Resiliensi Sistem Kesehatan dalam Konteks Infeksi Saluran Pernapasan Akut di NTB
Sari
ABSTRACT
Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the most significant public health challenges in Indonesia, particularly in West Nusa Tenggara (NTB) Province. A pre-survey and literature review indicated that ARI prevalence in NTB consistently reaches 25–35%, which is above the national average, exacerbated by local cultural practices such as post-harvest land burning and high exposure to agricultural pollutants. The purpose of this research was to analyze the strategies for strengthening health system resilience in NTB in controlling ARI through a multisectoral mitigation approach. This was a narrative review research conducted by analyzing scientific literature and government health reports from 2015 to 2025. Data were collected from various academic databases and analyzed to identify key themes in multisectoral collaboration and environmental health. The results showed that post-harvest land burning contributes 15-20% to ARI incidence, requiring integrated strategies such as community-based environmental education, ARI screening at posyandu, and strengthening digital surveillance. There was a critical need for synergy between the health and agricultural sectors, specifically in promoting biocompost technology to reduce land burning. The conclusion of this research was that NTB’s health resilience depends on integrated multisectoral policies to ensure fair health access for vulnerable groups in agricultural areas. The researcher expects the local government to implement technical regulations regarding cross-sectoral collaboration to mitigate the impact of agricultural smoke on public health.
Keywords: Acute Respiratory Infection, Health Resilience, Agricultural Pollution, Multisectoral Mitigation, NTB.
ABSTRAK
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang paling signifikan di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hasil pra-survei dan tinjauan literatur menunjukkan bahwa prevalensi ISPA di NTB secara konsisten mencapai 25–35%, angka yang berada di atas rata-rata nasional, yang diperburuk oleh praktik budaya lokal seperti pembakaran lahan pasca panen dan tingginya paparan polutan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi penguatan resiliensi sistem kesehatan di NTB dalam pengendalian ISPA melalui pendekatan mitigasi multisektoral. Ini merupakan penelitian tinjauan naratif yang dilakukan dengan menganalisis literatur ilmiah dan laporan kesehatan pemerintah dari tahun 2015 hingga 2025. Data dikumpulkan dari berbagai pangkalan data akademik dan dianalisis untuk mengidentifikasi tema-tema utama dalam kolaborasi multisektoral dan kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembakaran lahan pasca panen berkontribusi sebesar 15-20% terhadap insiden ISPA, sehingga memerlukan strategi terintegrasi seperti edukasi lingkungan berbasis masyarakat, skrining ISPA di posyandu, serta penguatan surveilans digital. Terdapat kebutuhan kritis akan sinergi antara sektor kesehatan dan pertanian, khususnya dalam mempromosikan teknologi biokompos untuk mengurangi pembakaran lahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah resiliensi kesehatan NTB bergantung pada kebijakan multisektoral yang terintegrasi untuk menjamin akses kesehatan yang adil bagi kelompok rentan di daerah agraris. Peneliti mengharapkan adanya peningkatan regulasi teknis pemerintah daerah terkait kolaborasi lintas sektor untuk memitigasi dampak asap pertanian terhadap kesehatan masyarakat.
Kata Kunci: Infeksi Saluran Pernapasan Akut, Resiliensi Kesehatan, Polusi Pertanian, Mitigasi Multisektoral, NTB.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Adrian, A. (2025). Dampak Pajak Karbon terhadap Industri dan Lingkungan: Tinjauan dari Perspektif Ekonomi dan Ekologi. Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 6(3), 1–10.
Bass, B. M., & Riggio, R. E. (2006). Transformational Leadership (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates Publishers.
Burhan, E., Isbaniah, F., & Susanto, A. D. (2020). Protokol Tatalaksana Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Masa Pandemi. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).
Cholidah, R., Mujahid, S. A. A., & Santika, N. M. P. (2025). Edukasi Pencegahan ISPA dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Pendidikan IPA (JPMPI), 8(1), 112-118.
Damanik, H., et al. (2023). Faktor Risiko Kejadian ISPA pada Balita: Review Literatur. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(2), 145–156.
Dees, J. G. (1998). The Meaning of Social Entrepreneurship. Stanford University: Graduate School of Business.
Drucker, P. F. (2006). Innovation and Entrepreneurship. Harper Business.
Hidayat Maulana, L. (2020). Analisis Faktor Risiko Lingkungan terhadap Kejadian ISPA. Jakarta: UI Press.
Indah Permata Sari, et al. (2023). Pengetahuan Masyarakat tentang Gejala dan Pencegahan ISPA di Daerah Agraris. Jurnal Kesehatan Komunitas, 9(1), 45–52.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Surat Edaran Nomor PM.03.01/C/28/2025 tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Maulidya, A., & Ihsan, T. (2025). Ancaman Limbah Pertanian terhadap Kualitas Udara dan Air Tanah: Kajian Komprehensif dan Strategi Mitigasi. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 13(1), 159–170.
Muawanah, Rauf, D., & Suardi. (2020). Penyuluhan Pentingnya Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Lingkungan Masyarakat. LONTARA ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 15–21.
Northouse, P. G. (2021). Leadership: Theory and Practice (9th ed.). SAGE Publications.
Pratiwi, A., et al. (2022). Hubungan Pengetahuan Ibu dan Lingkungan dengan Kejadian ISPA pada Balita. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(2), 333–343.
Saripudin. (2024). Analisis Dampak Infeksi Paru-paru terhadap Perkembangan Anak dalam Jangka Panjang. International Journal of Computing and Computer Science (IJCCS), 18(1), 55–64.
Shortell, S. M., & Kaluzny, A. D. (2018). Health Care Management: Organization Design and Behavior. Cengage Learning.
Syamsu, R. F., Putry, R. A., & Widyadhana, N. M. (2025). Tinjauan Nilai Gizi dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden RI. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(4), 14843–14853.
Wahyudi, A., & Zaman, C. (2022). Studi Dampak Paparan Particulate Matter (PM) Hasil Pembakaran Biomasa Limbah Pertanian Pulau Lombok. Repository Universitas Brawijaya.
World Health Organization. (2020). Global Competency Framework for Universal Health Coverage. World Health Organization.
DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i9.25749
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.


Panduan Penulisan




