Analisis Spasial Kasus Diare Pada Balita Berdasarkan Penerapan Pilar 1 Dan Pilar 5 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Di Puskesmas Labuhan Ratu
Abstract
Diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi salah satu penyebab utama kematian balita di Indonesia. Upaya pencegahan telah dilakukan melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), namun efektivitasnya perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial kasus diare pada balita serta keterkaitannya dengan penerapan STBM pilar 1 (Stop Buang Air Besar Sembarangan) dan pilar 5 (Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga) di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Ratu tahun 2025. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 99 rumah tangga yang memiliki balita. Data diperoleh melalui survei dan catatan puskesmas, kemudian dianalisis secara univariat dan spasial menggunakan perangkat lunak QGIS. Hasil menunjukkan bahwa seluruh kelurahan telah mencapai status Open Defecation Free (ODF) dengan capaian lebih dari 75%, namun penerapan pilar 5 masih rendah di beberapa kelurahan, yaitu Labuhan Ratu (41,9%), Labuhan Ratu Raya (42,9%), dan Sepang Jaya (45,8%). Analisis spasial memperlihatkan bahwa kasus diare cenderung terkonsentrasi di wilayah dengan pengelolaan limbah yang belum optimal serta drainase terbuka yang rusak akibat banjir. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan STBM pilar 1 belum cukup untuk menurunkan kejadian diare apabila tidak diikuti dengan penerapan pilar 5 secara komprehensif.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Achmadi, U. F. (2012). Manajemen penyakit berbasis wilayah (Edisi revisi, cetakan ke-2). Jakarta: Rajawali Pers.
Apriani, D. G. Y., Putri, D. M. F. S., & Widiasari, N. S. (2022). Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang diare pada balita di Kelurahan Baler Bale Agung Kabupaten Jembrana tahun 2021. Journal of Health and Medical Science, 1(3), 15–26. https://pusdikra-publishing.com/index.php/jkes/home
Arikunto, S. (2014). Prosedur penelitian.
Badan Pusat Statistik. (2024). Banyaknya kasus diare menurut kecamatan – Tabel Statistik – Badan Pusat Statistik Kota Bandar Lampung. https://bandarlampungkota.bps.go.id/id/statistics-table/2/Njc2IzI%3D/banyaknya-kasus-diare-menurut-kecamatan.html?utm_
Bao, P. N., Abfertiawan, M. S., Kumar, P., & Hakim, M. F. (2020). Challenges and opportunities for septage management in the urban areas of Indonesia – Case study in Bandung City. Journal of Engineering and Technological Sciences, 52(4), 481–500.
https://doi.org/10.5614/j.eng.technol.sci.2020.52.4.3
Depkes RI. (2010). Buku pedoman pengendalian penyakit diare. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan RI.
Desman, S. (2021). Analisis sistem sanitasi lingkungan melalui penatalaksanaan sampah rumah tangga, jamban keluarga dan drainase lingkungan (Studi kasus di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok). Jurnal XYZ, 3(5), 2588–2593.
Dinkes Provinsi Lampung. (2023). Profil Dinas Kesehatan Provinsi Lampung (Issue 44).
Dumaika. (2022). Hubungan indeks risiko sanitasi dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan di Kelurahan Pesawahan, Kota Bandar Lampung. Jurnal Kesehatan dan Lingkungan Indonesia, 21(3), 366–372. https://doi.org/10.14710/jkli.21.3.366-372
Fitri, W. F. (2023). Evaluasi pelaksanaan program pelayanan kesehatan berbasis masyarakat: Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). ResearchGate.
https://www.researchgate.net/publication/376643808_Evaluasi_Pelak
sanaan_Program_Pelayanan_Kesehatan_Berbasis_Masyarakat_Sanitasi_Total_Berbasis_Masyarakat_STBM
Ginanjar, M. R., & Fitriyani. (2024). Terapi madu dalam penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan diare untuk menurunkan frekuensi diare. Jurnal XYZ, 2(2), 181–185.
Indah, F. P. S., Ismaya, N. A., Puji, L. K. R., Hasanah, N., & Jaya, F. P. (2021). Penerapan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan kejadian diare pada balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 20(1), 10–15. https://doi.org/10.33221/jikes.v20i1.596
Kemenkes RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular. https://erenggar.kemkes.go.id/file2018/e-performance/1-465827-3tahunan-768.pdf
Perkim. (2023). Pengelolaan limbah domestik pada daerah rawan banjir. Perkim.id. https://perkim.id/kebencanaan/pengelolaan-limbah-domestik-pada-daerah-rawan-banjir/?utm_source=chatgpt.com
Pertiwi, T. S., & Widayani, P. (2019). Penggunaan sistem informasi geografis (GIS) untuk pemetaan kerentanan wilayah berdasarkan faktor risiko kejadian diare pada balita. Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat, 3(1).
Populix. (2023). Analisis univariat adalah: Penjelasan hingga contohnya. Populix. https://info.populix.co/articles/analisis-univariat-adalah/
Prawati, D. D., & Haqi, D. N. (2019). Faktor yang mempengaruhi kejadian diare di Tambak Sari, Kota Surabaya. Jurnal PROMKES, 7(1), 34–45. https://doi.org/10.20473/jpk.v7.i1.2019.34-45
R. Ibnu Rosyadi, S. Si., & M. C. (2019). Sistem informasi geografi dasar menggunakan Quantum GIS.
Ragil, D. W., & Dyah, Y. P. (2017). Hubungan antara pengetahuan dan kebiasaan mencuci tangan pengasuh dengan kejadian diare pada balita. Journal of Health Education, 2(1), 39–46. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jhealthedu/
Riyanto, A. (2023). Sanitasi dasar rumah tidak memenuhi syarat pemicu diare pada balita di Banjaran, Kabupaten Bandung. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(2), 358–366. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i2.3275
Septiani, A., Ikhtiar, M., & Silalahi, I. H. (2025). Analisis lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pangkajene, Kabupaten Sidrap. Jurnal XYZ, 6(1), 208–212.
UNICEF. (2022). Indonesia: Hampir 70 persen sumber air minum rumah tangga tercemar limbah tinja. UNICEF Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/id/siaran-pers/indonesia-hampir-70-persen-sumber-air-minum-rumah-tangga-tercemar-limbah-tinja UNICEF
UNICEF, & WHO. (2019). Progress on household drinking water, sanitation and hygiene 2000-2017: Special focus on inequalities (Launch version July 12). WHO/UNICEF Joint Monitoring Programme. https://www.who.int/publications/i/item/9789241516235 World Health Organization
WHO. (2022). WHO global water, sanitation and hygiene: Annual report. World Health Organization.
World Health Organization. (2024). Diarrhoeal disease. WHO Fact sheet. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease
Widyanti, M. C. (2018). Evaluasi proses aktualisasi program STBM Pilar I (Stop BABS) di wilayah kerja Puskesmas Seririt II Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(3), 321–327.
DOI: https://doi.org/10.33024/jmm.v9i4.21745
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Jurnal Medika Malahayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
(1).jpg)

1.png)
