemorrhagic Stroke. 1–12. Https://Www.Ncbi.Nlm.Nih.Gov/Books/Nbk559173/




DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i5.25010

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.