Gambaran Kadar Hba1c Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Dan Jenis Terapi Di Rumah Sakit Natar Medika
Abstract
Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah akibat gangguan kerja atau produksi insulin. Pemeriksaan Hemoglobin A1c (HbA1c) digunakan untuk menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam 2–3 bulan terakhir sehingga dapat menilai keberhasilan pengendalian diabetes. Namun, masih terbatas data mengenai distribusi HbA1c berdasarkan usia, jenis kelamin, dan terapi antidiabetes pada populasi lokal di Lampung Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai HbA1c pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 yang mendapatkan terapi insulin dan obat antidiabetes oral berdasarkan karakteristik usia dan jenis kelamin di Rumah Sakit Natar Medika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis univariat dan teknik purposive sampling terhadap 54 rekam medis pasien. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis secara deskriptif untuk melihat distribusi nilai HbA1c berdasarkan usia, jenis kelamin, dan jenis terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki nilai HbA1c ≥ 6,5% yaitu sebanyak 30 orang (55,6%), sedangkan nilai HbA1c < 6,5% sebanyak 24 orang (44,4%). Nilai HbA1c ≥ 6,5% paling banyak ditemukan pada kelompok usia lansia akhir (56–65 tahun) dan manula (>65 tahun). Berdasarkan jenis kelamin, responden perempuan lebih banyak memiliki HbA1c ≥ 6,5% dibandingkan laki-laki. Sebagian besar pasien mendapatkan terapi obat antidiabetes oral sebanyak 49 orang (90,7%), sedangkan terapi insulin sebanyak 5 orang (9,3%). Kesimpulannya, sebagian besar pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit Natar Medika memiliki nilai HbA1c ≥ 6,5% dan mayoritas mendapatkan terapi obat antidiabetes oral, serta hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar evaluasi pengendalian glikemik pada pasien DM tipe 2.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Artini, K. S., Saifana, C. S., & Federation, I. D. (2022). Gambaran Penggunaan Antidiabetes Oral Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 : Literature Review. 2045, 333–340.
Azrimadaliza, A., Annisa, A., & Rita, R. S. (2022). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kadar HbA1c Anggota Klub Prolanis Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(01), 75–83. https://doi.org/10.33221/jikm.v11i01.991
Candra Susanto, P., Ulfah Arini, D., Yuntina, L., Panatap Soehaditama, J., & Nuraeni, N. (2024). Konsep Penelitian Kuantitatif: Populasi, Sampel, dan Analisis Data (Sebuah Tinjauan Pustaka). Jurnal Ilmu Multidisplin, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.38035/jim.v3i1.504
Doris, A. (2024). Jurnal Ilmiah Cerebral Medika Diabetes Mellitus Tipe IIi Jurnal Ilmiah Cerebral Medika. 6(2), 0–8.
Furqon, A., Kania, P. P., Studi, P., Terapan, S., Laboratorium, T., & Ilmu, F. (2024). Optimasi Metode Pemeriksaan Hba1c Secara Elektrokimia Berbasis Screen Printed Carbon Electrode pada penderita diabetes . Uji laboratorium yang dirancang untuk pemantauan HbA1c menyetujui uji ini untuk penggunaan klinis ( WHO , 2024 ) . pada tingkat yang l. 10(2), 156–167.
Hasanah, N., & Ikawati, Apt., Z. (2021). Analisis Korelasi Gula Darah Puasa, HbA1c, dan Karakteristik Partisipan. Jurnal Manajemen Dan Pelayanan Farmasi (Journal of Management and Pharmacy Practice), 11(4), 240. https://doi.org/10.22146/jmpf.62292
Hatta Setiabudhi, S.E, M. A., Suwono, S.E, M. S., Yudi Agus Setiawan, S.S, M. ., & Syahrul Karim, M. S. (2025). Analisis Data Kuantitatif dengan SmartPLS 4. Borneo Novelty Publishing, 102. https://ebooks.borneonovelty.com/media/publications/588838-analisis-data-kuantitatif-dengan-smartpl-29069ce4.pdf?
Kinasih, S. L., Pardjianto, B., Riskiyah, & Rohmatulloh, R. V. (2024). Hubungan Usia Dan Jenis Kelamin Terhadap Angka Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Berdasarkan 4 Kriteria Diagnosis Di Poliklinik Penyakit Dalam Rsud Karsa Husada Kota Batu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 1–16.
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/prepotif/article/vi
ew/27198
Kurnia, I., & Ismawatie, E. (2024). Korelasi Antara Kadar HbA1c dengan Kreatinin pada Pasien Diabetes Mellitus di Laboratorium Pramita Samanhudi. Plenary Health: Jurnal Kesehatan Paripurna, 1(3), 148–154. https://doi.org/10.37985/plenaryhealth.v1i3.549
Lestari, Zulkarnain, & Sijid Aisyah. (2021). Diabetes Mellitus: Review Etiologi, Patofisiologi , Gejala, Cara Pemeriksaan, Cara Pengobatan dan Cara Pencegahan. Jurnal UIN Alaudin, November, 237–241.
Lianasari, M., & Ahmadi, S. (2022). Pengaruh Kompetensi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Intervening. Fokus Bisnis Media Pengkajian Manajemen Dan Akuntansi, 21(1), 43–59. https://doi.org/10.32639/fokbis.v21i1.106
Mariawan Alfarizi, L., & Alpian Meri. (2022). Diabetes Mellitus Tipe 2 (Dua) Dan Pengobatannya: Suatu Tinjauan Literatur. Journal of Public Health and Medical Studies, 1(1), 13–23.
https://scientium.co.id/journals/index.php/jphms/article/view/254
Mulya Harahap, R. I., Rostini, T., & Suraya, N. (2024). Pemeriksaan Laboratorium pada Hemoglobin Terglikasi (HbA1C) : Review Standarisasi dan Implementasi Klinis. Action Research Literate, 8(6), 1–10. https://doi.org/10.46799/arl.v8i6.409
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Global Initiative for Asthma, 46. www.ginasthma.org.
Provinsi, D., Tenggara, N., & Tahun, B. (2020). et al., 2014). 05(02), 69–79.
Rumah, D. I., Ibu, S., Anak, D. A. N., & Fauzan, A. L. (2023). Gambaran Kadar Gula Darah Puasa Dan Hba1c Dengan Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Pendahuluan. 2(2), 58–67.
Utami, I. K., & Insani, F. (2023). Penyuluhan Jenis Obat Diabetes Melitus , serta Cara Penyimpanannya pada Masyarakat Desa Maku Kabupaten Sigi , Sulawesi Tengah. 3(4), 500–507. https://doi.org/10.25008/altifani.v2i2.xx
Wahyuni, T., Hastuti, M. S., Chahyani, W. I., & Shabrina, F. A. (2023). Profil Komponen Sindroma Metabolik pada Pasien Diabetes Mellitus ( DM ) Usia Lanjut di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. 4(1), 23–34. https://doi.org/10.24853/mujg.4.1.23-34
Wang, M., & Hng, T. (2021). HbA1c : Lebih dari sekadar angka. 50(9), 628–632.
Waruwu, M., Pu`at, S. N., Utami, P. R., Yanti, E., & Rusydiana, M. (2025). Metode Penelitian Kuantitatif: Konsep, Jenis, Tahapan dan Kelebihan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10(1), 917–932. https://doi.org/10.29303/jipp.v10i1.3057
WHO. (2024). Diabetes. Diabetes Mellitus, 1(1), 1. https://www.who.int/news- room/fact-sheets/detail/diabetes. 5(September), 11–18. https://doi.org/10.47841/saintek.v5i3.412
DOI: https://doi.org/10.33024/jmm.v10i2.25657
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Medika Malahayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
(1).jpg)

1.png)
