Efektivitas Napas Dalam Terhadap Penurunan Nyeri Kepala pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Babelan I

Siti Mustarifah, Eli Indiwati

Sari


ABSTRACT

 

Hypertension is also known as the silent killer. Data from the world Health Organization (2015) shows that around 1.13 billion people in the world suffer from hypertension. West Java is the province with the second highest hypertension case in Indonesia at 39.6%. The highest prevalence of hypertension was found in North Bekasi. Headache is often felt by people with hypertension. In general, pain management is divided into two, namely pharmacological and non-pharmacological therapy. Breathing is a form of non-pharmacological nursing care to treat pain and reduce anxiety. Objectives to determine the effectiveness of deep breathing againtst headache reduction in hypertension patients at Babelan I public health center in 2022. Reasearch  methods Pre-experimental with the type of research one group pre test – post test design. The population of this study was 73 people. With the number a sample of 25 people (consecutive sampling). Result respondents before deep breathing with moderate pain intensity were 16 people (64,0%), mild pain was 9 people (36,0%). After taking deep breaths, there were 2 respondent with moderate pain (8,0%), 17 respondents with mild pain (68,0%) and 6 people with no pain after deep breathing (24,0%). The result of the Paired T-test is 0,000 (0,05), so there is a difference in the results of the pre test (before deep breathing) and the results of the post test (after deep breathing), which means that deep braething is effective in reducing headaches in hypertension patients at Babelan I public health center.

 

Keywords: Deep breath, Headache, Health Center

 

ABSTRAK

 

Penyakit hipertensi disebut juga sebagai silent killer. Data World Health Organization (2015) sekitar 1.13 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Jawa Barat sebagai provinsi dengan kasus hipertensi tertinggi kedua di Indonesia sebesar 39,6%. Prevalensi hipertensi tertinggi ditemukan di Bekasi Utara. Nyeri kepala merupakan yang sering dirasakan oleh penderita hipertensi. Secara umum manajemen nyeri dibagi menjadi dua yaitu terapi farmakologi dan non-farmakologi. Napas dalam merupakam suatu bentuk asuhan keperawatan non-farmakologi untuk mengatasi nyeri dan mengurangi rasa cemas. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas napas dalam terhadap penurunan nyeri kepala pada pasien hipertensi di puskesmas babelan I tahun 2022. Pre eksperimental dengan jenis penelitian One Group Pre test-Post test Design. Populasi penelitian ini sebanyak 73 orang, dengan jumlah sampel 25 orang (consecutive Sampling). Hasil penelitian responden sebelum dilakukan napas dalam dengan intensitas nyeri sedang ada 16 orang (64,0%), nyeri ringan 9 orang (36,0%). Sesudah dilakukan napas dalam responden dengan nyeri sedang ada 2 orang (8,0%), responden nyeri ringan 17 orang (68,0%), dan tidak nyeri sesudah dilakukan napas dalam ada 6 orang (24,0%). Hasil Uji Paired T-Test yaitu 0,000 (< 0,05) maka ada perbedaan hasil pre test (sebelum dilakukan napas dalam) dengan hasil post test (sesudah dilakukan napas dalam), yang berarti napas dalam efektif terhadap penurunan nyeri kepala pada pasien hipertensi di Puskesmas Babelan I.  Ada efektivitas napas dalam terhadap penurunan nyeri kepala pada pasien hipertensi dengan hasil p = 0,000 (< 0,05). Diharapkan masyarakat dapat mengaplikasikan napas dalam sebagai terapi mandiri untuk mengurangi intensitas nyeri.

 

Kata Kunci: Napas Dalam, Nyeri Kepala


Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Aini, L., & Reskita, R. (2019). Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Fraktur. Jurnal Kesehatan, 9(2).

Akbar, F. K., et al. (2020). Karakteristik Hipertensi pada Lanjut Usia di Desa Buku. Jurnal Wawasan Kesehatan (JWK), 5(2).

Amanda, D., & Martini, S. (2018) Hubungan Karakteristik dan Obesitas Sentral dengan Kejadian Hipertensi. Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(1), 43-50.

Andarmoyo, S. (2013). Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Anggara, D. F. H., & Prayitno, N. (2013). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tekanan Darah di Puskesmas Telaga Murni Cikarang Barat. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1).

Ariyani, H., Hartanto, D., & Lestari, A. (2018). Kepatuhan Pasien Hipertensi setelah Pemberian Pill Card di RS X Banjarmasin. Journal of Current Pharmaceutical Science, 2, 81-88.

Arum, Y. T. G. (2019). Hipertensi pada Penduduk Usia Produktif (15-64 Tahun). Higeia Journal of Public Health Research and Development, (3), 345-356.

Bachrudin, M., & Najib, M. (2016). Keperawatan Medikal Bedah I (1st ed). Jakarta Selatan: Pusdik SDM Kesehatan.

Borley, G. (2016). At a Glance Medical Science (3rd ed., Vol. 1). Jakarta, Special Capital District of Jakarta, Indonesian: PT. Gelora Aksara Pratama.

Budiman, A., & Wibowo, T. A. (2018). Analisis Praktik Klinik Keperawatan pada Pasien Post Operasi Fraktur dengan Pemberian Teknik Relaksasi Genggam Jari Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri di Instalasi Gawat Darurat RSUD Abdul Wahab Syahranie Samarinda (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia). Diperoleh dari https://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/782

Dermawan, D., & Jamil, M. A. (2012). Keterampilan Dasar Keperawatan Konsep dan Prosedur. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Evadewi, et al. (2014). Kepatuhan Mengonsumsi Obat Pasien Hipertensi di Denpasar di Tinajau dari Kepribadian Tipe A dan Tipe B. Jurnal Psikologi Udayana, 1(1), 32-42.

Fernalia, et al. (2019). Pengaruh Relaksasi Napas Dalam Terhadap Skala Nyeri Kepala pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. MANUJU: Malahayati Nursing Journal, 1(1).

Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2014). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (12 ed). Jakarta: EGC.

Harahap, et al. (2019). Hubungan Pengetahuan Penderita Hipertensi tentang Hipertensi dengan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Tahun 2019. Jurnal Ners, 3(2), 97-102.

Henderson, F. (2016). Buku Ajar Keperawatan (1st ed., Vol. 4). Jakarta Selatan, Indonesia: PT. EGC.

Hidayat, A. A. (2014). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknis Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.

Kemenkes. (2018). Hipertensi. Diperoleh dari https://pusdatin.kemenkes.go.id

Kowalak, J. P., Welsh, W., & Mayer, B. (2014). Buku Ajar Patofisiologis (Professional Guide to Pathophysiology). Jakarta: EGC.

Lisdianto, J. T., et al. (2021). Penerapan Relaksasi Napas Dalam Terhadap Nyeri Kepala pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Metro. Jurnal Cendekia Muda, 2(3), 235-330.

Mafaza, R. L., et al. (2016). Analisis Hubungan antara Lingkar Perut, Asupan Lemak, dan Rasio Asupan Kalsium Magnesium dengan Hipertensi. Media Gizi Indonesia, 11(2), 127-134.

Mulyadi. (2015). Efektivitas Relaksasi Napas Dalam pada Pasien Hipertensi dengan Gejala Nyeri Kepala di Puskesmas Baki Sukoharjo. (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia). Diperoleh dari http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/41221.

Nurarif, A. H., & Kusuma, H. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan NANDA NIC-NOC. Yogyakarta: Media Action.

Nurman, M. (2017). Efektivitas antara Terapi Relaksasi Otot Progresif dan Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Pulau Birandang Wilayah Kerja Puskesmas Kampar Timur Tahun 2017. Jurnal Ners, 1(2).

Nursalam. (2017). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan (4th ed). Jakarta: Salemba Medika.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia. (2015). Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut. Palembang, Sumatera Selatan: Centra Communications.

Pratama, I. B. A., et al. (2020). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (Prosnampas), 3(1).

Pratama, Y. A. (2021). Gambaran Self Management pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorejo Blitar. (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia). Diperoleh dari http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/99668.

Priliana, et al. (2014). Pengaruh Pemberian Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Post OP Fraktur Femur. Jurnal Keperawatan Notokusumo, 11(1).

Purwandari, K. P. (2018). Efektivitas Massage Punggung untuk Mengurangi Nyeri Kepala pada Penderita Hipertensi. Jurnal Keperawatan, 5(2).

Rahmawati, I. (2017). Pengaruh Pemberian Terapi Napas Dalam untuk Menurunkan Skala Nyeri Saat di Lakukan ROM pada Pasien Asam Urat di Panti Werdha Bhakti Kasih Surakarta. Jurnal STIKes Kusuma Husada Surakarta, 8(2).

Riskesdas. (2018). Buku Riset Kesehatan Dasar. Kementrian Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI. Diperoleh dari https:///riset-badan-litbangkes/menu-riskesnas/menu-riskesdas/426-rkd-2018

Robert, P. (2016). Konsep Perawatan Nyeri (1st ed., Vol. 4). Yogyakarta, Indonesia: CV. Nuha Medika.

Saputri, R., Ayyubana, S., & Sari, S. A. (2021). Penerapan Relaksasi Napas Dalam Terhadap Nyeri Kepala Pasien Hipertensi di Ruang Jantung RSUD Jend. Ahmad Yani Kota Metro. Jurnal Cendekia Muda, 2(4). 506-513.

Sastroasmoro, & Sudigdo. (2014). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Sagung Seto.

Setiadi. (2013). Konsep dan Praktek Penulisan Riset Keperawatan (2nd ed). Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sinulingga, E. B. R., & Samingan. (2019). Determinan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Bekasi Timur. JUMKAS: Jurnal Untuk Masyarakat Sehat, 3(1), 35-51.

Smeltzer, S. C., & Bare, G. B. (2014). Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth (12ed). Jakarta: EGC.

South, M., Bidjuni, H., & Malara, R. T. (2014). Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. e-Jurnal Keperawatan, 2(1).

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunaryo, J. W., & Suminar, S. (2018). Perubahan Skala Nyeri Sedang pada Pasien Gastritis di Klinik Mboga Sukoharjo. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 6(1).

Sylvestris, A. (2014). Hipertensi dan Retinopati Hipertensi. Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga, 10(1).

Tamsuri, A. (2012). Konsep Penatalaksanaan Nyeri. Jakarta Selatan, Indonesia: PT. EGC.

Tular, G. J., et al. (2017). Hubungan antara Aktivitas Fisik, Riwayat Keluarga dan Umur dengan Kejadian Hipertensi di Desa Tarabitan Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Media Kesehatan, 9(3), 1-6.

Utaminingsih, W. R. (2015). Mengenal & Mencegah Penyakit Diabetes, Hipertensi, Jantung dan Stroke. Yogyakarta: Media Ilmu

Wahyuni, & Eksanoto, D. (2013). Hubungan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Hipertensi di Kelurahan Jagalan di Wilayah Kerja Puskesmas Pucang Sawit Surakarta. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia,1(1).




DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v4i10.7130

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Penerbit: Universitas Malahayati


 Creative Commons License

Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License