Efektivitas Whatsapp Group dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Kesehatan Reproduksi
Sari
ABSTRACT
Personal hygiene is very important and must be paid attention to, especially during menstruation, because the cleanliness of the vulva will affect the health of the reproductive organs. According to WHO (2018), 75% of all women in the world will experience vaginal discharge at least once in their lifetime and as many as 45% will experience vaginal discharge 2 or more times. In Indonesia, around 90% have the potential to experience vaginal discharge because Indonesia is a country with a tropical climate. This research aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of adolescent girls and personal hygiene behavior during menstruation among adolescent girls at SMPN 22 Bengkulu City. This research uses an analytical survey method with a cross sectional approach which was collected using a questionnaire with a sample of 46 respondents. Of the 46 samples, there were 13 people (28.3%) with low education and 33 people (71.7%) with high education, 21 people (47.9%) had unsupportive attitudes and 25 people (52.1%) had unsupportive attitudes and 17 people (37.0%) had negative behavior and 29 people (63.0%) had positive behavior. There is a significant relationship between knowledge and personal hygiene behavior (P-Value = 0.019) and there is a significant relationship between knowledge and personal hygiene behavior (P-Value = 0.001).
Keywords: Knowledge, Attitude, Personal Hygiene, Teenage Girls.
ABSTRAK
Kebersihan diri merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan terutama saat menstruasi, karena kebersihan vulva akan berpengaruh terhadap kesehatan organ – organ reproduksi. Menurut WHO (2018) bahwa 75%dari seluruh wanita di dunia ini pasti akan mengalami keputihan paling sekali dalam seumur hidup dan banyak 45% akan mengalami 2 kali atau lebih keputihan di Indonesia sekitar 90% berpotensi akan mengalami keputihan karena Indonesia merupakan Negara yang beriklim tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di SMPN 22 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional yang dikumpulkan dengan kuisioner dengan sampel sebanyak 46 responden. Dari 46 sampel terdapat 13 orang (28,3%) berpendidikan rendah dan 33 orang (71,7%) berpendidikan tinggi, yang memiliki sikap tidak mendukung sebanyak 21 orang (47,9%) dan sikap mendukung sebanyak 25 orang (52,1%) dan yang memiliki perilaku negative sebanyak 17 orang (37,0%) dan yang memiliki perilaku positif 29 orang (63,0%). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku personal hygiene (P-Value = 0,019) dan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku personal hygiene (P-Value = 0,001).
Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Personal Hygiene, Remaja Putri.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
BPS, (2019). Statistik Indonesia, Jakarta: Badan pusat statistik.
Budiono & Sulistyowati, (2019). Peran Uks (Usaha Kesehatan Sekolah) Dalam Penyampaian Informasi Kesehatan Reproduksi Terhadap Siswi SMP Negeri X di Surabaya. Jurnal Promkes, 2(1), pp.58–65.
Djamilah. & Kaerikawati, (2021). Dampak Perkawinan Anak di Indonesia. Jurnal Studi Pemuda, 3(1), pp.1–16.
Ernawati., Hapsari, D.W. & Lusmilasari., L., (2019). Penggunaan Sistem Informasi Berbasis Website Pada Remaja. Jurnal Ners, 9 (2), pp.194–202.
Handayani, (2021). Perbandingan Efektifitas Pemberian Informasi Melalui Media Cerita Bergambar (komik) Versi BKKBN Dengan Media Leaflet. Jurnal Gaster, 7(1), pp.482–490.
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Badan Pusat Statistik, (2023). Profil Anak Indonesia, Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).
Kusumaryani, (2021). Ringkasan Studi “Prioritaskan Kesehatan Reproduksi Remaja Untuk Menikmati Bonus Demografi", Depok: Universitas Indonesia.
Lembaga Negara Republik, (2019). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019, Jakarta: PLT. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Madinah dkk, (2017). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (Studi pada Remaja di SMP NU 06 Kedungsuren Kabupaten Kendal). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5, pp.332–340.
Masfiah., Shaluhiyah. & Suryoputro., (2019). Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR) Dalam Kurikulum SMA Dan Pengetahuan & Sikap Kesehatan Reproduksi Siswa. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 8 (1), pp.69–78.
Mawardika dkk, (2019). Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Melalui Pendidikan Kesehatan Berupa Aplikasi Layanan Keperawatan Kesehatan Reproduksi Remaja (Lawan Roma) di SMP Wilayah Kerja Puskesmas Bawen Kabupaten Semarang. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, Volume 8, pp.101–108
Mediastuti, (2021). Analisis Kebutuhan Sumber Informasi dalam Upaya Pencegahan Kehamilan pada Remaja. Jurnal Studi Pemuda, 3(1), pp.17–24.
Miswanto, (2019). Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas pada Remaja. Jurnal Studi Pemuda, 3(2), pp.111–122.
Muin dkk, (2020). Hubungan Pengetahuan Penyakit Menular Seksual (PMS) Dengan Tindakan Kebersihan Alat Reproduksi Eksternal Remaja Putri di SMA Nasional Makassar Tahun 2013. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(1), pp.1–12.
Notoatmodjo, (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, (2012). Metode Penelitian Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan Masyarakat, Jakarta: Rineka Cipta.
Oktavia dkk, (2022). Pengetahuan Risiko Pernikahan Dini Pada Remaja Umur 13- 19 Tahun. Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu Kesehatan, 2(186), pp.239–247.
Priohutomo, (2018). Pendidikan Kesehatan Reproduksi Bagi Generasi Muda, Banjarmasin: PLT. Kepala BkkbN.
Putra dkk, (2016). Game Edukasi Berbasis Android Sebagai Media Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini. Jurnal Informatika Pasuruan, 1(1), pp.46–58.
Sudiarto dkk., (2019). Optimalisasi Pendidikan Kesehatan Kepada Remaja Melalui Aplikasi Android Profoteen. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, 2(2), pp.1–5.
Sulistianingsih, (2012). Metodologi Penelitian Kebidanan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Wahyuningtias & Wibisono, (2018). Hubungan Penggunaan Sosial Media Dan Pengetahuan Seks Bebas Pada Siswa/Siswi Usia 17-18 Tahun (The Correlation Of Social Media Usage and free Sex Knowledge Of 17-18 Years Old Senior High School Students). Jurnal Ners dan Kebidanan, 5, pp.144– 149.
Wawan., & Dewi M, (2010). Teori dan Pengukuran Pengetahuan Sikap dan Perilaku Manusia, Yogyakarta: Nuha Medika.
DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i8.25645
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.


Panduan Penulisan




