Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Remaja Putri di SMAN 28 Jakarta

Juneth Sara Mahligay Latubual -  Universitas Nasional, Indonesia
Aisyiah Aisyiah* -  Universitas Nasional, Indonesia
Tommy Wowor -  Universitas Nasional, Indonesia

ABSTRACT

 

The nutritional problems that often occur in adolescents today are undernutrition and overnutrition. Malnutrition in adolescents can cause a decrease in body resistance so that it is susceptible to infectious diseases, while excess nutrition can cause obesity which is susceptible to various degenerative diseases such as diabetes, high blood pressure and coronary heart disease. This study aims to determine the factors associated with the nutritional status of young women at SMAN 28 Jakarta. Analytical descriptive study using a cross sectional approach. The sample in this study amounted to 96 samples. The sampling technique used purposive sampling. The research instrument consisted of body image questionnaires, eating patterns, knowledge and behavior of snacks. Questionnaire of nutritional knowledge and snacking behavior has been tested for validity and reliability with a value of Cronbach's alpha coefficient of nutritional knowledge of 0.784 and snacking behavior of 0.791. Data were analyzed using chi square to determine the relationship between body image, eating patterns, knowledge and behavior of snacks with nutritional status. The results showed that there was a relationship between body image and nutritional status (p value 0.011), there was a relationship between diet and nutritional status (p value 0.020), there was a relationship between snacking behavior and nutritional status (p value 0.047) and there was no relationship between knowledge and nutritional status (p value 0.54).  Body image, eating patterns and snacking behavior are related to nutritional status, while knowledge is not related to nutritional status.

 

Keywords: Body Image, Diet, Knowledge, Nutritional Status, Snacking Behavior, Young Women.

 

 

ABSTRAK

 

Masalah gizi yang sering terjadi pada remaja saat ini adalah kekurangan gizi (undernutrion) dan kelebihan gizi (overnutrion). Kekurangan gizi pada remaja dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap infeksi penyakit, sedangkan kelebihan gizi dapat menyebabkan obesitas yang rentan terhadap berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan jantung koroner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada remaja putri di SMAN 28 Jakarta. Penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner body image, pola makan, pengetahuan dan perilaku jajan. Kuesioner pengetahuan gizi dan perilaku jajan telah diuji validitas dan reabilitas dengan nilai koefisien cronbach’s alpha pengetahuan gizi 0,784 dan perilaku jajan 0,791. Data dianalisis menggunakan chi square untuk mengetahui hubungan antara body image, pola makan, pengetahuan dan perilaku jajan dengan status gizi. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara body image dengan status gizi (p value 0,011), terdapat hubungan antara pola makan dengan status gizi (p value 0,020), terdapat hubungan antara perilaku jajan dengan status gizi (p value 0,047) dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan status gizi (p value 0,54). Body image, pola makan dan perilaku jajan berhubungan dengan status gizi, sedangkan pengetahuan tidak berhubungan dengan status gizi.

 

Kata Kunci : Body Image, Pengetahuan, Perilaku Jajan, Pola Makan, Remaja Putri, Status Gizi.

  1. Access, O., (2022), Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Pada Remaja Di Sma Muhammadiyah 7 Sutorejo Surabaya, The Relation Between Diet And Physical Activity With Nutritional Status In Adolescents At Muhammadiyah 7 Sma Sutorejo Surabaya, 4–7.
  2. Ahmad Dahlan, U., & Soepomo, J., (2021), Pelatihan Pengukuran Antropometri Sebagai Upaya Preventif Masalah Gizi Remaja Selama Masa Pandemi Covid-19 Khoiriyah Isni, Nurul Qomariyah. 60–69.
  3. Agnesia, D., (2019), Peran Pendidikan Gizi Dalam Meningkatkan Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Gizi Seimbang Pada Remaja Di Sma Yasmu Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, 1(2), 64–76.
  4. Astini, N. N. A. D., & Gozali, W., (2021), Body Image Sebagai Faktor Penentu Dalam Meningkatkan Status Gizi Remaja Putri. International Journal Of Natural Science And Engineering, 5(1).
  5. Delvika, Y., & Mustafa, K., (2018), Penyuluhan Pengaruh Makanan Instan Terhadap, Jurnal Prodikmas Hasil Pengabdian Masyarakat, 2(1), 84–88, Http://Journal.Umsu.Ac.Id/Index.Php/Prodikmas/Article/View/1769.
  6. Diananda, A., (2019), Psikologi Remaja Dan Permasalahannya, Journal Istighna, 1(1), 116–133.Https://Doi.Org/10.33853/Istighna.V1i1.20.
  7. Fattimah, Netty, & Dhewi, S., (2020), Hubungan Aktivitas Fisik Dan Kebiasaan Jajan Dengan Status Gizi Siswa Di MadrasahAliyahRaudhatusysyubban, Kesehatan Masyarakat, 72.
  8. Fauziah, L. F., Ma’arif, M. Z., & Pamungkas, F. G., (2021), Hubungan Citra Tubuh Dan Status Gizi Remaja Putri, Jurnal Maternitas Aisyah (Jaman Aisyah), 2(1), 68–74.
  9. Fikawati, S., Syafiq, A., & Veratamala, A., (2017), Buku Gizi Anak Dan Remaja. Rajagrafindo Persada.
  10. Hafiza, D., Utmi, A., & Niriyah, S., (2021), Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Status Gizi PadaRemajaSmpYlpiPekanbaru,AlAsalmiyaNursingJurnalIlmuKeperawatan(Journal Of Nursing Sciences), 9(2), 86–96.
  11. Harahap, A. P., Pamungkas, C. E., Amini, A., & Nopitasari, N., (2019), Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Smp Negeri 14 Mataram, Jurnal Riset Kebidanan Indonesia, 3(1), 33–36.
  12. Herdiani, T. N., Manujung, V. H., & Mutiara, V. S., (2021), Study Literature Review Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Remaja Putri,ChmkMidwiferyScientific Journal, 4(1), 59–66.
  13. Jayanti, Y. D., & Novananda, N. E., (2017), Hubungan Pegetahuan Tentang Gizi Seimbang Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri Kelas Xi Akutansi 2 (Di Smk Pgri 2 Kota Kediri), Jurnal Kebidanan Dharma Husada , 6(2), 100–108.
  14. Margiyanti, N. J., (2021), Analisis Tingkat Pengetahuan, Body Image Dan Pola Makan Terhadap Status Gizi Remaja Putri.JurnalAkademikaBaiturrahim Jambi, 10(1), 231,
  15. Marwoko, G., (2019), Psikologi Perkembangan Masa Remaja, Jurnal Tabbiyah Syari’ah Islam, 26(1), 60–75.
  16. Masrikhiyah, R., & Octora, M. Iqbal.,(2020),PengaruhKebiasaan Sarapan Dan Status Gizi Remaja Terhadap Prestasi Belajar, Jurnal Ilmiah Gizi Dan Kesehatan (Jigk), 2(01), 23–27.
  17. Nur, A. O., Mawarda, N. H., & Amin, N., (2019), Hubungan Body Image Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Remaja Putri Kelas Viii Smpn 20 Surabaya, Sport And Nutrition Journal, 1(1), 27–32.
  18. Pantaleon, Maria Goreti., (2019), Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Kebiasaan Makan Dengan Status Gizi Remaja Putri Di Sman 2 Kota Kupang. Chmk Health Journal, 53(9), 1689–1699.
  19. Pangow, S., Bodhi, W., & Budiarso, F., (2020), Status Gizi Pada Remaja Smp Negeri 6 Manado Mengunakan Indeks Massa Tubuh Dan Lingkar Pinggang, Jurnal Biomedik: Jbm, 12(1), 43–47.
  20. Suhartini, S., & Ahmad, A., (2018), Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Remaja Putri Pada Siswi Kelas Vii Smpn 2 Desa Tambak Baya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Tahun 2017, JurnalMedikes(MediaInformasi Kesehatan), 5(1), 72–82.
  21. Utami, H. D., Kamsiah, K., & Siregar, A., (2020), Hubungan PolaMakan,Tingkat Kecukupan Energi, Dan Protein Dengan StatusGiziPadaRemaja,JurnalKesehatan, 11(2), 279.
  22. Wahyuni, N. S., & Auriella, A., (2021), Hubungan Body Image Dengan Harga Diri Pada Remaja Putri Penggemar Kpop Di Komunitas A.R.M.Y Medan, JournalOfEducation,Humaniora And Social Sciences (Jehss), 3(3), 1365–1371.
  23. Widyastuti, R. A., & Rosidi, A., (2017), Indeks Massa Tubuh Menurut Umur Sebagai Indikator Persen Lemak Tubuh Pada Remaja, 32–39.
  24. Yusinta, D. H., Pradigdo, S. F., & Rahfiludin, M. Z., (2019), Hubungan Body Image Dengan Pola Konsumsi Dan Status Gizi Remaja Putri Di Smpn 12 Semarang, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 47–53.