Faktor Yang Mempengaruhi Lama Pengantaran Pasien Dari IGD Ke Rawat Inap Di RS Sumber Waras
Abstract
Instalasi Gawat Darurat (IGD) memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan pelayanan pasien, khususnya pada proses pengantaran pasien ke ruang rawat inap. Keterlambatan pengantaran pasien dari IGD ke ruang rawat inap dapat menyebabkan kepadatan IGD, penurunan mutu pelayanan, serta peningkatan risiko keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja petugas, ketersediaan transporter, dan ketersediaan bed rawat inap dengan lama pengantaran pasien dari IGD ke ruang rawat inap di RS Sumber Waras. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah petugas IGD yang terlibat dalam proses pengantaran pasien, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data beban kerja petugas, ketersediaan transporter, dan ketersediaan bed dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sedangkan data lama pengantaran pasien diperoleh melalui pencatatan observasional dan dokumentasi rumah sakit. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Mann–Whitney U, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa beban kerja petugas berhubungan signifikan dengan lama pengantaran pasien (p = 0,049), dan ketersediaan transporter juga berhubungan signifikan dengan lama pengantaran pasien (p = 0,037). Sebaliknya, ketersediaan bed rawat inap tidak berhubungan signifikan dengan lama pengantaran pasien (p = 0,170). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat variabel yang berhubungan signifikan secara independen dengan keterlambatan pengantaran pasien. Beban kerja petugas menunjukkan kecenderungan meningkatkan peluang keterlambatan, sedangkan ketersediaan transporter yang lebih baik cenderung menurunkan peluang keterlambatan, tetapi belum mencapai signifikansi statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlambatan pengantaran pasien dari IGD ke ruang rawat inap merupakan masalah operasional yang bersifat multifaktorial. Perbaikan pelayanan perlu diarahkan pada pengelolaan beban kerja, koordinasi transporter, serta penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahmed, A., Aram, K. Y., Alzeen, M., Vural, O., Booth, J., Lindsey, B. F., & Ozaydin, B. (2025). Assessing the impact of external and internal factors on emergency department overcrowding. Healthcare, 13(20), 2577. doi: 10.3390/healthcare13202577
Ayenew, T., Gedfew, M., Fetene, M. G., Telayneh, A. T., Adane, F., Amlak, B. T., Workneh, B. S., & Messelu, M. A. (2024). Prolonged length of stay and associated factors among emergency department patients in Ethiopia: Systematic review and meta-analysis. BMC Emergency Medicine, 24, 212. doi: 10.1186/s12873-024-01131-6
Belayneh, A. G., Temachu, Y. Z., Messelu, M. A., & Gebrie, M. H. (2023). Prolonged length of stay and its associated factors at adult emergency department in Amhara region comprehensive specialized hospitals, northwest Ethiopia. BMC Emergency Medicine, 23, 34. doi: 10.1186/s12873-023-00804-y
Canellas, M., Michael, S., Kotkowski, K., & Reznek, M. (2023). Operations factors associated with emergency department length of stay: Analysis of a national operations database. Western Journal of Emergency Medicine, 24(2), 178–184. doi: 10.5811/westjem.2022.10.56609
Erdmann, M. A., Paramel, I. S., Marshall, C., LeHew, K., Kee, A., Soliman, S., Vuong, M., Spillane, S., Baer, J., Do, S., Jones, T., & McGuire, D. (2024). Reduced time to admit emergency department patients to inpatient beds using outflow barrier analysis and process improvement. Western Journal of Emergency Medicine, 25(5), 748–757. doi: 10.5811/westjem.18626
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Rejeki, S., & Perawati, P. (2025). Implementation of an emergency department boarding time monitoring dashboard to reduce patient retention. An Idea Nursing Journal, 4(02), 45–52. doi: 10.53690/inj.v4i02.288
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Samadbeik, M., Staib, A., Boyle, J., Khanna, S., Bosley, E., Bodnar, D., Lind, J., Austin, J. A., Tanner, S., Meshkat, Y., de Courten, B., & Sullivan, C. (2024). Patient flow in emergency departments: A comprehensive umbrella review of solutions and challenges across the health system. BMC Health Services Research, 24, 274. doi: 10.1186/s12913-024-10725-6
Sartini, M., Carbone, A., Demartini, A., Giribone, L., Oliva, M., Spagnolo, A. M., Cremonesi, P., Canale, F., & Cristina, M. L. (2022). Overcrowding in emergency department: Causes, consequences, and solutions—A narrative review. Healthcare, 10(9), 1625. doi: 10.3390/healthcare10091625
Savioli, G., Ceresa, I. F., Gri, N., Bavestrello Piccini, G., Longhitano, Y., Zanza, C., Piccioni, A., Esposito, C., Ricevuti, G., & Bressan, M. A. (2022). Emergency department overcrowding: Understanding the factors to find corresponding solutions. Journal of Personalized Medicine, 12(2), 279. doi: 10.3390/jpm12020279
Sompie, L. M., Lestari, R., & Suryanto, S. (2025). Determinants of emergency department length of stay using the time frame emergency care model: A retrospective study. Journal of Applied Nursing and Health, 7(3), 820–835. doi: 10.55018/janh.v7i3.472
DOI: https://doi.org/10.33024/jmm.v10i2.25244
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Medika Malahayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
(1).jpg)

1.png)
