Faktor Risiko Maternal Terhadap Kejadian Stunting Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Puskesmas Mantangai Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah

Titik Istiningsih -  Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Indonesia
Riyanti Riyanti* -  Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Indonesia

Supp. File(s): Instrumen Riset
ABSTRACTStunting is a condition when a child’s height is not in accordance with his/her age due to the lack of nutritional intake during pregnancy and early life. The incidence of stunting in Indonesia is high. Based on data from the Indonesian Toddler Nutrition Status Survey (SSGBI) in 2019, the percentage of stunted toddlers in Indonesia is 27.67% and still above the WHO target of 20%. “The risk needs to be aware because it will affect children’s growth directly both now or in the long term. Children who are in stunting condition will have neurodevelopmental disorders. This research aims to know the Maternal risk factors relatedto the incidence of stunting and the correlation between each variable (mother's height,body mass index, mothers’ occupational status and Antenatal Care (ANC) status) and the incidence of stunting for toddlers aged 12-24 months. This research used analytical observational method with cross sectional design. The total sample was 136 mothers who had toddlers aged 12-24 months in the area of Mantangai Public Health Center, Kapuas Regency, taken by consecutive sampling. The data was analyzed by univariate analysis, bivariate analysis with chi-square and multivariate analysis using multiple logistic regressiontest. The results showed the majority of respondents had normal height (75.7%), normalbody mass index (61.8%), mother’s status of jobless (82.4%), complete ANC status (87.5 %)The prevalence of stunting was 30.9%. The result of Chi Squared Status test of mothers’ occupational status with stunting incidence was p=0,007. Mother's height status with stuntingincidence was p = 0.224, maternal BMI status with stunting incidence was p = 0.719, andmaternal ANC status with stunting incidence was p = 0.207. Multivariate analysis showed mothers’ occupational status with stunting incidence was OR 0,285 (0,113-0,721) and p-value 0,008, then Antenatal Care status with stunting incidence was OR = 2,670 (1,093 – 6,526) and p-value 0,031. Mothers’ occupational status and ANC status have an influence on the incidence of stunting for toddlers aged 12-24 months at the Mantangai Public Health Center, Kapuas Regency, Central Kalimantan. Keywords: Risk, Maternal, Stunting, Toddler

 

ABSTRAK

 

Stunting merupakan kondisi  tinggi  badan seorang anak yang tidak  sesuai dengan  usianya  disebabkan  kekurangan  asupan gizi   pada   saat   dalam   kandungan   dan   awal kehidupan.  Angka kejadian stunting di Indonesia tergolong tinggi. Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019 angka stunting di Indonesia yaitu 27,67 persen dan masih di atas angka yang ditargetkan WHO yaitu 20 persen. Risiko perlu diwaspadai karena akan mempengaruhi tumbuh kembang anak secara langsung baik sekarang maupun dalam jangka panjang. Anak yang mengalami stunting akan mengalami gangguan perkembangan otak. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui faktor risiko Maternal yang berhubungan dengan kejadian stunting dan hubungan antara masing-masing variabel (Tinggi badan ibu, Indek Massa Tubuh, status pekerjaan dan status ANC)  terhadap kejadian stunting balita usia 12 – 24 bulan. Observasional analitik dengan design Cross sectional, dengan jumlah sampel 136 orang  ibu yang memiliki Balita usia 12-24 bulan di wilayah kerja puskesmas Mantangai kabupaten Kapuas, diambil secara consecutive sampling. Analisis data dengan analisis univariat, analisis bivariat dengan chi-square dan analisis multivariate menggunakan uji regresi logistic ganda. sebagian besar responden memiliki tinggi badan normal (75,7%), indeks masa tubuh (IMT) yang normal (61,8%), status pekerjaan tidak bekerja (82,4%), status ANC yang lengkap (87,5%). Prevalensi kejadian stunting sebesar 30,9%. Hasil uji chi Square Status Pekerjaan Ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p=0,007. Status Tinggi Badan Ibu dengan kejadian stunting nilai  p=0,224, Status IMT Ibu dengan kejadian stunting (p=0,719), dan Status ANC Ibu dengan kejadian stunting (p=0,207).  Analisis multivariat menunjukkan Status Pekerjaan Ibu dengan kejadian stunting, ditunjukkan dengan nilai OR 0,285 (0,113-0,721) dan p-value 0,008 dan Status ANC Ibu dengan kejadian stunting dengan nilai OR = 2,670 (1,093 – 6,526) dan p-value 0,031. Kesimpulan: Status pekerjaan dan status ANC memiliki pengaruh terhadap kejadian stunting Balita Usia 12 – 24 Bulan di Puskesmas Mantangai Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.

 

Kata Kunci: Risiko, Maternal, Stunting, Balita

Supplement Files

Kata Kunci : Risiko Maternal, Stunting, Balita

  1. Akeredolu, I. (2014). Mothers’ Nutritional Knowledge, Infant Feeding Practices and Nutritional Status of Children (0-24 Months) in Lagos State, Nigeria. European Journal of Nutrition & Food Safety, 4(4), 364–374. https://doi.org/10.9734/ejnfs/2014/7604
  2. Ariani, A. P. (2017). Ilmu Gizi Dilengkapi Dengan Standar Penilaian Status Gizi dan Daftar Kompisisi Bahan Makanan. Nuha Medika.
  3. Camelia, V. (2020). Hubungan Antara Kualitas & Kuantitas Riwayat Kunjungan Antenatal Care (ANC) Dengan Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Journal of Issues in Midwifery, 4(3), 100–111. https://doi.org/10.21776/ub.joim.2020.004.03.1
  4. Dangour, AD, H. H. & S. I. (2002). Height, weight and haemoglobin status of 6 to 59-month-old Kazakh children living in Kzyl-Orda region, Kazakhstan. European Journal of Clinical Nutrition, 56, 1030–1038.
  5. Dessie, Z. B., Fentie, M., Abebe, Z., Ayele, T. A., & Muchie, K. F. (2019). Maternal characteristics and nutritional status among 6-59 months of children in Ethiopia: Further analysis of demographic and health survey. BMC Pediatrics, 19(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s12887-019-1459-x
  6. Hanum, F., Khomsan, A., & Masyarakat, D. G. (2014). Hubungan Asupan Gizi Dan Tinggi Badan Ibu Dengan Status Gizi Anak Balita. Jurnal Gizi Dan Pangan, 9(1), 1–6.
  7. Hutasoit, M., Utami, K. D., & Afriyliani, N. F. (2020). Kunjungan Antenatal Care Berhubungan Dengan Kejadian Stunting. Kesehatan Samodra Ilmu, 11(1), 1–10.
  8. Informasi, P. D. dan, & RI, K. K. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.
  9. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan T. (2017). Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting.
  10. Kusharisupeni. (2011). Peran Status Kelahiran Terhadap Stunting Pada Bayi. Jurnal Kedokteran Trisakti, 23(3), 73–80. http://www.univmed.org/wp-content/uploads/2011/02/Kusharisupeni.pdf.
  11. Lahlou, N., Bouvattier, C., Linglart, A., Rodrigue, D., & Teinturier, C. (2009). Intérêt clinique du dosage des peptides gonadiques. Annales de Biologie Clinique, 67(3), 283–292. https://doi.org/10.1684/abc.2009.0329
  12. Lammi-Keefe CJ, Couch SC, K. J. (2008). Handbook of Nutrition And Pregnancy. Humana Press;
  13. Nur Hadibah Hanum. (2019). Hubungan Tinggi Badan Ibu dan Riwayat Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Amerta Nutrition, 3(2), 78–84. https://doi.org/10.2473/amnt.v3i2.2019.78-84
  14. Nurmalasari, Y., Anggunan, A., & Febriany, T. W. (2020). Hubungan Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 Bulantingkat Pendidikan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 Bulan Di Desa Mataram Ilir Kecamatan Seputih Surabaya Tahun 2019. Jurnal Kebidanan Malahayati, 6(2), 205–211. https://doi.org/10.33024/jkm.v6i2.2409
  15. Nurmasari, V., & Sumarmi, S. (2019). Hubungan Keteraturan Kunjungan Anc (Antenatal Care) Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Kecamatan Maron Probolinggo. Amerta Nutrition, 3(1), 46. https://doi.org/10.20473/amnt.v3i1.2019.46-51
  16. Rusiandy. (2014). Status Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Status Gizi Balita di Puskesmas Sri Kuncoro Bengkulu Tengah. Jurnal Mitra Raflesia, 6(2), 27–33.
  17. Syahida, A. (2019). Hubungan Pendidikan dan Pekerjaan Orang Tua dengan Pertumbuhan Balita di Desa Ingin Jaya Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2018. Jurnal Edukes, 2(1), 18–28.
  18. Teja, M. (2019). Stunting Balita Indonesia Dan Penanggulangannya. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, XI(22), 13–18.
  19. Tengah, D. K. P. K. (2018). Hasil Pemantauan Status Gizi 2017. Dinkes Provinsi Kalteng.
  20. UNICEF. (1998). the State of the World ’ S the State of the World ’ S Children. In oxford University press.
  21. WHO. (2017). Global Health Observatory Data: Child Malnutrition.
  22. Wicaksono, K. E., & Alfianto, A. G. (2020). Dampak Positif Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Keluarga Dalam Managemen Nutrisi Balita Stunting. Conference on Innovation and Application Of Science and Technology, 981–986.
  23. Zaif, R. M., Wijaya, M., & Hilmanto, D. (2017). Hubungan antara Riwayat Status Gizi Ibu Masa Keha milan dengan Pertumbuhan Anak Balita di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Jurnal Sistem Kesehatan, 2(3), 156–163. https://doi.org/10.24198/jsk.v2i3.11964
  24. Zottarelli, L. K., Sunil, T. S., & Rajaram, S. (2007). Influence of parental and socioeconomic factors in stunting in children under 5 years in Egypt. Eastern Mediterranean Health Journal, 13(6), 1330–1342. https://doi.org/10.26719/2007.13.6.1330