Kehamilan Aterm Dengan Letak Lintang, Riwayat Sectio Caesarea, Dan Anemia Sedang: Laporan Kasus

Bambang Kurniawan, Nabila Permatasari, Muhammad Yosa Agusni, Sinta Dwi Oktariyani, Rafif Falah Ramulya, Mifta Sastyaviani, Nabila Farah Sausan, Miftachi Evita Hayati, Sigit Firjatullah

Abstract


Kehamilan dengan riwayat sectio caesarea sebelumnya yang disertai malpresentasi janin dan anemia merupakan kondisi obstetri risiko tinggi yang memerlukan penatalaksanaan komprehensif. Letak lintang pada kehamilan aterm tidak memungkinkan persalinan pervaginam dan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius bagi ibu maupun janin, terutama apabila disertai anemia yang dapat menurunkan cadangan oksigen serta meningkatkan risiko perdarahan. Laporan kasus ini membahas seorang perempuan usia 36 tahun, gravida 2 para 1 abortus 0 (G2P1A0), hamil 37 minggu, dengan janin tunggal hidup posisi letak lintang serta riwayat sectio caesarea satu kali, disertai anemia sedang. Pasien datang dengan keluhan nyeri perut bagian bawah dan lemas. Pemeriksaan obstetri melalui manuver Leopold menunjukkan presentasi ekstremitas dengan bagian terbawah janin belum masuk pintu atas panggul. Pemeriksaan ultrasonografi mengonfirmasi kehamilan tunggal intrauterin dengan janin dalam posisi letak lintang dan estimasi berat janin sekitar 2800 gram. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin 8,3 g/dL yang sesuai dengan anemia sedang pada kehamilan. Pasien mendapatkan tatalaksana berupa transfusi packed red cell untuk memperbaiki kondisi hematologis serta antibiotik profilaksis sebelum dilakukan tindakan sectio caesarea sebagai terapi definitif. Hasil operasi menunjukkan bayi lahir hidup dengan berat badan lahir 3100 gram dan nilai APGAR score 7/10. Pasca operasi, kondisi ibu membaik dengan keadaan umum stabil dan tidak ditemukan komplikasi bermakna selama perawatan. Tindakan sectio caesarea pada kasus ini dilakukan untuk mencegah komplikasi maternal dan perinatal yang lebih berat. Laporan kasus ini menegaskan pentingnya deteksi dini, evaluasi menyeluruh, serta penatalaksanaan yang tepat pada kehamilan risiko tinggi dengan kombinasi letak lintang, anemia, dan riwayat sectio caesarea sebelumnya.


Keywords


Kehamilan; Letak Lintang; Anemia Pada Kehamilan; Sectio Caesarea

Full Text:

PDF

References


ACOG (2020) Practice Bulletin: Anemia in Pregnancy. American College of Obstetricians and Gynecologists.

ACOG (2021) Practice Bulletin: Cesarean Delivery and Management of Abnormal Labor. American College of Obstetricians and Gynecologists.

Bencaiova, G., Breymann, C. & Krafft, A. (2018) ‘Iron deficiency in pregnancy’, Journal of Perinatal Medicine, 46(1), pp. 1–9.

Betrán, A.P., Ye, J., Moller, A.B., Zhang, J., Gülmezoglu, A.M. & Torloni, M.R. (2021) ‘Trends and projections of caesarean section rates’, The Lancet, 397(10272), pp. 109–118.

Cunningham, F.G., Leveno, K.J., Bloom, S.L., Dashe, J.S., Hoffman, B.L., Casey, B.M. & Spong, C.Y. (2018) Williams Obstetrics. 25th edn. New York: McGraw-Hill.

FIGO (2019) Good Clinical Practice Advice on the Management of Anemia in Pregnancy. International Federation of Gynecology and Obstetrics.

Kemenkes RI (2020) Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tata Laksana Anemia pada Kehamilan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI (2022) Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Larson, J., Smith, A. & Carter, R. (2021) ‘Management of transverse lie in late pregnancy’, International Journal of Obstetrics, 156(4), pp. 455–462.

Manuaba, I.B.G. (2010) Ilmu Kebidanan. Jakarta: EGC.

Pavord, S., Daru, J., Prasannan, N., Robinson, S., Stanworth, S. &

Girling, J. (2020) ‘UK guidelines on the management of iron deficiency in pregnancy’, British Journal of Haematology, 188(6), pp. 819–830.

POGI (2016) Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK): Anemia dalam Kehamilan dan Persalinan. Jakarta: Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia.

POGI (2020) Konsensus Obstetri Risiko Tinggi. Jakarta: Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia.

Prawirohardjo, S. (2020) Ilmu Kebidanan. Edisi ke-4. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

RCOG (2017) Birth After Previous Caesarean Birth. London: Royal College of Obstetricians and Gynaecologists.

Silver, R.M. (2019) ‘Risks associated with repeat cesarean delivery’, American Journal of Obstetrics and Gynecology, 221(2), pp. 123–130.

Smith, J. & Brown, R. (2020) ‘Malpresentation in pregnancy’, Obstetrics Journal, 45(3), pp. 210–218.

World Health Organization (2011) Haemoglobin Concentrations for the

Diagnosis of Anaemia and Assessment of Severity. Geneva: WHO.

World Health Organization (2016) Guideline: Iron Supplementation in Pregnancy. Geneva: WHO.

World Health Organization (2022) WHO Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience. Geneva: WHO.




DOI: https://doi.org/10.33024/jmm.v10i2.24091

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Medika Malahayati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

PRODI KEDOKTERAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI