SKOPIA (Serikat Pendidikan Komplementer Ibu dan Anak) sebagai Strategi Pencegahan Stunting Dengan Terapi Komplementer Berbasis Aplikasi

Selasih Putri Hadi* -  STIKES Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia
Riska Ismawati Hakim -  , Indonesia

Supp. File(s): Instrumen Riset

ABSTRACT

 

Health problems that arise in developing countries, including Indonesia, one of which is micronutrient deficiencies, especially in children under the age of 5 years, including stunting nutrition problems. This can be done in a practical, easy and safe stunting prevention effort to be taught to the community by doing complementary activities. This posyandu activity cannot be separated from the role of cadres. The role of cadres is very important as a driver and determinant of success in monitoring children's growth and development. For this reason, the government has launched an electronic application program to support the promotion process and public health services. To develop the SKOPIA application (Union of Complementary Mother and Child Education) as a Stunting Prevention Strategy with Complementary Therapy. This study uses the R&D method with the development of ADDIE. The study was conducted in the Grabag 2 Work Area with the respondents being mothers of under-five Posyandu cadres with 19 respondents, the sample selection was using purposive sampling method. The inclusion criteria for cadres are 20-35 years old, physically and mentally healthy, willing to be a participant, have a mobile phone. The research instrument is a closed questionnaire to see the feasibility of the material, media and user aspects. The questionnaire has been tested through previous validity judgment. The results of the application feasibility assessment from the material aspect an average score of 67.67 with a very feasible category, the application feasibility from the media aspect an average score of 73.33 with a decent category, the feasibility of the application from a small group as much as 130.1 with a category very feasible, and the feasibility of the application from users as many as 125,21 with a very decent category. The Skopia application can be recommended as a medium of information and education for posyandu cadres, especially child health in alleviating stunting in children.

 

Keywords: Application, Toddler, Complementary, Stunting

 

 

ABSTRAK

 

Masalah kesehatan yang muncul di negara berkembang termasuk di negara Indonesia salah satunya adalah kekurangan mikronutrien, khususnya pada anak dibawah usia 5 tahun, diantaranya masalah gizi stunting. Hal ini dapat dilakukan usaha pencegahan stunting yang praktis, mudah dan aman untuk diajarkan ke masyarakat dengan melakukan komplementer. Kegiatan posyandu ini tidak lepas dari peran kader. Peran kader sangat penting sebagai penggerak dan penentu keberhasilan dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Untuk itu pemerintah mencanangkan adanya program elektronik aplikasi untuk mendukung proses promosi dan pelayanan kesehatan masyarakat. Mengembangkan aplikasi SKOPIA (Serikat Pendidikan Komplementer Ibu dan Anak) sebagai Strategi Pencegahan Stunting Dengan Terapi komplementer. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan pengembangan ADDIE. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Grabag 2 dengan respoden ibu kader posyandu balita dengan jumlah responden 19 orang, pemilihan sample dengan metode purposive sampling. Kriteria inklusi usia kader 20-35 tahun, sehat jasmani rohani, bersedia menjadi partisipan, memiliki handphone. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup untuk melihat kelayakan dari aspek materi, media dan user. Kuesioner telah diuji melalui validity judgment sebelumnya. Hasil penilaian kelayakan aplikasi dari aspek materi rata-rata skor sebanyak 67,67 dengan kategori sangat layak, kelayakan aplikasi dari aspek media rata-rata skor sebanyak 73,33 dengan kategori layak, kelayakan aplikasi dari kelompok kecil sebanyak 130,1 dengan kategori sangat layak, dan kelayakan aplikasi dari user sebanyak 125,21 dengan kategori sangat layak. Aplikasi SKOPIA dapat direkomendasikan sebagai media informasi dan pendidikan untuk para kader posyandu khususnya kesehatan anak dalam pengentasan stunting pada anak

 

Kata Kunci: Aplikasi, Balita, Komplementer, Stunting

Supplement Files

Kata Kunci : Aplikasi, Balita, Komplementer, Stunting

  1. Amalia, W. And Satiti, I. A. D. (2020) ‘Tambah Nafsu Makan Anak Dengan Tehnik Pijat Terapeutik Pada Kader Posyandu’, Conference On Innovation And …, (Ciastech), Pp. 1101–1106. Available At: Http://Publishing-Widyagama.Ac.Id/Ejournal-V2/Index.Php/Ciastech/Article/View/2014.
  2. Apjii (2015) Profil Pengguna Internet Indonesia 2014, Apjii. Available At: Https://Www.Apjii.Or.Id/Survei2016.
  3. Bryce, J. Et Al. (2013) ‘Telehealth Standards : Registered Midwives’, Pp. 1–15.
  4. Direktorat Kesehatan Departmen Kesehatan Keluarga (2010) ‘Kpsp Pada Anak’, Kementerian Kesehatan Ri, Pp. 53–82.
  5. Fatmawati, E. (2014) ‘Asupan Makanpada Balita Email : Fatmaery@Ymail.Com Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita Merupakan Suatu Hal Yang Mendapat Perhatian Besar Perlu ( 2014 ) Salah Satu Faktor Penyebab Gizi Kurang Pada Balita Di Puskesmas Banguntapan I Didapatkan Hasil Prevalen’, Pp. 162–167.
  6. Fendristica, G. G., Susilawati, S. And Armawati, N. M. (2019) ‘Efektifitas Akupresur Pada Kenaikan Berat Badan Bayi’, Jurnal Smart Kebidanan, 5(2), P. 43. Doi: 10.34310/Sjkb.V5i2.212.
  7. Fitriami, E. And Galaresa, A. V. (2022) ‘Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Aplikasi Android Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Stikes Pekanbaru Medical Center * Email : Elfizafitriamy26@Gmail.Com Android Application-Based Stunting Prevention Education In Increasing Mother ’ S Knowle’, Jurnal Ilmiah Stikes, 5(2), Pp. 78–85.
  8. Hadi, S. P. I. (2020) ‘Pengembangan Modul Elektronik Pijat Bayi Sebagai Pendukung Pembelajaran Pada Mahasiswa Kebidanan’, Manuju: Malahayati Nursing Journal, 2(2), Pp. 397–406.
  9. Hadi, S. P. I. Et Al. (2021) ‘Edukasi Online “ Baby Massase ” Untuk Meningkatkan Kesehatan Bayi Dan Anak’, Prosiding Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2021 Lembaga Penelitian, Pengembangan, Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Lp3m) 15 Ust, Pp. 15–17.
  10. Iskandar, I. (2017) ‘Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Modifikasi Terhadap Status Gizi Balita’, Action: Aceh Nutrition Journal, 2(2), P. 120. Doi: 10.30867/Action.V2i2.65.
  11. Jafri, Y. (2006) ‘Makan Anak Usia Prasekolah Yang Sulit Makan Di Surau’.
  12. Kemenkes Ri And Bps (2019) ‘Laporan Pelaksanaan Integrasi Susenas Maret 2019 Dan Ssgbi Tahun 2019’, P. 69.
  13. Kemensos (2021) Modul 1 Kebijakan Pencegahan Dan Penangan Stunting Bagi Sdm Kesos.
  14. Lau, Y. K. Et Al. (2014) ‘Antenatal Health Promotion Via Short Message Service At A Midwife Obstetrics Unit In South Africa: A Mixed Methods Study’, Bmc Pregnancy And Childbirth, 14(1), Pp. 1–8. Doi: 10.1186/1471-2393-14-284.
  15. Mediani, H. S., Nurhidayah, I. And Lukman, M. (2020) ‘Pemberdayaan Kader Kesehatan Tentang Pencegahan Stunting Pada Balita’, Media Karya Kesehatan, 3(1), Pp. 82–90.
  16. Mukarromah, R. Et Al. (2022) ‘Edukasi Stimulasi Perkembangan Anak Dengan “Baby Gym”’, Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), Pp. 786–789. Doi: 10.31004/Cdj.V3i2.4664.
  17. Noflidaputri, R., Meilinda, V. And Hidayati, Y. (2020) ‘Efektifitas Pijat Tui Na Dalam Meningkatkan Berat Badan Terhadap Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Lintau Buo’, Maternal Child Health Care Journal, 2(1).
  18. Peraturan Bupati Lamongan (2019) ‘7 Percepatan Pencegahan Stunting Teritregrasi.Pdf’, Pp. 1–13. Available At: Https://Peraturan.Bpk.Go.Id/Home/Download/104986/7 Percepatan Pencegahan Stunting Teritregrasi.Pdf.
  19. Perdana, F., Madanijah, S. And Ekayanti, I. (2017) ‘Pengembangan Media Edukasi Gizi Berbasis Android Dan Website Serta Pengaruhnya Terhadap Perilaku Tentang Gizi Seimbang Siswa Sekolah Dasar’, Jurnal Gizi Dan Pangan, 12(3), Pp. 169–178. Doi: 10.25182/Jgp.2017.12.3.169-178.
  20. Ppn/Bappenas, K. (2018) ‘Intervensi Penurunan Stunting’, (November).
  21. Puspitasari, I. And Indrianingrum, I. (2021) ‘K Eefektifan A Plikasi M-H Ealth S Ebagai M Edia P Romosi K Esehatan D Alam U Paya P Eningkatan P Engetahuan , S Ikap ’, 12(1), Pp. 40–48.
  22. Ramadhana, M. R. (2020) ‘Mempersiapkan Ketahanan Keluarga Selama Adaptasi Kebiasaan Baru Di Masa Pandemi Covid-19’, Jurnal Kependudukan Indonesia, 2902, P. 61. Doi: 10.14203/Jki.V0i0.572.
  23. Ri, K. (2007) ‘Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1109/Menkes/Per/Ix/2007 Tentang Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer-Alternatif Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan’, Pp. 1–29. Available At: Www.Persi.Or.Id.
  24. Ri, K. (2011) ‘Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2011’.
  25. Ri, K. (2013) ‘Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2013 Tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi.’, (55), Pp. 1–16.
  26. Ri, K. (2017) ‘Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2017’, P. 210093.
  27. Ri, K. (2019) Indonesia Health Profile 2018, Profil Kesehatan Provinsi Bali.
  28. Ris, K. (2011) Pedoman Umum Pelayanan Posyandu, Kemenkes Ri.
  29. Rjpm 2020-2024 (No Date).