Hubungan Discharge Planning dengan Pengetahuan terhadap Ibu tentang Perawatan Kejang Demam

Happy Kristiani Gea* -  Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia, Indonesia
Lidia Ayu Putri -  Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia, Indonesia
Juliana Prome Situmorang -  Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia, Indonesia
Suriati Manik -  Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia, Indonesia
Roslinda Sembiring -  Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia, Indonesia

ABSTRACT

 

Febrile seizures are seizures that occur due to an increase in body temperature (rectal temperature is above 38 ° C) due to an extracranial process in the absence of intracranial infection or other causes. Febrile seizures often occur in children aged 6 months to 5 years because in toddlers the immune system is still low (Wilson, 2016). To find out the Relationship between Dischrage Planning and Knowledge of Mothers About Treatment of Fever Seizures. This type of quantitative research is a quasi-experimental method. Quasi experiment (quasi experiment). The One-Group Pretest-Posttest Design research method was carried out on one group without a control group. The total sample of respondents is 30 people. The research location is at the Dandy Pratama Clinic, Mabar, Medan Deli, North Sumatra. From the results of the chi square test, the asymp.sig value, the p value of 0,000<0.05 means that ho is rejected and ha is accepted because there is a relationship bwtween discharge planning and knowladge of mothers about the treatment of febrile seizures.

 

Keywords: Febrile seizure, Knowledge, Mother

 

 

ABSTRAK

 

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi karena adanya kenaikan suhu tubuh (suhu rektal berada diatas 38˚ C) akibat suatu proses ekstrakranium tanpa adanya infeksi intrakranial atau penyebab lain. Kejang  demam sering terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun karena pada balita kekebalan tubuh masih rendah (wilson, 2016). Untuk mengetahui Hubungan Dischrage Planning Dengan Pengetahun Terhadap Ibu Tentang Perawatan Kejang Demam. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment). Eksperimen semu (quasi experiment). Metode penelitian One-Group Pretest-Posttest Design ini dilakukan terhadap satu kelompok tanpa adanya kelompok kontrol. Jumlah sampel responden sebanyak 30 orang. Lokasi penelitian di klinik pratama dandy, mabar, medan deli, sumatera utara. Pengumpulan data dengan memberikan kuesioner dan penyuluhan Dari hasil uji chi square nilai asymp.sig p value 0,000 < 0,05 berarti Ho ditolak dan Ha diterima karena adanya hubungan discharge planning dengan pengetahuan terhadap ibu tentang perawatan kejang demam.

Kata Kunci: Kejang Demam, Pengetahuan, Ibu

  1. Donsu, D. T. J. (2017). Metodologi Penelitian Keperawatan. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.
  2. Fitrianah.B.L. (2017). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Dalam Penanganan Demam Pada Anak Balita Di Puskesmas Depok 1 Sleman Yogyakarta. Fakultas ilmu keperawatan universitas respati Yogyakarta.
  3. Switri.P.A.A (2016). Skripsi Hubungan Pendidikan Kesehatan Personal Hygine Dengan Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Diwilaya Kerja Puskesmas Gogagoman.
  4. Susilowati, Murhayati, & Wulandari. (2015). Hubungan Antara Pengetahuan OrangtuaTentang Penanganan Demam Dengan Kejadian Kejang Demam Berulang Diruang Anak RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Stikes Kusuma Husada Surakarta.
  5. Januarti, L. F. (2019). Penanganan Pertama Pada Bayi Kejang Demam Di Posyandu DesaPatemon. Jurnal Paradigma (Pemberdayaan & Pengabdian Kepada Masyarakat), 1(2), 8-15.
  6. Silvana, S., & Waruwu, R. J. O. (2022). Gambaran Faktor Resiko Kejang Demam Berulang Pada Anak Di Rsud Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016-2020. Jurnal Ilmiah Simantek, 6(1), 70-82.
  7. Resti, H. E., Indriati, G., & Arneliwati, A. (2020). Gambaran Penanganan Pertama Kejang Demam Yang Dilakukan Ibu Pada Balita. Jurnal Ners Indonesia, 10(2), 238-248.