Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Halmahera Barat

Fera The* -  Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun, Indonesia
Marhaeni Hasan -  , Indonesia
Kiky Frederik Rompis -  , Indonesia
Daisy Aurelia -  , Indonesia
Andri Imbar -  , Indonesia

ABSTRACT

 

Stunting is defined as height below 2 standard deviations (SD) from the median high-for-age z-score (HAZ), as determined by the World Health Organization (WHO) child growth criteria. Around 22% or 149.2 million children under 5 years suffer from stunting in 2020. There are many factors associated with stunting, social factors such as poverty, place of residence and ethnicity are associated with the nutritional status of children. Environmental and behavioral factors, such as lack of education, lack of hygiene, poor sanitation and indoor air pollution also increase the risk of stunting in young children. Health interventions such as disease prevention and early diagnosis and treatment of disease protect against stunting. The aim of the research is to know the risk factors associated with the incidence of stunting in toddlers in West Halmahera Regency. This research was carried out in July 2022 – August 2022 which was carried out at the Ibu Health Center in West Halmahera Regency. Method This type of research is case control using bivariate analysis to determine the relationship between risk factors and the incidence of stunting in toddlers. In this study, it was selected through total sampling and accidental sampling techniques and obtained a sample of 74 mothers with toddlers. The result There is a significant relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting (p=0.009). There is a relationship between the baby's birth weight and the incidence of stunting (p value = 0.001) and there is a relationship between nutrition during pregnancy and the incidence of stunting (p value = 0.007)

 

Keywords: Toddlers, Mothers, Mother Health Center, Stunting

 

 

ABSTRAK

 

Stunting didefinisikan sebagai tinggi badan di bawah 2 standar deviasi (SD) dari median high-for-age z-score (HAZ), sebagaimana ditentukan oleh kriteria pertumbuhan anak World Health Organization (WHO). Sekitar 22% atau 149,2 juta anak di bawah 5 tahun menderita stunting pada tahun 2020. Ada banyak faktor yang terkait dengan stunting, faktor-faktor sosial seperti kemiskinan, tempat tinggal dan etnis dikaitkan dengan status gizi anak-anak. Faktor lingkungan dan perilaku, seperti kurangnya pendidikan, kurangnya kebersihan, sanitasi yang buruk dan polusi udara dalam ruangan juga meningkatkan risiko stunting pada anak kecil. Intervensi kesehatan seperti pencegahan penyakit dan diagnosis dini dan pengobatan penyakit melindungi terhadap stunting. Guna mengetahui faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Halmahera Barat.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli2022 – Agustus 2022 yang dilakukan di Puskesmas Ibu area Kabupaten Halmahera Barat. Menggunakan metode case control dengan menggunakan analisa bivariat untuk menentukan hubungan faktor resiko dengan kejadian stunting pada balita, dalam penelitian ini dipilih melalui teknik total sampling dan accidental sampling dan didapatkan sampel 74 ibu yang memiliki balita. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian asi ekslusif dengan kejadian stunting (p=0,009). Adanya hubungan antara Berat Badan Lahir Bayi dengan kejadian stunting (nilai p =0,001) serta terdapat hubungan nutrisi pada saat kehamilan dengan kejadian stunting (nilai p=0,007)

 

Kata Kunci : Balita, Ibu, Puskesmas Ibu, Stunting

 

  1. Akram, R. Dkk . (2018) ‘Prevalence And Determinants Of Stunting Among Preschool Children And Its Urban–Rural Disparities In Bangladesh’, Food And Nutrition Bulletin, 39(4), Pp. 521–535. Available At: Https://Doi.Org/10.1177/0379572118794770/Asset/Images/Large/10.1177_0379572118794770-Fig1.Jpeg.
  2. Anisa, P. (2012) ‘Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-60 Bulan Di Kelurahan Kalibaru Depok Tahun 2012’. Available At: Https://Lib.Ui.Ac.Id/File?File=Digital/20320460-S-Paramitha%20anisa.Pdf (Accessed: 8 October 2022).
  3. Azriful Dkk. (2018b) ‘Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene’, Al-Sihah : Public Health Science Journal, 10(2), Pp. 192–303.
  4. Azriful Dkk. (2018b) ‘Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene’, Al-Sihah : Public Health Science Journal, 10(2), Pp. 192–303.
  5. Budhathoki Ss, Bhandari A, Gurung R, Gurung A, Kc A. 2020. Stunting Among Under 5-Year-Olds In Nepal: Trends And Risk Factors. Matern Child Health J [Internet]. [Cited 2022 Feb 25];24(Suppl 1):39–47. Available From: Https://Pubmed.Ncbi.Nlm.Nih.Gov/31776750/
  6. Dika Rufaida, F., Raharjo, A.M. And Handoko, A. (2020) ‘Hubungan Faktor Keluarga Dan Rumah Tangga Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Tiga Desa Wilayah Kerja Puskesmas Sumberbaru Jember’, Journal Of Agromedicine And Medical Sciences, 6(1). Available At: Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.19184/Ams.V6i1.9541.
  7. Dika Rufaida, F., Raharjo, A.M. And Handoko, A. (2020) ‘Hubungan Faktor Keluarga Dan Rumah Tangga Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Tiga Desa Wilayah Kerja Puskesmas Sumberbaru Jember’, Journal Of Agromedicine And Medical Sciences, 6(1). Available At: Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.19184/Ams.V6i1.9541.
  8. Hamzah, W., Haniarti And Anggraeny, R. (2021) ‘Faktor Risiko Stunting Pada Balita’, Jurnal Surya Muda, 3(1), P. 2021. Available At: Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.38102/Jsm.V3i1.77.
  9. Juwita, S. Dkk. (2019) ‘Hubungan Jumlah Pendapatan Keluarga Dan Kelengkapan Imunisasi Dasar Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Pidie’, J. Ked. N. Med, 2(4).
  10. Juwita, S. Dkk. (2019) ‘Hubungan Jumlah Pendapatan Keluarga Dan Kelengkapan Imunisasi Dasar Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Pidie’, J. Ked. N. Med, 2(4).
  11. Kemenkes Ri. 2018. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2018 [Internet]. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan. P. 198. Available From: Http://Labdata.Litbang.Kemkes.Go.Id/Images/Download/Laporan/Rkd/2018/Laporan_Nasional_Rkd2018_Final.Pdf
  12. Kemenkes Ri. 2019. Pedoman Pelaksanaan Integrasi Susenas Maret 2019 Dan Ssgbi | Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan [Internet]. [Cited 2022 Feb 24]. Available From: Https://Www.Litbang.Kemkes.Go.Id/Pedoman-Pelaksanaan-Integrasi-Susenas-Maret-2019-Dan-Ssgbi/
  13. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. 2020. [Cited 2022 Feb 24]. Available From: Https://Pusdatin.Kemkes.Go.Id/Article/View/21111500002/Buletin-Situasi-Stunting-Di-Indonesia-2020.
  14. Krisna Manggala A, Wiswa K, Kenwa M, Me M, Kenwa L, Gede Aa, Et Al. 2018. Risk Factors Of Stunting In Children Aged 24-59 Months. Mail.Paediatricaindonesiana.Org [Internet]. [Cited 2022 Feb 25];58(5):205–17. Available From: Https://Mail.Paediatricaindonesiana.Org/Index.Php/Paediatrica-Indonesiana/Article/View/1850
  15. Lema, P.V.V.L., Setiono, W.K. And Manubulu, R.M. (2019) ‘Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi’, Cendana Medical Journal, 17(2). Available At: Http://Ejurnal.Undana.Ac.Id/Cmj/Article/View/1797 (Accessed: 8 October 2022).
  16. Lestari, W., Samidah, I. And Diniarti, F. (2022) ‘Hubungan Pendapatan Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Di Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau’, Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1). Available At: Https://Jptam.Org/Index.Php/Jptam/Article/View/3388/2883 (Accessed: 8 October 2022).
  17. Linda, W. And Jun, M. (2022). Hubungan Asupan Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Di Desa Padang Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya. Jurnal Biologi Education 10 (1). Avalaible From : Https://Ojs.Serambimekkah.Ac.Id/Jurnal-Biologi/Article/View/4116/3029
  18. Manik, F.K (2019). Gambaran Konsumsi Protein Pada Balita Stunting Di Desa Sidoharjo 1 Pasar Miring Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Medan Jurusan Gizi Program Studi Diploma Iii Sumatera Utara
  19. Ni’mah, C. And Muniroh, L. (2015) ‘Hubungan Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan Dan Pola Asuh Ibu Dengan Wasting Dan Stunting Pada Balita Keluarga Miskin’, Media Gizi Indonesia, 10(1), Pp. 84–90. Available At: Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.20473/Mgi.V10i1.84-90.
  20. Nugraheni, D. Dkk. (2020) ‘Asi Eksklusif Dan Asupan Energi Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Usia 6 – 24 Bulan Di Jawa Tengah’, Journal Of Nutrition College, 9(2). Available At: Https://Ejournal3.Undip.Ac.Id/Index.Php/Jnc/Article/View/27126 (Accessed: 4 October 2022).
  21. Setiawan, E., Machmud, R. And Masrul (2018) ‘Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018 | Setiawan | Jurnal Kesehatan Andalas’, Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2). Available At: Http://Jurnal.Fk.Unand.Ac.Id/Index.Php/Jka/Article/View/813/669 (Accessed: 4 October 2022).
  22. Utami, S., Amin, F.A. And Khairunnisa, N. (2022) ‘Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Simpang Jaya Kabupaten Nagan Raya Tahun 2022’, Journal Of Health And Medical Sciences, 1(3). Available At: Https://Www.Pusdikra-Publishing.Com/Index.Php/Jkes/Article/View/775/671 (Accessed: 8 October 2022).
  23. Who. 2014. Global Nutrition Targets 2025: Stunting Policy Brief. [Cited 2022 Feb 24]; Available From: Https://Apps.Who.Int/Iris/Bitstream/Handle/10665/149019/Who_N?Sequence=1