Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita Usia 0 – 60 Bulan

Ponirah Ponirah* -  STIKES Bani Saleh, Indonesia
Rika Harini -  STIKES Bani Saleh, Indonesia

ABSTRACT

 

Diarrhea is a condition in which a person defecates more than 3 times with the consistency of liquid feces. Diarrhea is still a health problem in Indonesia because of its high morbidity and mortality. Identify the factors that occur in children with diarrhea in the hospital. This study used a descriptive analytic observational method using a cross sectional design. The population in this study were all toddlers aged 0-60 months who were hospitalized, namely 753 toddlers. Sampling technique using random sampling as many as 465 toddlers. Statistical test results with chi square using SPSS. The results showed that there was a relationship between the sex factor and the incidence of diarrhea (p value = 0.02). Meanwhile, the age factor was not related to the incidence of diarrhea (p value = 0.56). The incidence of diarrhea was most commonly found in children under five years of age 24 months and the male sex had more diarrhea than the female. The gender variable has a relationship with the incidence of diarrhea while age has no relationship with the incidence of diarrhea.

 

Keywords: Diarrhea, Toddler Age, Incidence

 

ABSTRAK

 

Diare  merupakan suatu kondisi dimana seseorang buang air besar lebih dari 3 kali dengan konsistensi feses cair. Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan di Indonsia karena morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi. Teridentifikasi Faktor-faktor yang terjadi pada anak diare di Rumah Sakit. Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional.  Populasi pada penelitian ini adalah semua balita usia 0-60 bulan yang dirawat di rumah sakit yaitu 753 balita.  Tehnik pengambilan  sampel dengan menggunakan random sampling yaitu sebanyak 465 balita. Hasil uji statitistik dengan chi square menggunakan SPSS. Hasil penelitian  menunjukan, bahwa adanya hubungan antara faktor jenis kelamin dengan kejadian diare (p value= 0,02). Sedangkan untuk faktor umur tidak berhubungan dengan kejadian diare (p value= 0,56). Kejadian diare paling banyak ditemukan pada anak balita usia ≤ 24 bulan dan jenis kelamin laki-laki lebih banyak diare dibandingkan perempuan. Varibel jenis kelamin memiliki hubungan dengan kejadian diare sedangkan umur tidak memiliki hubungan dengan kejadian diare

 

Kata Kunci: Diare, Usia Balita, Kejadian

Kata Kunci : Diare, Usia Balita, Kejadian

  1. Adiningrum, H. (2014). Buku Pintar Asi Eksklusif ; Edisi 1. Jakarta; Salsabila Pustaka Alkautsar Group
  2. Akdon & Riduan. (2013). Rumus dan Data dalam Aplikasi Statistika; Bandung; Alfabeta
  3. Arikunto, A. (2013). Prosedur Penelitian; Edisi 15. Jakarta; Rineka Cipta
  4. Ardinasari, E. (2016). Buku Pintar Mencegah & Mengobati Penyakit Bayi & Anak; Jakarta; Bestari
  5. Budiman & Rianto. (2013). Kapita Selekta Kuesioner . Jakarta; Salemba Medika
  6. Cahyaningrum, D. (2015). Skripsi Studi Tentang Diare Dan Faktor Resikonya Pada Balita Umur 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Sleman, STIKes Aisyah Yogyakarta.
  7. Dewi, V. (2013). Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita; Edisi 3. Jakarta; Salemba Medika.
  8. Hasan, I. & Misbahudin. (2013). Analisa Data Penelitian Dengan Statistika; Jakarta; PT Bumi Aksara.
  9. Hidayanti, R., (2012). Faktor Risiko Diare di Kecamatan CIsarua, Cigudeg dan Megamendung Kabupaten Bogor. Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Indonesia.
  10. IDAI. (2012). Pedoman Pelayanan Medis. Diperoleh dari
  11. www.idai.or.id/downloads/PPM/ Buku- PPM.pdf
  12. Kemenkes RI. (2013). Tatalaksana Diare Balita. Diperoleh dari https://agus34drajat.files.wor dp ress.com/2 010/10/buku- panduan- sosialisasi-tata- laksana- diare-balita-2011.pdf
  13. Kemenkes RI. (2015). Kesehatan dalam kerangka sustainable development goals(SDGs). Diperoleh dari http://www.pusat2.litbang.de pk es.go.id>up loads
  14. Lestari, Titik. (2016). Asuhan Keperawatan Anak; Yogyakarta; Nuha Medika
  15. Lholita, N. (2016). Hubungan Pemberian Susu Formula Dengan Kejadia Diare Pada Balita di Puskesmas Garuda. Pekanbaru. Stikes Helvetia Pekanbaru.
  16. Maryunani, A. (2010). Ilmu Kesehatan Anak Dalam Kebidanan; Jakarta; CV.Trans Info Medika
  17. Machfoedsz, I. (2019). Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Kedokteran; Edisi 6. Yogyakarta; Fitramaya
  18. Mufidah F. (2012). Cermati Penyakit- penyakit yang Rentan Diderita Anak Usia Sekolah; Edisi 1. Jakarta; FlashBooks
  19. Mubarak, W.I. (2011). Promosi Kesehatan untuk Kebidanan; Jakarta; Salemba Medika
  20. Nugraheni, D., (2014). Hubungan Kondisi Fasilitas Sanitasi Dasar dan Personal Higiene dengan Kejadian Diare di Kecamatan Semarang Utara. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol.1 (2): 17- 25.
  21. Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan; Jakarta; Rineka Cipta.
  22. Primisasiki, R.J. (2017). Mengenal Penyakit- penyakit Balita dan `Anak; Jakarta; PT Sunda Kelapa Pustaka
  23. Ratih, I, (2013). Deteksi Penyakit Anak Sehari-hari; Edisi 1.Yogyakarta; Imper
  24. Setiawan, B & Qomariah S. (2015). Perilaku Ibu Dalam Penatalaksanaan Diare Mencegah Dehidrasi Anak. Diperoleh 30 oktober 2016 dari https://journal.unigres.ac.id
  25. Winda, W. (2012). Hubungan antara pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian diare pada Balita di Puskesmas Gilingan Kecamatan BAnjarsari Yogyakarta tahun 2012; Fakultas Kedokteran Universitas sebelas Maret Surakarta